Yuk kenalan lebih dalam dengan FTP di bawah!
Pernah dengar istilah FTP saat membaca artikel tentang website atau server? Mungkin kamu sering menemukannya di tutorial upload file ke hosting atau saat mengatur server.
Nah, di balik setiap website yang tampil mulus di browser kamu, ada proses transfer data yang terjadi di belakang layar. Salah satu “pemeran utama” dari proses itu adalah FTP alias File Transfer Protocol.
Teknologi ini sudah ada sejak era awal internet dan sampai sekarang masih sering digunakan, meski sudah banyak metode transfer data modern lainnya.
Kalau kamu penasaran kenapa FTP masih relevan di zaman cloud storage dan koneksi super cepat ini, yuk kita bahas lebih dalam tentang apa itu FTP, fungsi-fungsinya, serta kelebihan dan kekurangannya.
Suka browsing berbagai hal seputar teknologi di internet? Pastikan selalu pakai kuota dari Telkomsel agar jaringan tetap aman dan lancar. Urusan beli kuotanya? Yuk langsung aja di aplikasi MyTelkomsel!
Baca Juga: Sejarah Internet dari Masa ke Masa yang Harus Kamu Pahami
FTP (File Transfer Protocol) adalah protokol internet yang digunakan untuk mengirim dan menerima file antara komputer lokal (client) dan server.
Bahasa simpelnya, FTP itu seperti “jembatan” yang menghubungkan komputer kamu dengan server tempat file website disimpan.
Bayangin aja, kamu punya website dan mau upload file HTML, gambar, atau video ke hosting. Nah, proses upload itu dilakukan lewat FTP. Dengan FTP, kamu bisa:
Mengunggah (upload) file dari komputer ke server.
Mengunduh (download) file dari server ke komputer.
Menghapus, mengganti, atau memindahkan file di server dengan cepat.
Secara teknis, FTP memang sudah cukup tua, tapi masih efisien banget untuk urusan manajemen file di server, apalagi buat kamu yang sering ngurusin website, proyek digital, atau server internal perusahaan.
Bukan cuma sekadar alat buat upload dan download file, FTP punya berbagai fungsi penting yang bikin aktivitas digital jadi lebih mudah dan efisien. Berikut beberapa fungsi utamanya:
Ini adalah fungsi paling umum dari FTP. Saat kamu bikin website, semua file-nya harus disimpan di server supaya bisa diakses publik. Dengan FTP, kamu bisa upload seluruh folder website dalam sekali jalan tanpa ribet.
Nggak cuma upload, FTP juga bisa digunakan untuk menyalin file dari server ke komputer lokal. Misalnya kamu mau backup website, tinggal download aja semua file lewat FTP client.
Kamu bisa membuat, memindahkan, atau menghapus folder di server langsung dari aplikasi FTP. Jadi, manajemen file jadi jauh lebih cepat dibanding harus lewat panel hosting.
Baca Juga: Mengenal Jaringan Internet dan Cara Membuatnya Lebih Cepat
Beberapa admin jaringan juga pakai FTP buat transfer data antar server, misalnya migrasi website dari satu hosting ke hosting lain. FTP mendukung koneksi langsung antar-server (server to server transfer), jadi nggak perlu lewat komputer lokal.
Kalau kamu bekerja dalam tim dan butuh sinkronisasi data antar komputer dan server, FTP bisa jadi solusi. File yang diubah di satu sisi bisa langsung di-update di sisi lain dengan mudah.
Intinya, FTP ini seperti “pos ekspres” di dunia digital, cepat, efisien, dan bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan transfer file.
Meski sudah ada teknologi baru seperti SFTP (Secure File Transfer Protocol) dan cloud-based file sharing, FTP tetap populer. Tapi tentu saja, ada plus dan minusnya. Yuk kita bahas satu per satu.
FTP bisa mengirim file besar tanpa batas ukuran tertentu, berbeda dengan email atau platform berbagi file gratis yang biasanya punya limit.
Kamu bisa transfer banyak file sekaligus, bahkan seluruh folder, tanpa harus upload satu per satu.
Banyak tools dan skrip bisa dibuat untuk otomatis upload atau backup file lewat FTP. Ini sangat membantu untuk pekerjaan rutin seperti update website harian.
Versi FTP klasik mengirim data (termasuk username dan password) dalam bentuk plain text, jadi rawan disadap. Karena itu, banyak yang sekarang beralih ke SFTP atau FTPS yang lebih aman.
Untuk pemula, setting FTP pertama kali bisa agak membingungkan, apalagi kalau belum familiar dengan username, port, dan host.
Kalau kerja tim, semua orang perlu akses FTP yang sama. Ini bisa bikin manajemen versi file jadi ribet kalau nggak diatur dengan baik.
Baca Juga: Apa itu Internet Gateway? Yuk Kenalan Lebih Dekat!
Sekarang kamu sudah tahu apa itu FTP, fungsinya, serta kelebihan dan kekurangannya. Jadi, kalau suatu saat kamu perlu mengatur atau memindahkan file website, kamu udah nggak bingung lagi harus mulai dari mana.
Dan biar aktivitas online kamu tetap lancar tanpa gangguan, pastikan selalu pakai jaringan terbaik dari Telkomsel. Yuk, beli dan atur paket datamu langsung lewat aplikasi MyTelkomsel, cepat, praktis, dan bisa di mana aja!
Short Video baru dan seru
Apa Itu SSID? Kenali Nama di Balik Jaringan WiFi Kamu
502 Bad Gateway: Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Cloud Gaming PC Kentang: Bisa Main Game AAA! Legal Gak, Sih?
Tethering Adalah Solusi vs Hotspot: Pilih Mana yang Aman?