Telkomsel | 09 Juli 2020
0 shares

Memahami Manfaat Menonton untuk Anak

Memahami Manfaat Menonton untuk Anak

Siapa yang tidak ingat dengan kartun legendaris Captain Tsubasa? Diciptakan pada 1981 oleh Yoichi Takahashi, Captain Tsubasa merupakan salah satu manga tersukses sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 82 juta kopi di seluruh dunia. Keberhasilan itu pun menular saat kisahnya diadaptasi ke layar kaca, dan turut menghiasi masa kecil anak-anak Indonesia yang tumbuh besar di era 1990an dan 2000an, mungkin kamu jadi salah satu di antaranya.

Kepopuleran Captain Tsubasa bahkan mampu membuatnya bukan lagi sekadar tontonan yang dinikmati di waktu luang. Ya, keahlian Tsubasa Ozora dalam menggiring si kulit bundar di layar kaca ternyata turut berperan dalam menghasilkan talenta sepak bola sungguhan di dunia nyata. Andres Iniesta, Fernando Torres, dan Hidetoshi Nakata adalah beberapa legenda lapangan hijau yang terinspirasi dari kartun tersebut dan memilih sepak bola sebagai jalur hidupnya.

Walau kerap disebut memberikan dampak negatif, siapa sangka tayangan yang dikonsumsi oleh anak-anak memiliki dampak positif yang bisa begitu besar. Tentunya, seorang anak tidak harus benar-benar menjadi apa yang ditontonnya demi mendapatkan manfaat dari konten yang disaksikannya. Misalnya, seorang anak tak mesti berpetualang ke Observatorium Bosscha untuk meneladani sikap berani yang ditunjukkan Sherina dalam film Petualangan Sherina.

Baca Juga: Mengenal Kategori Film Sesuai Usia Penonton

Lantas, apa saja sebenarnya manfaat menonton bagi anak? Secara garis besar, paling tidak ada tiga manfaat menonton untuk anak yang perlu kamu tahu, yaitu:

  • Membantu mengembangkan kemampuan anak

Ada beberapa kemampuan pada anak yang dapat terbantu perkembangannya dengan menonton, salah satunya adalah kemampuan linguistik. Ketika melihat komunikasi yang terjalin antar karakter, anak dapat menyerap banyak kata-kata baru yang mungkin belum pernah didengar olehnya. Pengenalan terhadap lebih banyak kosakata membuat anak mampu mengembangkan kemampuan berbahasa, baik itu bahasa ibu atau bukan.

Kemudian, kemampuan kognitif anak juga ikut berkembang seiring dia menonton. Berbagai stimulus yang anak dapat ketika sedang menonton dapat melatih koordinasi anggota tubuh, memori jangka panjang, fokus, logika, penalaran, kepekaan pendengaran, dan lain-lain. Lebih lanjut, anak juga mendapat kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir kritis sejak dini melalui akses terhadap konten yang tepat.

  • Menjadi sarana pendidikan tambahan

Ibarat pepatah “Banyak jalan menuju Roma,” banyak cara yang dapat kita pakai untuk mendidik anak, salah satunya dengan memberikannya kesempatan menonton. Kegiatan tersebut dapat membantu anak untuk mengenali hal-hal baru hingga memahami berbagai pengetahuan umum, seperti tentang flora dan fauna. Informasi yang didapatkannya juga bisa memperkuat ilmu yang ia resap saat di sekolah.

Selain itu, menonton juga menjadi sarana yang bagus untuk melatih anak dalam memahami realitas, misalnya terkait dengan keberagaman, melalui konsumsi konten yang menampilkan kultur dari berbagai daerah atau negara. Bahkan, ketika saatnya tepat, kita juga bisa membantu anak dalam mencerna sejumlah stereotip, mulai dari asosiasi warna tertentu terhadap gender hingga perbedaan warna kulit, untuk membantunya menentukan sikap di masa depan.

  • Menjadi sarana hiburan

Kita bisa menjadikan kegiatan menonton sebagai sarana hiburan yang tepat bagi anak untuk menjaga perasaannya tetap baik. Hal tersebut menjadi penting karena mood yang baik dapat memaksimalkan periode emas tumbuh kembang anak. Pada saat itu, penyerapan nutrisi dan penerimaan stimulus dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Apa yang anak dapat dari konten yang ditontonnya pun dapat menjadi ‘bekal’ baginya untuk menuju hiburan berikutnya: bermain. Kombinasi warna, bentuk karakter, bermacam gerakan, hingga benda yang imajinatif dapat menjadi referensi bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi untuk menciptakan pengalaman bermain yang berkesan baginya, atau bahkan untuk teman-temannya juga.

Baca Juga: Tips Mendampingi Anak Ketika Menonton Film

Demi memaksimalkan manfaat menonton untuk anak, peran orang dewasa menjadi sangat krusial. Pasalnya, anak perlu mendapat pengawasan dan pendampingan ketika menonton, dan ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan tugas tersebut. Beberapa di antaranya adalah memastikan tontonan yang dikonsumsi anak sesuai dengan umurnya, membantu anak memahami konteks dari adegan yang dilakukan oleh karakter maupun bahasa yang diucapkan, serta membatasi durasi menonton anak.

Pada akhirnya, kita memang tidak bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menonton sepenuhnya, terlebih dengan begitu luasnya konten yang tersedia di internet. Namun dengan pengawasan dan pendampingan yang baik, bukan tidak mungkin anak-anak di sekitar kita dapat menemukan figur panutan melalui kegiatan menonton, seperti Andres Iniesta dkk yang menjadikan Tsubasa Ozora sebagai inspirasi mereka untuk menjadi pemain bola.


Related Blogs