BAGIKAN

Level Up Kompetensi Kamu supaya Lebih Aman di Internet

Article
Level Up Kompetensi Kamu supaya Lebih Aman di Internet

Level Up Kompetensi Kamu supaya Lebih Aman di Internet

Level Up Kompetensi Kamu supaya Lebih Aman di Internet

Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna internet yang masif. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa sebanyak 196,7 juta atau 73,7% dari populasi warga Indonesia sudah menjadi pengguna internet pada kuartal II tahun 2020.

Jumlah pengguna internet di Indonesia semakin meningkat karena didorong faktor infrastruktur internet yang semakin merata di wilayah-wilayah Indonesia. Begitu pula faktor pandemi COVID-19 yang “memaksa” orang beralih melakukan aktivitas daring menggunakan internet.

Tingginya angka dan aktivitas pengguna internet membuka celah bagi  terjadinya kejahatan di internet atau serangan siber. Menurut data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), selama periode semester pertama tahun 2020 jumlah serangan siber yang terjadi di Indonesia mencapai lima kali lipat dibanding periode semester satu tahun 2019. Hal tersebut mengindikasikan rendahnya tingkat literasi digital dari pengguna internet, terutama dalam mengatasi ancaman siber.

Baca Juga: Tips Terhindar dari Kejahatan Siber di Platform Digital

Penelitian CfDS (Center for Digital Society), pusat studi yang didirikan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, dalam Kajian Peningkatan Kompetensi Keamanan Digital di Indonesia, membagi tipologi literasi berdasarkan kategori dasar (basic), menengah (intermediate), dan lanjutan (advanced).

Berikut tingkat kompetensi literasi digital yang bisa kamu praktikkan:

Dasar (basic)

  • Mengetahui cara memasang kata sandi
  • Memahami cara berinteraksi/bertransaksi secara daring
  • Mengetahui bahwa tidak semua informasi daring dapat dipercaya
  • Menyadari adanya penipuan dengan teknik rekayasa sosial
  • Mengetahui cara mengakses dan menggunakan OTP (One Time Password)
  • Tidak membagikan kata sandi akun kepada orang lain
  • Menghindari penggunaan kata sandi yang mudah ditebak

Menengah (intermediate)

  • Memasang metode pengamanan ganda bila disediakan
  • Memasang multi-factor authentication code akun (metode pengamanan dengan jumlah lebih dari satu) seperti kata sandi atau cara otentikasi lain
  • Tidak membagikan OTP kepada orang lain secara sadar
  • Tidak membagikan nomor telepon, alamat email, nama lengkap, dan nomor tanda pengenal identitas di media sosial secara publik
  • Mengetahui cara mengakses informasi platform mengenai perangkat yang sedang mengakses akun tersebut bila disediakan
  • Menggunakan kata sandi berbeda-beda pada tiap akun digital
  • Mengganti kata sandi secara berkala
  • Melakukan log out akun platform bila tidak digunakan

Lanjutan (advanced)

  • Mengetahui perintah-perintah yang tidak umum dalam penggunaan telepon genggam (seperti: call-forwarding)
  • Memperbarui pengetahuan mengenai modus penipuan dengan teknik rekayasa sosial secara rutin
  • Memperbarui pengetahuan mengenai cara melindungi diri dari penipuan dengan teknik rekayasa sosial secara rutin

Baca Juga: 5 Tips Agar #SamaSamaAman dan #TerusAman di Internet

Setelah baca artikel di atas, kamu ada di level yang mana nih? Belum terlambat untuk meningkatkan kompetensi digital kamu sebagai langkah pencegahan kejahatan siber. Yuk, praktikkan langkah-langkahnya agar kita #TerusAman dan #SamaSamaAman berinteraksi di platform digital!

Informasi dalam artikel ini dirangkum dari White Paper: Pentingnya Kemitraan untuk Memperkuat Keamanan Siber Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi Center for Digital Society (CfDS) dengan Onno Center, didukung oleh TikTok. Bersama Telkomsel, TikTok juga telah meluncurkan kemitraan strategis untuk mendukung kreativitas masyarakat Indonesia di era digital, 27 Oktober lalu.

Related Blogs