Telkomsel | 02 Desember 2020
2 shares

Cara Lindungi Diri dari Kejahatan Digital

Cara Lindungi Diri dari Kejahatan Digital

Semakin maraknya kejahatan siber membuat seluruh pengguna internet harus semakin waspada. Pelaku kejahatan siber akan melakukan segala cara untuk melancarkan aksinya. Kesadaran dan kemampuan untuk membentengi diri agar tidak menjadi korban kejahatan digital tidaklah cukup.

Salah satu langkah efektif dalam meningkatkan literasi digital serta tindak pencegahan terhadap kejahatan siber adalah kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan. Setiap sektor berperan penting dan bisa memberikan sumbangsih terkait permasalahan digital yang terjadi di Indonesia.

Pada umumnya, pemerintah sebagai institusi memiliki kewajiban dalam menetapkan kebijakan dengan tujuan untuk keamanan dan kenyamanan pengguna saat menggunakan internet. Di sisi lain, sebagai pelaku industri harus berusaha dalam meningkatkan inovasi keamanan, melindungi data pribadi, serta memberikan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan resiliensi pengguna internet.

Selain pemerintah dan pelaku industri, pemangku kepentingan yang lain juga punya peran penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna digital. Contohnya saja dari akademisi dalam menyiapkan SDM yang kompeten dan punya kecakapan dalam bidang siber. Tidak hanya itu saja, komunitas dan organisasi masyarakat juga bisa memberikan sumbangsih berupa edukasi publik dan analisis kebijakan yang diberikan regulator sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Walaupun keamanan beraktivitas di platform digital sangat tergantung dari banyak faktor eksternal, kita wajib memperkuat perlindungan diri ketika menggunakan internet. Bisa dibilang peran paling vital dalam mencegah terjadinya kejahatan siber ada di pengguna. Untuk itu, demi terciptanya ekosistem yang aman dan nyaman saat menggunakan internet, sebagai pengguna, kamu perlu mengetahui beberapa cara yang bisa dipraktikkan di bawah ini:

1. Waspada dengan data pribadi

Jika berbicara tentang keamanan di internet, satu hal yang perlu kita sadari bersama yaitu kendali keamanan ada pada diri sendiri. Apabila kamu memang diharuskan untuk membagikan data pribadi seperti nomor KTP, alamat lengkap, nama ibu kandung, dan informasi penting lainnya, selalu pastikan kredibilitas dari platform yang memintamu untuk mengisi informasi tersebut. Sebagai pengguna internet yang cerdas, kamu diharapkan untuk selalu bersikap kritis dan waspada terhadap akun/website/platform yang memintamu untuk mengisikan data pribadi.

Baca Juga: Tips Terhindar dari Kejahatan Siber Digital

2. Gunakan e-mail yang berbeda untuk setiap platform digital

Aktivitas yang berhubungan dengan internet kerap menggunakan alamat e-mail sebagai alat konfirmasi atau identitas diri. Namun, penggunaan e-mail sebagai identitas diri masih kerap dianggap remeh. Padahal, e-mail adalah salah satu sarana yang kerap digunakan para pelaku untuk melakukan kejahatan siber. Untuk itu, ada baiknya jika kamu tidak menggunakan satu e-mail untuk berbagai platform. Termasuk juga akun media sosial yang terhubung dengan e-mail. Saran terbaik adalah buatlah beberapa e-mail cadangan sebagai backup atau recovery e-mail untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan siber.

3. Pasang kata sandi yang unik dan ganti secara berkala

Salah satu lapisan keamanan saat menggunakan internet adalah penggunaan kata sandi yang aman. Bagaimana cara memastikan bahwa kata sandi yang dibuat sudah aman? Kamu bisa melakukan penggantian kata sandi secara berkala. Buatlah beberapa kata sandi baru pada akun-akun yang kamu miliki. Usahakan membuat kata sandi yang unik, gabungan dari angka, huruf kapital, huruf kecil, dan simbol. Sebisa mungkin jangan samakan kata sandi pada semua akun yang kamu miliki, ya.

Baca juga: Waspada Password Lemah untuk Jaga Keamanan Data

4. Aktifkan otentikasi dua faktor

Jika kata sandi adalah lapisan keamanan pertama dalam berselancar di internet, maka otentikasi dua faktor merupakan lapisan keamanan yang kedua. Supaya kamu lebih aman dan nyaman saat menggunakan internet, kamu bisa mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication). 2FA merupakan fitur keamanan akun online. Fitur ini memungkinkanmu untuk verifikasi identitas sebanyak minimal dua kali, biasanya berupa kode khusus yang dihubungkan melalui smartphone. Cara mengaktifkan 2FA biasanya ada pada menu Setting di bagian Security atau Privacy. Setelah itu, kamu bisa memilih Two-Factor Authentication dan masukkan nomor ponsel yang dimiliki untuk proses sinkronisasi.

Baca juga: 5 Tips Agar #SamaSamaAman dan #TerusAman di Internet

Setelah membaca ulasan di atas, sekarang kamu semakin yakin bahwa kamu juga punya peran penting sebagai pengguna internet untuk sama-sama menjaga keamanan dunia siber. Yuk, mulai dari sekarang!

Informasi dalam artikel ini dirangkum dari White Paper: Pentingnya Kemitraan untuk Memperkuat Keamanan Siber Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi Center for Digital Society (CfDS) dengan Onno Center, didukung oleh TikTok. Bersama Telkomsel, TikTok juga telah meluncurkan kemitraan strategis untuk mendukung kreativitas masyarakat Indonesia di era digital, 27 Oktober lalu.


Related Blogs