Tertarik beli iPhone yang jauh di bawah harga pasar? Cek artikel ini biar malah rugi besar!
iPhone di Indonesia punya peran yang lebih dari sebuah gadget. Banyak orang mendambakan produk Apple, meski bekas, juga demi gengsi dan pencapaian. Sebab itu, ada celah bagi para penipu untuk mencari untung. Terus, gimana cara cek iPhone bekas biar aman?
Soalnya, ada banyak iPhone yang beredar di Indonesia tanpa lisensi resmi. iPhone ini bisa aja dijual dengan harga normal tapi punya spesifikasi yang kurang layak. Biar kamu gak kena tipu, ketahuilah beberapa caranya di sini!
Baca juga: iPhone 16, Worth It Nggak Ya?
Punya resolusi buat beli iPhone tahun ini? Semangat nabungnya, terus jangan lupa buat pilih kuota sesuai kebutuhanmu di aplikasi MyTelkomsel Basic yang isinya komplit banget. Mau isi kuota, pulsa, dan paket langgananan semuanya ada!
Nah, sebelum kamu jadi korban tipu-tipu iPhone afkiran yang dijual lagi, mending cek artikel ini!
iPhone Inter adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia untuk menyebut iPhone bekas atau unit non-resmi yang berasal dari luar negeri, kemudian dijual kembali di pasar lokal.
Kata “Inter” sendiri berasal dari kata international, yang mengacu pada perangkat yang awalnya dipasarkan untuk negara lain, bukan Indonesia. Secara fungsi, iPhone Inter tetap merupakan produk asli Apple, bukan barang palsu.
Perbedaannya terletak pada jalur distribusi, di mana iPhone Inter biasanya gak melalui distributor resmi Apple di Indonesia. Oleh karena itu, unit ini umumnya gak disertai garansi resmi lokal.
Banyak iPhone Inter yang berasal dari negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, atau negara Eropa. Beberapa di antaranya adalah unit bekas pemakaian pribadi, unit refurbished, atau hasil tukar tambah (trade-in) di luar negeri.
Meski harganya lebih murah, iPhone Inter juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Sebagian besar iPhone Inter gak memiliki garansi resmi dari distributor lokal. Jika terjadi kerusakan, pengguna harus menanggung biaya perbaikan sendiri atau bergantung pada garansi toko.
Salah satu risiko terbesar iPhone Inter adalah IMEI yang belum terdaftar di sistem Indonesia. Jika IMEI gak didaftarkan dengan benar, iPhone bisa mengalami masalah sinyal, bahkan gak bisa digunakan untuk jaringan seluler lokal.
Karena kebanyakan iPhone Inter adalah unit bekas, kondisinya bisa sangat beragam. Ada yang masih mulus, tetapi ada juga yang pernah jatuh, terkena air, atau sudah pernah dibongkar dan diganti komponennya.
Beberapa iPhone Inter telah mengalami penggantian layar, baterai, atau komponen lain dengan part non-original. Hal ini bisa memengaruhi kualitas tampilan, performa, dan daya tahan perangkat.
Sebagian iPhone Inter berasal dari luar negeri yang terkunci operator tertentu (carrier lock) atau masih terikat akun Apple ID lama. Jika gak dicek dengan teliti, iPhone bisa gak dapat digunakan sama sekali.
Dibandingkan iPhone resmi Indonesia, iPhone Inter biasanya memiliki harga jual kembali yang lebih rendah, karena banyak pembeli yang lebih memilih unit dengan garansi resmi dan IMEI aman.
Membeli iPhone bekas sering jadi pilihan menarik karena harganya lebih terjangkau dibandingkan unit baru. Namun, agar gak kecewa di kemudian hari, kamu wajib melakukan pengecekan spesifikasi dan kondisi iPhone secara menyeluruh sebelum membeli.
Masuk ke menu Pengaturan > Umum > Mengenai untuk melihat detail seperti model iPhone, kapasitas penyimpanan, versi iOS, serta nomor IMEI dan serial number. Pastikan model dan kapasitas sesuai dengan klaim penjual.
Buka Pengaturan > Baterai > Kesehatan Baterai. Idealnya, iPhone bekas memiliki battery health di atas 80%. Jika berada di bawah angka tersebut, performa dan daya tahan baterai biasanya mulai menurun dan berpotensi perlu penggantian.
Pastikan layar sentuh responsif, kamera depan dan belakang berfungsi normal, speaker dan mikrofon terdengar jelas, serta semua tombol fisik bekerja dengan baik. Coba juga Face ID atau Touch ID, koneksi Wi-Fi, Bluetooth, dan sinyal seluler.
Periksa apakah penjual sudah keluar dari akun Apple ID dan fitur Find My iPhone dalam keadaan nonaktif. iPhone yang masih terkunci iCloud berisiko gak bisa digunakan sama sekali.
Jadi sebelum kamu beli unit iPhone yang tergolong masuk ke kategori barang inter, kamu harus tahu beberapa hal ini agar bisa ngecek sebelum membeli hp-nya. Gak mau kan ekspektasi dapet hp bagus, eh malah dalemnya udah diganti semua.
Baca juga: iPhone SE 4: Definisi iPhone Kaum Mendang-mending
Agar mendapatkan iPhone bekas yang masih nyaman dipakai, ada beberapa spesifikasi dan kondisi yang sebaiknya kamu prioritaskan.
Semakin baru model iPhone, biasanya semakin panjang dukungan pembaruan iOS dan semakin baik performanya. iPhone seri menengah ke atas yang masih relevan umumnya mampu menjalankan aplikasi berat dan menerima update sistem tanpa masalah berarti.
Pastikan battery health berada di atas 80% agar tetap nyaman untuk penggunaan harian. Jika baterai pernah diganti, tanyakan apakah penggantiannya menggunakan komponen asli atau non-original.
iPhone yang masih menggunakan layar asli, kamera berfungsi normal, dan belum pernah mengalami kerusakan berat biasanya memiliki kualitas dan daya tahan jangka panjang yang lebih baik.
Jika tersedia, cek juga riwayat penggantian komponen di pengaturan.
Pastikan iPhone dalam kondisi SIM unlocked dan IMEI terdaftar resmi. Hal ini penting agar perangkat bisa digunakan di semua operator dan gak mengalami kendala jaringan seluler di Indonesia.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, kamu bisa mendapatkan iPhone bekas yang tetap nyaman, aman, dan awet untuk dipakai dalam jangka waktu lama.
Gak semua iPhone bekas layak untuk dibeli. Ada beberapa tanda yang sebaiknya menjadi alarm peringatan buat kamu. Parahnya, gak semua penjual jujur akan hal ini, terkadang ada pula yang memanfaatkan kegaktahuan kamu jadi sebuah peluang.
Tapi di sisi lain, ada juga yang udah jujur, tapi malah dianggap menipu karena pembeli yang gak tahu soal spesifikasi yang dijual. Karena itu, di sini disampaikan ciri-ciri iPhone bekas yang lebih baik gak kamu beli.
|
No. |
Ciri iPhone Bekas Gak Layak |
Penjelasan |
|
1 |
Kondisi fisik terlalu parah |
Layar retak, body bengkok, atau banyak penyok menandakan iPhone pernah jatuh keras atau gak dirawat dengan baik. Kerusakan fisik berpotensi memengaruhi komponen internal. |
|
2 |
Battery health sangat rendah |
Kesehatan baterai jauh di bawah 80% membuat iPhone cepat panas, boros daya, dan performanya menurun karena sistem membatasi kinerja. |
|
3 |
Masih terkunci iCloud / Apple ID |
Ini merupakan tanda paling berbahaya. Jika penjual gak bisa menghapus akun lama, iPhone berisiko gak bisa digunakan sama sekali. |
|
4 |
IMEI bermasalah atau gak terdaftar |
IMEI yang gak jelas dapat menyebabkan iPhone gak bisa digunakan untuk telepon dan internet seluler di Indonesia. |
|
5 |
Komponen gak original atau bekas bongkaran |
Layar non-original, kamera buram, atau sensor bermasalah dapat menurunkan kenyamanan penggunaan dan nilai jual kembali. |
Jika kamu menemukan satu atau lebih tanda di atas, sebaiknya cari unit lain yang kondisinya lebih aman. Nabung dikit biar dapet yang sesuai ekspektasi gak salah, kok, daripada beli murah tapi berujung buntung gede di akhirnya.
Baca juga: Mau Hadiah iPhone 16? Ikut Program Jelajah Seru, Yuk!
Lagi nabung buat beli iPhone tahun ini? Atur pengeluaranmu dengan pilih kuota harga terjangkau di MyTelkomsel Basic. Isi kuota, pulsa, dan paket langganan, semuanya ada dalam satu aplikasi.
Short Video baru dan seru
Cara Mengunci Aplikasi di Samsung, iPhone dan HP Lainnya
6 Alasan Kenapa Kamu Harus Beli iPhone 14 Series Terbaru
Cara Backup WhatsApp di Android & iPhone agar Tidak Hilang
Cara Mudah Mengaktifkan Hotspot iPhone Kamu!