Jaringan kecil butuh solusi efisien? Kenali topologi bus lengkap
Topologi bus merupakan salah satu model jaringan komputer yang paling sederhana dan sudah digunakan sejak lama, terutama untuk kebutuhan skala kecil. Namun kamu juga harus tau ada beberapa kelebihan dan kekurangan topologi bus.
Konsepnya mudah semua perangkat terhubung dalam satu jalur kabel utama yang berfungsi sebagai pusat distribusi data. Karena itulah, topologi ini sering jadi materi dasar saat mulai belajar tentang jaringan.
Di balik kesederhanaannya, ternyata ada kelebihan dan kekurangan topologi bus yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari instalasi yang hemat biaya sampai potensi gangguan besar kalau kabel utama bermasalah, semuanya perlu dipahami dengan jelas.
Pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan topologi bus ini penting banget buat memastikan jaringan bisa berjalan stabil sesuai kebutuhan.
Sebelum membahasnya, selalu aktifkan Paket Internet Sakti dari Telkomsel. Kamu bisa lancar juga nonton di YouTube tentang skema dari topologi bus ini. Aktifkan lewat aplikasi MyTelkomsel, ya.
Sekarang kita simak tentang kekurangan dan kelebihan topologi bus, yuk.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Jaringan Komputer? Yuk Kepoin!
Topologi bus itu sebenarnya bentuk jaringan komputer yang semua perangkatnya seperti laptop, PC, atau printer terhubung dalam satu jalur kabel utama. Kabel ini berfungsi sebagai penghubung sekaligus jalur pengiriman data.
Jadi, kalau ada perangkat yang mengirim data, informasi tersebut akan dikirim lewat kabel utama tadi dan “dilewati” oleh semua perangkat lain sampai akhirnya sampai ke tujuan.
Biasanya, topologi bus dipakai buat jaringan yang kecil dan nggak terlalu banyak pengguna misalnya di ruang lab sekolah atau kantor dengan kebutuhan jaringan minimal.
Soalnya, biaya instalasinya cenderung lebih terjangkau karena nggak butuh banyak kabel maupun perangkat tambahan. Cukup satu kabel, semua langsung terhubung.
Walau kelihatannya praktis, cara kerja yang berbagi jalur ini juga bikin kinerjanya bisa menurun kalau perangkat yang terhubung makin banyak. Tapi, sebagai konsep dasar jaringan komputer, topologi bus tetap penting untuk dipahami.
Topologi bus punya beberapa keuntungan yang bikin model ini tetap digunakan hingga sekarang, terutama untuk jaringan berskala kecil. Berikut beberapa kelebihannya.
Baca Juga: Apa itu Jaringan Nirkabel? Yuk Cari Tau!
Meski terlihat praktis, topologi bus punya beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum diterapkan.
Selain topologi bus, tiga jenis topologi lain yang juga banyak digunakan adalah star, ring, dan tree. Masing-masing punya karakteristik yang beda dan bisa dipilih sesuai kebutuhan jaringan.
Pada topologi star, semua perangkat terhubung ke satu perangkat pusat seperti hub atau switch. Sistem ini bikin jaringan lebih stabil, karena kalau salah satu perangkat mengalami gangguan, perangkat lain tetap bisa berfungsi normal.
Pengelolaannya juga lebih mudah, terutama saat harus menambah perangkat baru atau mencari sumber error. Tantangannya ada pada perangkat pusatnya kalau bagian ini down, seluruh jaringan langsung berhenti.
Berbeda dengan star, topologi ring menghubungkan perangkat dalam bentuk lingkaran tertutup. Data dikirimkan dari satu perangkat ke perangkat berikutnya secara berurutan, sehingga risiko tabrakan data bisa dihindari.
Performa jaringan juga cenderung konsisten. Hanya saja, jaringan ini sensitif satu titik yang rusak bisa langsung mengganggu komunikasi seluruh jaringan. Perlu peralatan tambahan seperti repeater agar data tetap mengalir lancar.
Sementara itu, topologi tree adalah gabungan konsep bus dan star. Bentuknya bercabang, sehingga memudahkan pengelompokan perangkat berdasarkan area atau ruangan misalnya tiap lantai kantor punya node sendiri.
Skalanya bisa besar dan terstruktur, cocok untuk gedung perkantoran atau kampus. Namun, sama seperti topologi bus, kabel utama punya peran penting banget. Kalau terganggu, bagian jaringan yang terhubung di bawahnya bisa kena imbas sekaligus.
Biaya instalasi dan pemeliharaannya juga lebih tinggi karena struktur yang lebih kompleks.
Baca Juga: Keamanan Jaringan: Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya
Pada akhirnya, memilih topologi jaringan itu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Topologi bus memang menawarkan instalasi yang mudah dan biaya yang lebih murah, sehingga cocok untuk jaringan kecil yang tidak membutuhkan performa tinggi.
Tapi, kamu juga perlu mempertimbangkan resikonya seperti ketergantungan pada satu kabel utama dan potensi penurunan kinerja saat perangkat semakin banyak.
Dengan memahami kekurangan dan kelebihan topologi bus secara menyeluruh, kamu bisa menentukan apakah model jaringan ini masih relevan untuk digunakan atau lebih baik beralih ke topologi lain yang lebih stabil dan tahan gangguan.
Namun, yang perlu kamu pastikan jaringan yang dipilih mampu mendukung aktivitas dan perkembangan penggunaan dalam jangka panjang.
Nah buat kamu yang suka mobile ke mana-mana dan membutuhkan paket internet dengan kuota yang besar, kamu bisa aktifkan Paket Internet Super Seru dari Telkomsel, karena kuota-nya bisa didapatkan hingga 400 GB.
Short Video baru dan seru
Topologi Tree: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangan
Topologi Star: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangan
Topologi Ring: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangan
Mengenal Topologi Jaringan: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya