Jejak Karir Ousmane Dembélé, Peraih Ballon d’Or


Jejak Karir Ousmane Dembélé, Peraih Ballon d’Or

Pernah dibuang, cedera panjang, hingga berhasil bangkit hingga meraih Ballon d’Or. Simak perjalanan karirnya!

 

Ousmane Dembélé punya karir yang sangat berliku. Pernah menjadi andalan di Borussia Dortmund, lalu berkarir di Barcelona. Namun, karirnya di Camp Nou menemui jalan buntu. 

 

Tahun 2025 seolah menjadi titik balik bagi pria bernama lengkap Masour Ousmane Dembélé itu. Pasalnya, ia berhasil bangkit dan meraih gelar tertinggi untuk pesepak bola individu dunia: Ballon d’Or.

 

Bagaimana perjalanan karir sang maestro lapangan tengah Timnas Prancis ini? Yuk, simak selengkapnya di sini!

 

  1. Awal Karir Ousmane Dembélé

  2. Gonjang-ganjing Karir Ousmane Dembélé

  3. Mengapa Ousmane Dembélé Meraih Ballon d’Or

 

Baca juga: Segini Gaji Messi di Inter Miami, Fantastis?

 

Anyway, udah tau kan kalo Ousmane Dembélé bakal berhadapan dengan bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk di Liga Prancis? Biar nggak ketinggalan, langsung aja langganan Vidio Platinum buat nonton pertandingan mereka. 

 

Penasaran sama lika-liku karir Ousmane Dembélé? Yuk, ulik sama-sama!

 

 

Awal Karir Ousmane Dembélé

 

Ousmane Dembélé lahir pada 15 Mei 1997 di Vernon, Prancis, dari keluarga berdarah Mali dan Mauritania–Senegal. Sejak kecil, ia sudah gemar bermain bola dan sempat bergabung dengan klub lokal seperti ALM Évreux dan Évreux FC 27 sebelum berusia 13 tahun.

 

Pada 2010, Dembélé masuk akademi muda Stade Rennais (Rennes), tempat ia mengasah teknik dan kecepatan. Musim 2014–2015, ia tampil gemilang di tim cadangan dengan 13 gol dari 18 laga, lalu debut di Ligue 1 pada November 2015 dan mencetak gol pertamanya tak lama kemudian.

 

Performa apiknya menarik perhatian klub besar. Borussia Dortmund merekrutnya pada 2016, dan Dembélé langsung bersinar dengan gol, assist, serta membantu tim menjuarai DFB-Pokal. 

 

Berawal dari pencapaian itu, ia pun dinobatkan sebagai Bundesliga Rookie of the Season, menandai lonjakan cepatnya dari pemain muda lokal menjadi bintang Eropa.

 

Baca juga: Inter Miami: Klub Lionel Messi Milik David Beckham?

 

 

 

Gonjang-ganjing Karir Ousmane Dembélé

 

Walau kariernya penuh potensi, perjalanan Dembélé tidak selalu mulus. Setelah pindah ke Barcelona pada 2017 seharga €105 juta, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi.

 

Namun di klub Catalan itu, ia sering diterpa cedera, terutama hamstring, yang menghambat performa dan konsistensi. Cedera berulang juga membuatnya sulit membangun chemistry dengan tim.

 

Selain cedera, ia sempat dikritik soal kedisiplinan dan kestabilan mental. Banyak yang menilai Dembélé punya bakat besar tapi perlu memperkuat mentalitas kompetitif agar sesuai level klub elite.

 

Selama di Barcelona, ia menghadapi persaingan ketat dan tekanan besar, meski tetap menyumbang gelar seperti La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de España.

 

Tahun 2023 menjadi titik balik: ia hijrah ke PSG dengan kontrak hingga 2028 dan mulai bangkit kembali.

 

Musim 2024–25, Dembélé tampil luar biasa: mencetak 33 gol dan 15 assist dari 49 laga, membawa PSG meraih quadruple (Liga Champions, Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions).

 

Performanya yang spektakuler menjadikannya kandidat kuat untuk penghargaan pemain terbaik dunia.

 

 

Mengapa Ousmane Dembélé Meraih Ballon d’Or

 

Pada tahun 2025, Ousmane Dembélé berhasil meraih Ballon d’Or, penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik dunia dalam satu musim. Keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil kombinasi antara performa luar biasa, kontribusi terhadap tim, dan momentum yang tepat. 

 

Berikut beberapa alasan kenapa Dembélé layak meraih Ballon d’Or.

 

  1. Performa Luar Biasa di Level Klub

    Dembélé memainkan peran sentral dalam musim 2024–25 bersama PSG. Dengan 33 gol dan 15 assist dalam 49 pertandingan di semua kompetisi, ia menyumbang langsung terhadap hasil-hasil penting tim. 

     

    Performanya juga diakui dengan gelar Ligue 1 Player of the Year dan UEFA Champions League Player of the Season. 

     

    Kontribusinya bukan hanya dalam hal gol dan assist, ia juga terlibat dalam fase pressing, pergerakan tanpa bola. Bahkan, membantu tim dalam aspek defensif ketika dibutuhkan. 

     

    Ia tampil di pertandingan-pertandingan krusial dan memberi dampak besar ketika PSG membutuhkan pemain yang bisa mengubah jalannya laga.

     

  2. Pengaruh pada Gelar dan Trofi Besar

    Ballon d’Or tidak hanya menilai statistik individu, tetapi juga seberapa besar pemain itu membantu tim meraih gelar. Dembélé bersama PSG memenangkan beberapa trofi besar, termasuk Liga Champions, yang dianggap sangat penting dalam penilaian Ballon d’Or. 

     

    Keberhasilan tim di level Eropa semakin memperkuat klaimnya sebagai kandidat terdepan.

     

  3. Momentum Kebangkitan dan Transformasi Karir

    Sebelumnya Dembélé sempat dianggap inkonsisten karena cedera dan penampilan yang tidak stabil. Namun musim 2024–25 menjadi musim “kebangkitan” baginya. 

     

    Ia membuktikan bahwa dirinya bisa konsisten, menjaga kondisi fisik, dan tampil sebagai pemimpin di lapangan. Kemenangan Ballon d’Or dianggap sebagai puncak dari transformasi karakternya menjadi pemain matang, bukan sekadar talenta muda berbakat.

     

  4. Strategi Kampanye dan Dukungan

    Selain faktor teknis, ada juga aspek non-teknis yang turut memengaruhi. PSG melakukan kampanye komunikasi dan lobi internal agar suara untuk Dembélé tidak terpecah dengan pemain lain dari klub yang sama. 

     

    Ia diposisikan sebagai kandidat utama Ballon d’Or dari PSG, sehingga dukungan media dan juri lebih terpusat pada dirinya.

     

  5. Kompetisi dan Perbandingan dengan Kandidat Lain

    Dalam pemungutan suara Ballon d’Or 2025, pesaing terdekatnya adalah Lamine Yamal dari Barcelona, yang juga tampil luar biasa pada musim tersebut. 

     

    Namun, Dembélé dianggap lebih lengkap karena memiliki keseimbangan antara performa individu dan kontribusi nyata dalam keberhasilan tim di level tertinggi, terutama Liga Champions.

 

Akhirnya, hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa Dembélé meraih total 1380 poin, sementara Yamal berada di posisi kedua dengan 1059 poin. 

 

Kemenangan ini merupakan kombinasi dari performa luar biasa, gelar besar bersama klub, momentum kebangkitan, strategi kampanye, dan situasi kompetisi yang menguntungkannya.

 

Baca juga: Ballon d'Or 2023 Diraih Messi, Berikut Lengkapnya!

 

Di Liga Prancis, Dembélé punya peluang berduel dengan salah satu pemain timnas Indonesia, Calvin Verdonk yang merumput bersama LOSC Lille. Adu cepat dan adu skill keduanya pasti seru. 

 

Buruan langganan Vidio Platinum biar nggak cuma dengar ceritanya, tapi bisa nonton langsung aksinya.

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.