Telkomsel | 13 Februari 2018
4 shares

                      ‘Growpal’, Statup Investasi Budidaya di Sektor Perikanan

 

Potensi perikanan laut di Indonesia untuk komoditi ekspor sangat besar, namun karena kebutuhan komoditi perikanan yang terus meningkat maka pasokan yang ada sekarang belum sepenuhnya terpenuhi. Salah satu sebabnya adalah karena terbatasnya akses petani ikan terhadap dana investasi. Mereka umumnya hanya memiliki tambah yang tidak bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman dana.

Untuk mengatasi masalah ini,  Paundra Noorbaskoro dan Ahmad Rizqy Akbar kemudian membangun startup bernama ‘Growpal’. Melalui ‘Growpal’, keduanya mengembangkan potensi perikanan laut melalui  platform digital dengan menghubungkan petani ikan laut dengan stakeholder terkait seperti pemilik modal, pemilik lahan, dan pembeli hasil panen di bidang agribisnis perikanan.

‘Growpal’ tidak hanya membantu pendanaan petani ikan, namun juga memastikan petani mendapatkan harga penjualan terbaik dengan memotong rantai penjualan. Tak hanya itu, investor pun bisa turut memperoleh keuntungan dengan skema bagi hasil, sekaligus membantu peningkatan produksi pangan dalam negeri dan membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi petani ikan.

Berbeda dengan platform crowdsourcing lainnya, ‘Growpal’ fokus mengembangkan produk perikanan laut seperti udang, kerapu, atau mutiara. Selain itu, ‘Growpal’ memiliki dua opsi investasi yaitu Crowd Investing dan Premium Investment. Untuk Crowd Investing, satu tambak bisa diisi oleh banyak investor dengan dana mulai dari Rp100 ribu. Sedangkan Premium Investment, dana investasi yang dibutuhkan lebih besar dan bisa dikuasai hanya oleh satu investor.

Dalam menjalankan startupnya, Paundra dan Ahmad berharap bisa membantu terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Namun usaha mereka juga banyak menghadapi banyak tantangan. Tantangan pertama adalah dalam hal mengedukasi investor mengenaik skema investasi dan profitabilitas di sektor perikanan. Banyak investor yang merasa margin Return of Investment (ROI) yang ditawarkan ‘Growpal’ sebesar 35 persen ke atas adalah sesuatu yang too good to be true. Walaupun kenyataannya komoditas perikanan memang memiliki potensi margin profit yang sangat besar di Indonesia.

Sedangkan tantangan kedua yakni terkait akuisisi lahan atau sewa lahan. Para pemilik lahan  masih memerlukan banyak edukasi mengenai perhitungan keuntungan yang akan mereka dapatkan ketika misalnya lahan mereka diubah fungsikan menjadi tambak.

Berkat inovasinya dalam memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat, ‘Growpal’ berhasil menjadi salah satu TOP 20 kompetisi The NextDev 2017 dan berhak  mengikuti ‘The NextDev Academy’ di tahun 2018. Program ini  merupakan program lanjutan bagi para finalis The NextDev, yang ditujukan untuk meningkatkan skalabilitas social technopreneurs melalui pengembangan diri dan peningkatan kemampuan di bidang research and customer development, design sprint, branding, product development, serta business model and bootstrapping.


Related Blogs