Serba-serbi Gaji UMR, Pahami Ini Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

Paket Data Orbit Telkomsel Buat YouTuber Biar Ngonten Makin Lancar

 

Setiap orang pasti ingin bekerja di perusahaan yang menawarkan gaji UMR atau bahkan di atasnya. Namun, apa sih UMR itu? Nah, bagi kamu yang bersiap terjun ke dunia kerja, silakan simak informasi di artikel ini hingga selesai, ya.

 

Kamu yang akan memasuki dunia kerja wajib tahu berapa gaji UMR sekarang, bagaimana cara menentukannya, dan informasi menarik lainnya.

 

Apa Itu Gaji UMR?

UMR merupakan kependekan dari Upah Minimum Regional. Proses penetapan upah ini biasanya dilakukan oleh pejabat yang berwenang, yaitu gubernur. Gaji tersebut menjadi acuan pendapatan karyawan atau buruh di suatu wilayah.

 

Penetapan UMR sudah tertuang di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 1999. Artinya, semua gaji yang bergantung pada minimum regional akan berdasarkan pada keputusan tersebut.  

 

Banyak yang menilai bahwa istilah UMR saat ini sudah tidak tepat lagi. Beberapa pihak bahkan sudah menggantinya dengan istilah UMP atau Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kabupaten/Kota.

 

Terkait perbedaan UMR, UMP, dan juga UMK, kamu perlu tahu perbedaannya di sini. 

 

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Online 

 

Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Gaji UMR

Ada banyak serba-serbi UMR yang perlu kamu ketahui, khususnya bagi yang baru terjun ke dunia kerja. Berikut sudah kami rangkum di bawah ini.

 

1. UMR Tidak Sama dengan Gaji Pokok

Yang perlu kamu ketahui pertama adalah gaji pokok dan UMR itu berbeda. Gaji pokok pada dasarnya merupakan imbalan dasar yang akan kamu terima sebagai buruh berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan.

 

Besar gaji pokok biasanya berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian kerja maupun di dalam peraturan perusahaan.

 

Sedangkan UMR merupakan gaji regional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Upah tersebut juga sudah termasuk besaran persentase kenaikan.

 

2. UMR Setiap Daerah Berbeda-beda

Fakta selanjutnya yang harus kamu ketahui yaitu upah regional berbeda-beda di setiap daerah. Perbedaan ini bisa kamu cek di dalam PP Nomor 36 Tahun 2021.

 

Di dalam peraturan tersebut, menjelaskan bahwa alasan kenapa upah regional berbeda-beda untuk setiap daerah. Kamu bisa mempelajari perbedaannya di peraturan tersebut.

 

Dalam menentukan upah regional, DPD akan menghimpun informasi terkait keberagaman perusahaan, jumlah perusahaan dan juga tenaga kerja. Selain itu juga akan menghimpun data terkait devisa dan nilai tambah yang dihasilkan sesuai kemampuan perusahaan.

 

Singkatnya, dari data-data tersebut, maka kemudian akan menghasilkan nilai upah yang ideal untuk masing-masing daerah.

 

3. Beberapa Komponen dalam UMR

Di dalam penyusunan upah regional, ada beberapa komponen yang digunakan. Komponen penyusun ini tertuang dalam PP Pengupahan No. 78 Tahun 2015 pasal 41.

 

Di dalam PP Pengupahan tersebut, tertuang upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok tanpa adanya tunjangan atau upah termasuk tunjangan tetap.

 

Upah regional umumnya terdiri dari upah pokok lalu perusahaan akan menambahnya dengan tunjangan tetap. Upah pokok berada pada persentase sekitar 75%.

 

4. Perbedaan UMR, UMP dan UMK

Penjelasan UMR sudah kami paparkan panjang lebar sebelumnya. Selanjutnya, kami langsung jelaskan apa itu UMP dan juga UMK yang kini menjadi istilah yang tak kalah populer di dalam sistem pengupahan.

 

UMP atau Upah Minimum Provinsi berlaku di seluruh wilayah pada satu provinsi, termasuk kabupaten atau kota. Istilah ini mengganti istilah lama, yaitu UMR yang ditetapkan oleh gubernur.

 

Sedangkan UMK, atau Upah Minimum Kabupaten/Kota, merupakan gaji standar untuk para pekerja di kabupaten atau kota. UMK juga sama-sama sudah ditetapkan oleh gubernur, namun proses pengajuannya dilakukan oleh bupati atau walikota.

 

5. Syarat Gaji UMR

Persyaratan upah regional ini harus menurut pada peraturan PP 36/2021. Perhitungannya harus melalui proses penyesuaian nilai upah minimum provinsi dari Dewan Pengupahan Provinsi.

 

Sebelum pihak-pihak terkait menentukannya, maka pertama-tama akan melakukan perhitungan terlebih dahulu. kemudian gubernur akan merekomendasikannya melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi.

 

Syarat penyesuaian nilai upah minimum regional atau provinsi, harus melalui perhitungan penyesuaian dairi Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota. Kemudian hasil perhitungan tersebut akan disampaikan kepada bupati/walikota, lalu meneruskannya pada gubernur.

 

Cara Cek UMR Lewat Wagepedia

Saat ini kamu tidak perlu menghitung sendiri berapa upah regional atau provinsi di tempatmu. Sebab, ada cara yang paling mudah untuk menghitungnya secara instan.

 

Berikut ini kami akan menjelaskan bagaimana cara mengecek besaran upah regional atau provinsi di berbagai daerah:

 

1. Kunjungi Situs Wagepedia

Pertama-tama, silahkan kamu akses situs wagepedia.kemnaker.go.id. Melalui situs tersebut, kamu bisa mengeceknya secara online dan instan.

 

2. Pilih Menu Penghitungan Upah

Setelah masuk di laman tersebut, kamu pilih menu “Kalkulator Upah Minimum” yang ada di bagian header atau di bagian atas situs. Setelah itu, klik “Coba Sekarang”, lalu pilih “Penetapan Upah Minimum”.

 

3. Hitung Besaran Sesuai Provinsi

Pilih provinsi atau daerah yang ingin kamu ketahui UMR atau UMP di tempat tersebut. Kamu tinggal memilih provinsi dan kabupaten pada kolom-kolom yang tersedia. Setelah itu, kemudian klik “Hitung UMP 2022” maka akan muncul hasilnya.

 

Itulah penjelasan terkait serba-serbi gaji UMR. Bagi yang ingin mengelola keuangan di lebih dari satu rekening, kini kamu bisa menggunakan Telkomsel Redi. Nikmati juga paket data 5G dari Telkomsel dengan jaringan yang luas.