Apa itu Tawaf Ifadah dan bagaimana cara melakukannya?
Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, terdapat sejumlah amalan yang wajib dikerjakan oleh setiap jamaah sebagai bentuk ketundukan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang memiliki kedudukan sangat penting adalah tawaf ifadah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan penuh kekhusyukan.
Tawaf sendiri merupakan bagian esensial dalam ibadah haji dan umrah, dengan ragam jenis yang berbeda tergantung pada waktu pelaksanaan dan tujuan ibadahnya.
Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan dan tidak dapat digantikan. Amalan ini biasanya dilakukan setelah jamaah melaksanakan lempar jumrah aqabah dan tahallul, serta idealnya dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Namun apabila tidak memungkinkan, syariat membolehkan pelaksanaannya pada hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Pelaksanaan tawaf ifadah menjadi penanda bahwa seorang jamaah telah memasuki tahap akhir. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai waktu pelaksanaan, tata cara, serta syarat-syarat sahnya tawaf ini sangatlah penting.
Dengan melaksanakannya sesuai tuntunan syariat, ibadah haji yang dikerjakan tidak hanya sah secara hukum fiqih, tetapi juga lebih bermakna secara spiritual di hadapan Allah SWT.
Sebelum berangkat haji, pastikan internet Anda sudah siap agar komunikasi lancar, ibadah pun tenang. Aktifkan Paket RoaMAX Haji dari Telkomsel untuk perjalanan spiritual yang lebih nyaman.
Mari kita simak apa saja dan tata cara melakukan tawaf ifadah.
Baca Juga: Cek Cara Beli Paket Haji Telkomsel di Sini, yuk!
Dilansir dari website Kementerian Agama, Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang memiliki kedudukan sangat penting.
Ibadah ini dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, dimulai dan diakhiri di titik Hajar Aswad, dengan posisi Ka'bah senantiasa berada di sebelah kiri jamaah.
Tawaf ini tidak sekadar ritual fisik, melainkan wujud nyata dari ketaatan dan pendekatan diri seorang hamba kepada Allah SWT, serta sebagai penyempurna dari keseluruhan pelaksanaan ibadah haji.
Secara waktu, tawaf ifadah dilaksanakan setelah jamaah melempar jumrah aqabah dan menjalani tahallul.
Pelaksanaan yang ideal adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah, namun apabila belum sempat dilaksanakan, ibadah ini masih diperbolehkan selama hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Hal ini memberikan kelonggaran bagi jamaah dalam mengatur pelaksanaan ibadahnya selama di Tanah Suci.
Sebagai bagian dari rukun haji, tawaf ifadah wajib dikerjakan oleh setiap jamaah. Kewajiban ini bersifat mutlak, sehingga apabila seseorang meninggalkannya, maka seluruh rangkaian ibadah haji yang telah dilaksanakan sebelumnya tidak dianggap sah.
Oleh sebab itu, pemahaman yang benar mengenai waktu pelaksanaan, tata cara, serta hikmah dari tawaf ifadah sangat penting dimiliki oleh setiap jamaah. Ibadah ini menjadi puncak rangkaian ibadah haji dan bentuk totalitas penghambaan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Manasik Haji Itu Apa? Cek Pengertiannya di Sini!
Menurut informasi dari situs BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), sebelum menunaikan tawaf ifadah, sangat penting bagi setiap jamaah haji untuk memahami tata cara pelaksanaannya dengan benar dan sesuai tuntunan syariat Islam.
Mengingat tawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh ketertiban, kekhusyukan, dan sesuai dengan adab yang telah ditetapkan.
Pemahaman yang baik akan prosedur ibadah ini juga akan membantu jamaah dalam menjalankannya dengan tenang di tengah keramaian Masjidil Haram.
Tawaf ifadah dimulai dari arah Hajar Aswad. Sebelum memulai, jamaah disunnahkan untuk berniat dalam hati melaksanakan tawaf rukun (tawaf ifadah).
Selain itu, dianjurkan pula membaca bacaan tertentu, serta menyentuh atau memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan lafaz “Bismillahi Allahu Akbar.”


Posisi Sudut Hajar Aswad
Setelah niat, jamaah memulai tawaf dengan berjalan berlawanan arah jarum jam sehingga posisi Ka'bah senantiasa berada di sebelah kiri.
Tiga putaran pertama dianjurkan dilakukan dengan berjalan cepat (raml) bagi jamaah laki-laki, sementara empat putaran sisanya dilakukan dengan berjalan biasa. Tawaf dilakukan secara berurutan tanpa diselingi kegiatan lain.


Tawaf Mengitari Ka’bah
Ketika melewati Rukun Yamani (sudut Ka'bah sebelum Hajar Aswad), disunnahkan untuk mengusapnya. Jika tidak memungkinkan, cukup mengangkat tangan ke arahnya dan membaca “Bismillahi Allahu Akbar.”
Hal yang sama berlaku setiap kali melewati Hajar Aswad, jika memungkinkan, jamaah dapat menyentuh dan mengecupnya. Bila tidak memungkinkan karena kepadatan, cukup dengan memberi isyarat dengan mengangkat satu tangan sambil mengucapkan takbir.


Rukun Yaman dan Hajar Aswad
Usai menyelesaikan tujuh putaran tawaf, disunnahkan untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat di belakang maqam Ibrahim.
Pada rakaat pertama, dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas. Setelah salat, disarankan kembali ke Hajar Aswad untuk menyentuh, mengecup, atau memberi isyarat sebagai penutup tawaf.
Tawaf ifadah hendaknya dilaksanakan dengan penuh khidmat, memperhatikan tata krama dan ketentuan syariat, serta menjaga suasana sakral di dalam Masjidil Haram.
Dengan mengikuti tata cara ini, ibadah tawaf menjadi lebih sempurna dan membawa nilai spiritual yang tinggi sebagai bagian dari puncak pelaksanaan haji.


Maqam Ibrahim
Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), terdapat sejumlah bacaan doa yang dianjurkan selama melakukan putaran tawaf, baik yang bersifat umum maupun khusus, sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Tawaf diawali dari sudut Hajar Aswad, di mana jamaah dianjurkan untuk mencium batu tersebut atau memberikan isyarat dengan tangan jika tidak memungkinkan untuk mendekatinya.
Pada permulaan setiap putaran, disunnahkan membaca:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر
Latin:
Bismillah Wallahu Akbar.
Artinya:
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
Setelah itu, jamaah memulai tawaf dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, sambil memastikan bahwa posisi Ka'bah senantiasa berada di sebelah kiri.
Berikut adalah rangkaian doa tawaf yang dibaca dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani dan Rukun Yamani ke Hajar Aswad:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم
Latin: Subḫânallâhi walḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu allâhu akbar. wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adhîm(i)
Artinya: Maha Suci Allah. Segala pujian hanya pantas disanjungkan kepada Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (pertolongan) dari Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanâ âtinaa fid dun-yâ ḫasanah, wa fil âkhirati ḫasanah, wa qinâ a‘dzâban nâr
Artinya: Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.
Baca Juga: Memahami Wajib Haji: Kewajiban dalam Melengkapi Ibadah Haji
Pelaksanaan tawaf yang disertai dengan penghayatan terhadap setiap bacaan doa bukan hanya sekadar mengikuti tuntunan syariat, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, jika Anda menghadapi kendala komunikasi maupun masalah teknis, Telkomsel hadir untuk mendampingi kebutuhan para jemaah melalui GraPARI dan Posko yang tersedia. Kamu bisa datang ke gerai atau posko terdekat sesuai informasi berikut.
Lokasi | Alamat | Waktu Pelayanan | Kontak |
GraPARI Makkah | Setiap Hari 07.00–21.00 WAS (Waktu Arab Saudi) | +62812 3585 7500 | |
Posko Makkah | 08.00–17.00 WAS | +62812 3585 7456 | |
Posko Madinah | 08.00–17.00 WAS | +62812 3585 7456 | |
Posko Madinah | 08.00–17.00 WAS | +62812 3585 7456 | |
Posko Madinah | 08.00–17.00 WAS | +62812 3585 7456 |
Dengan memahami makna setiap lafaz yang diucapkan, ibadah tawaf akan terasa lebih khusyuk dan sarat makna spiritual. Semoga setiap langkah yang diambil mengelilingi Ka'bah menjadi amal ibadah yang diterima dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Ingin tetap terhubung dengan keluarga dan kerabat selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci? Telkomsel hadir memberikan kemudahan melalui Paket RoaMAX Haji.
Nikmati akses internet, layanan telepon, dan SMS di jaringan terluas tanpa perlu mengganti kartu. Segera aktifkan Paket RoaMAX Haji untuk mendukung kelancaran komunikasi dan menghadirkan ketenangan dalam setiap langkah ibadah Anda.
Short Video baru dan seru