Kerja Sangat Berat Tapi Gaji UMR? Sebelum Resign, Coba Hal Ini

Paket Data Orbit Telkomsel Buat YouTuber Biar Ngonten Makin Lancar

 

Ketika dapat gaji UMR tapi pekerjaan yang kamu jalani terasa terlalu berat, apa sih yang harus dilakukan? Beberapa karyawan pasti pernah dilema dengan pekerjaannya yang berat, tapi di sisi lain dia enggan melepasnya karena beberapa alasan tertentu.

 

Jika kamu sedang dalam posisi tersebut dan bingung harus melakukan apa, kamu tidak perlu khawatir. Mungkin sudah saatnya kamu menegosiasikan kembali gajimu pada atasan. Gimana ya caranya? 

 

Cara Meminta Kenaikan Gaji UMR

Dengan gaji segitu-segitu aja, tak sedikit yang bepikir untuk melepas pekerjaan. Kalau kamu salah satunya, ada baiknya kamu berpikir dulu dan mencari solusi, misalnya dengan menegosiasikan kembali pada atasan. 

 

Agar bisa mendapatkan gaji di atas UMR di tempatmu bekerja saat ini, berikut ini ada beberapa solusi terbaik untuk permasalahan tersebut.

 

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Online

 

1. Menegosiasikan Kenaikan Gaji

Hitung berapa gaji UMR di tempatmu, kemudian apakah sudah sesuai dengan perusahaan di daerah yang sama atau belum? Setelah itu, bandingkan juga apakah pekerjaan di tempat lain yang gajinya UMR sama beratnya denganmu atau tidak?

 

Tujuan dari perbandingan ini akan membantu kamu menilai kelayakan gaji yang kamu terima. Jika pekerjaanmu lebih berat dari porsi yang seharusnya, maka kamu bisa mengajukan keberatan dengan menegosiasikan kembali gaji.

 

Pertama-tama, sampaikan alasan kenapa kamu ingin naik gaji. Salah satu contohnya yaitu alasan karena pekerjaan terlalu berat atau beban kerja yang berlebihan.

 

Pastikan juga kamu mengajukan permohonan gaji tepat waktu. Perusahaan biasanya memiliki periode kenaikan gaji yang berbeda-beda. Ajukanlah beberapa bulan sebelum periode kenaikan tersebut.

 

2. Minta Insentif di Luar Gaji

Besaran gaji UMR di Indonesia umumnya sudah diatur dan mungkin beberapa perusahaan akan keberatan untuk menaikan gaji kamu. Namun kamu tidak perlu berkecil hati, karena  kamu bisa mengajukan insentif sebagai gantinya.

 

Insentif merupakan kompensasi dari perusahaan tempat kamu bekerja. Sama seperti bonus, insentif adalah tambahan penghasilan kamu di luar gaji sebagai bentuk penghargaan untuk karyawan yang sudah bekerja sangat keras.

 

Insentif bisa kamu ajukan jika kenaikan gaji kamu ditolak oleh perusahaan. Perusahaan tertentu biasanya akan mempertimbangkan hal ini sebagai gantinya.

 

3. Ajukan Kerja dari Rumah

Bekerja secara remote bisa menjadi solusi bagi kamu yang tidak mendapatkan insentif maupun kenaikan gaji. Bekerja di rumah atau secara remote setidaknya akan menghemat berbagai biaya yang biasa kamu keluarkan.

 

Kamu bisa menghemat pengeluaran biaya transportasi bulanan. Selain itu, kamu juga bisa kerja sampingan di rumah jika perusahaan mengizinkan bekerja secara remote.

 

4. Kerja Sambil Kuliah Lagi

Untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi, biasanya membutuhkan syarat tertentu. Salah satunya mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi.

 

Cobalah tanyakan kepada HRD di perusahaan tempat kamu bekerja apakah perusahaan membolehkan kamu untuk kuliah lagi sambil bekerja atau tidak? Kemudian ketahui juga syarat dan ketentuannya.

 

Jika perusahaanmu memperbolehkan karyawannya untuk kuliah, maka buatlah sebuah surat pengajuan kuliah. Kirimkan surat tersebut ke atasanmu langsung, atau bisa juga melalui HRD.

 

Kirim surat pengajuan untuk kerja sambil kuliah di waktu yang tepat. Jika pengajuan ini juga ditolak oleh perusahaan, maka ajukanlah solusi lain yang berkaitan dengan pengembangan diri kamu.

 

Pengembangan diri akan meningkatkan keahlianmu yang kemudian akan membantumu untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di perusahaan.

 

5. Minta Pindah Divisi

Pada beberapa perusahaan, berbeda divisi biasanya berbeda juga sistem kerjanya. Ada divisi yang memberi insentif untuk timnya, ada juga yang tidak memberikannya sama sekali.

 

Nah, cobalah untuk meminta kepada atasan atau HRD kamu untuk meminta dipindahkan ke divisi lain. Contohnya divisi yang menyediakan insentif untuk timnya yang mampu bekerja memenuhi atau melampaui target.

 

Mintalah kepada HRD atau atasan agar mereka mau menempatkanmu di divisi tersebut. Namun, kamu juga harus mengembangkan skill terlebih dahulu karena berbeda divisi juga bisa berarti beda juga job desc-nya.

 

6. Pertimbangkan untuk Resign

Jika sudah mentok, atau tidak bisa naik gaji, tidak bisa mendapatkan insentif dan tidak ada kesempatan kuliah atau mengembangkan diri, pertimbangkanlah untuk resign. Keluar dari pekerjaan adalah solusi terakhir.

 

Pekerjaan yang terlalu berat dan tidak sebanding dengan upah UMR hanya akan membuat kamu tertekan dan stres. Namun sebelum resign, pastikan kamu punya target perusahaan lain dan berpeluang diterima kerja di perusahaan tersebut.

 

Setelah itu, resign secara baik-baik dengan menulis surat pengunduran diri secara resmi. Kirim langsung ke HRD atau atasan. Resign secara baik-baik akan menjaga hubungan baik antara kamu dengan perusahaan terkait.

 

Kesimpulan

Ada banyak solusi gaji yang tidak sesuai dengan pekerjaan. Negosiasi secara baik-baik adalah solusinya. Resign adalah solusi terakhir ketika kamu sudah tidak bisa mendapatkan keuntungan apapun atau jalan keluar dari negosiasi.

 

Mendapatkan pekerjaan dengan gaji UMR setidaknya menjadi keinginan banyak orang. Namun terkadang, pekerjaan tidak sesuai dengan effort pekerjaan kamu. Tapi kalau kamu ingin meningkatkan skill, ini bisa makin menambah value kamu di mata perusahaan, lho. Yuk, ugprade keahlian kamu menjadi entrepreneur di www.telkomsel.com/kuncie.