Kenali Lebih Dalam Lukisan di Film Mencuri Raden Saleh

Big Match yang selalu dinanti dalam pertandingan Liga Inggris 2022/2023

 

Film Mencuri Raden Saleh sedang jadi pusat perbincangan dimana-mana banget, nih! Dari mulai alur cerita filmnya, pemain-pemainnya, bahkan lukisannya juga jadi topik pembahasannya para anak muda!

 

Kepopuleran film ini terlihat dari jumlah penontonnya yang sukses mencapai 2,2 juta penonton ketika belum sebulan perilisannya di bioskop! Banyak orang yang berminat nonton film ini karena berbagai hal, seperti keunikan genre-nya, judulnya, hingga para pemainnya.

 

Film hits tahun 2022 ini diperankan oleh aktor dan aktris ternama Indonesia dari mulai Iqbaal Ramadhan, Ari Irham, Angga Yunanda, Umay Shahab, Aghniny Haque, Rachel Amanda, Atiqah Hasiholan, hingga Tio Pakusadewo, serta aktor dan aktris keren lainnya.

 

Buat kamu yang suka sama film action yang ada unsur sejarahnya, bisa banget nih nonton film ini! Ada pembahasan sejarah tentang lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang dibuat oleh pelukis bersejarah Raden Saleh! Yuk, bahas sama-sama lebih dalam!

 

Baca Juga: Rekomendasi Film Indonesia yang Bisa Kamu Tonton Secara Gratis 

 

Cerita Film Mencuri Raden Saleh

Di cerita film ini, Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai seorang karakter bernama Piko terdesak situasi yang menjebak, sehingga ia pun harus mencuri lukisan Raden Saleh yang sangat terkenal ini. Teman-teman Piko pun membantunya untuk menjalankan misi tersebut.

 

Nah, Piko menceritakan tentang kisah di balik lukisan tersebut. Memangnya, cerita di balik lukisan itu tentang apa ya sebenarnya? Seperti judulnya, lukisan di film Mencuri Raden Saleh ini menggambarkan peristiwa ditangkapnya Pangeran Diponegoro di kediamannya.

 

Kisah di Balik Lukisan Raden Saleh

Pada tanggal 28 Maret 1830, pihak Belanda menjanjikan perundingan dengan Pangeran Diponegoro. Akan tetapi, itu ternyata hanya tipu muslihat yang berakhir dengan penangkapan dan pengasingan Pangeran Diponegoro ke Makassar, Sulawesi Selatan.

 

Seorang pelukis Belanda bernama Nicolaas Pieneman (1809–1860) ditugaskan untuk mendokumentasikan momen penangkapan Pangeran Diponegoro ini oleh Pemerintah Belanda. Sebagai respon untuk lukisan Nicolaas Pieneman, Raden Saleh membuat lukisan bertema sama yaitu lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro sebagai simbol perlawanan.

 

Ketika Nicolaas Pieneman ditugaskan mendokumentasikan peristiwa itu, Raden Saleh sedang berada di Eropa. Jadi, ada dugaan bahwa Raden Saleh melihat lukisan Pieneman saat ia sedang tinggal di Eropa. 

 

Perbedaan antara Lukisan Nicolaas Pieneman dan Lukisan Raden Saleh

Lukisan Nicolaas Pieneman dan lukisan Raden Saleh memiliki perbedaan-perbedaan yang cukup signifikan, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Wajah Pangeran Diponegoro digambarkan lesu dan pasrah di lukisan Nicolaas Pieneman, sedangkan Raden Saleh melukiskan Pangeran Diponegoro dengan raut wajah yang tegas sambil menahan amarah.

  2. Judul dari kedua lukisan pun berbeda. Judul lukisan Pieneman dari peristiwa ini yaitu Penyerahan Diri Diponegoro. Sementara itu, Raden Saleh memberi judul Penangkapan Diponegoro pada lukisannya. Perbedaan judul ini sangat berpengaruh pada penggambaran peristiwa yang terjadi. 

  3. Bendera Belanda yang dibuat oleh Nicolaas Pieneman di lukisannya tidak ditemukan di lukisan Raden Saleh. Ini menunjukkan rasa nasionalisme Raden Saleh terhadap peristiwa tersebut.

 

Perbedaan ekspresi yang ditampilkan, judul lukisan, hingga unsur barang yang ada di kedua lukisan ini menunjukkan perbedaan pandangan dari Raden Saleh terhadap peristiwa yang terjadi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Pangeran Diponegoro bukanlah ‘menyerahkan diri’ tetapi ‘ditangkap’ oleh pihak Belanda melalui sebuah perangkap yang dibuat oleh pihak Belanda.

 

Informasi Lainnya Terkait Lukisan Raden Saleh

Dikutip dari situs Kemdikbud, lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro ini adalah lukisan sejarah pertama di Asia Tenggara di antara sejarah lukisan aliran Eropa. Selain itu, lukisan Penangkapan Diponegoro ini adalah lukisan pertama yang dibuat oleh pelukis ternama Indonesia Raden Saleh Syarif Bustaman (1814–1880).

 

Lukisan ini dibuat dengan gaya Romantisme menggunakan cat minyak dengan bingkai kayu berukir. Menurut situs Kemdikbud tersebut, lukisan ini kini disimpan di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Berbeda dengan filmnya, lukisan Penangkapan Diponegoro di film disimpan di Istana Negara. 

 

Kisah di balik lukisan Penangkapan Diponegoro yang ada di film Mencuri Raden Saleh memilukan, ya? Film ini mengingatkan kembali penonton tentang perjuangan pangeran Diponegoro pada masa itu.

 

Kamu bisa nonton film-film Indonesia yang bahas sejarah Indonesia lainnya di berbagai platform untuk streaming. Buat langganannya, pakai aja paket dari Telkomsel! Ada Disney+ Hotstar, Netflix, VIU, sampai Vidio juga!

 

Tambah kuota nonton kamu dengan paket OMG! Nonton! Biar puas nonton berbagai film yang ada hubungannya sama sejarah Indonesia!


Baca Juga: Sambut Kemerdekaan, Yuk Nonton Film Perjuangan di Maxstream

Temukan paket terbaik untuk Anda