Film ini memakai bahasa Bugis dan langsung melejit ke posisi nomor 1 di Netflix. Yuk, simak sinopsisnya!
Tahu gak kalo di Netflix Indonesia sekarang, salah satu film yang lagi berada di peringkat teratas adalah Jodoh 3 Bujang. Film komedi ini menarik banget karena premisnya yang unik. Penasaran kan? Yuk, kita bahas soal Jodoh 3 Bujang!
- Jodoh 3 Bujang Menceritakan Tentang Apa?
- Jodoh 3 Bujang Diangkat dari Kisah Siapa?
- Berapa Jam Jodoh 3 Bujang?
- Jodoh 3 Bujang Bahasa Apa?
Baca juga: Netflix - Beyond the Bar: Drakor Terbaru yang Lagi Viral
Kamu udah bisa langsung nonton Jodoh 3 Bujang di Netflix. Caranya gimana? Cukup dengan berlangganan aplikasi MyTelkomsel Basic aja. Aplikasinya ringan, tapi isinya banyak banget. Bisa menuhin berbagai keperluanmu!
Yuk, kita ulik lebih dalam soal film Jodoh 3 Bujang!
Jodoh 3 Bujang Menceritakan Tentang Apa?
Secara garis besar, Jodoh 3 Bujang menceritakan tentang tiga bersaudara yang masih berstatus bujang: Fadly, Kifly, dan Ahmad. Mereka hidup dalam keluarga sederhana yang memegang teguh nilai dan adat pernikahan Makassar, di mana tradisi uang panai menjadi salah satu elemen penting dalam prosesi pernikahan.
Masalah dimulai ketika sang ayah, yang ingin menikahkan ketiga anaknya, menyampaikan satu syarat penting: mereka harus menikah bersamaan atau melakukan “nikah kembar.”
Alasannya sederhana tapi sangat manusiawi, kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk melakukan tiga pernikahan terpisah yang penuh biaya, apalagi dengan adanya kewajiban memenuhi uang panai untuk masing-masing pasangan.
Ketegangan muncul ketika calon pasangan Fadly ang seharusnya menjadi pemimpin prosesi pernikahan kembar, tiba-tiba membatalkan rencana menikah karena dijodohkan dengan pria yang dianggap lebih mapan oleh keluarganya.
Hal ini membuat rencana seluruh keluarga kacau. Fadly pun harus mencari calon pendamping baru dalam waktu singkat agar pernikahan kembar itu tetap bisa terlaksana.
Dalam proses pencarian itu, film menyajikan banyak humor, drama, dan momen-momen reflektif, terutama saat Fadly mulai menyadari bahwa cinta bukanlah tentang memenuhi ekspektasi orang lain atau sekadar tradisi, melainkan tentang hati dan kesadaran diri.
Sementara itu, Kifly dan Ahmad juga menghadapi masalah romantis masing-masing, sehingga perjalanan menuju pernikahan kembar menjadi semakin kompleks. Selain kisah percintaan, film ini juga menyoroti dinamika keluarga, tekanan sosial akibat tradisi, serta bagaimana anak laki-laki kerap menghadapi beban ekonomi dalam adat tertentu.
Film ini berusaha menampilkan bahwa adat dan tradisi memiliki nilai luhur, tetapi juga perlu terus dipahami dalam konteks zaman modern.
Baca juga: Paket Netflix Telkomsel: Cara Langganan & Berhenti
Jodoh 3 Bujang Diangkat dari Kisah Siapa?
Film ini diangkat dari kisah nyata tiga bersaudara yang benar-benar mengalami situasi serupa. Kisah itu sempat viral dan bahkan pernah dibuat dalam format dokumenter pendek. Dari situlah ide untuk mengangkatnya menjadi film layar lebar muncul.
Sutradara film ini, yang punya latar belakang kuat dalam dunia dokumenter, merasa bahwa cerita tiga bujang tersebut memiliki nilai budaya dan emosional yang kuat. Selain mengandung elemen komedi yang alami, kisah itu juga menyimpan pesan mendalam tentang tekanan tradisi serta bagaimana keluarga memaknai pernikahan.
Dalam proses pengembangan cerita, sang sutradara bersama penulis skenario melakukan riset langsung mengenai adat Makassar, khususnya terkait uang panai dan prosesi pernikahan.
Mereka ingin memastikan bahwa penggambaran budaya lokal dilakukan secara otentik, tanpa mengurangi unsur komedi dan hiburan yang menjadi kekuatan film. Karena terinspirasi dari kehidupan nyata, karakter-karakter dalam film, meskipun diperkuat dengan elemen fiksi, tapi tetap terasa dekat dan relevan.
Dialog, konflik, dan nilai-nilai yang digambarkan mencerminkan realitas sosial yang sering dialami keluarga-keluarga Indonesia, terutama di wilayah yang masih menjunjung adat pernikahan tradisional.
Berapa Jam Jodoh 3 Bujang?
Durasi film Jodoh 3 Bujang adalah sekitar 107 menit, atau jika dihitung dalam satuan waktu, kurang lebih 1 jam 47 menit.
Durasi ini terbilang ideal untuk sebuah film drama komedi. Dengan panjang hampir dua jam, film memiliki ruang cukup luas untuk mengembangkan karakter, memperlihatkan dinamika tiga bersaudara, mengeksplorasi adat Makassar, serta membangun konflik romantis yang menjadi inti cerita.
Durasi tersebut juga memungkinkan ritme cerita tetap stabil, tidak terlalu cepat dan tidak berlarut-larut. Adegan-adegan komedi diberi porsi seimbang dengan adegan emosional, sehingga penonton dapat menikmati perjalanan tiap karakter tanpa merasa terburu-buru.
Jodoh 3 Bujang Bahasa Apa?
Film Jodoh 3 Bujang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Namun, dalam beberapa adegan, terdapat sisipan dialog dan istilah dalam bahasa daerah Makassar, terutama saat menggambarkan tradisi adat dan interaksi karakter yang memiliki latar budaya Bugis-Makassar.
Penggunaan bahasa daerah ini memberikan warna otentik pada film dan memperkaya suasana lokal tanpa membuat penonton yang tidak familiar menjadi bingung, karena sebagian besar dialog tetap menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami.
Kehadiran bahasa daerah justru menjadi nilai tambah, menghadirkan nuansa lokal yang kuat sekaligus memperkenalkan budaya Makassar kepada penonton yang lebih luas.
Baca juga: 10 Serial Netflix Original yang Serunya Bikin Ketagihan
Langsung aja siapin camilan dan posisi wuenak buat nonton Jodoh 3 Bujang di weekend ini sambil santai kaya di pantai. Tapi jangan lupa buat langganan Netflix lewat aplikasi MyTelkomsel Basic ya!