Ketika bulan Ramadan datang, hal utama yang wajib kamu lakukan adalah menjalankan ibadah puasa. Supaya ibadah yang berfokus pada upaya menahan nafsu itu terhitung sah, kamu perlu mengenal hal-hal yang membatalkan puasa.
Pada hakikatnya, hal-hal yang membatalkan puasa biasanya menganut unsur kesengajaan. Dengan kata lain, kalau kamu tidak sengaja makan atau minum karena lupa, puasa yang sedang kamu jalankan tidak terhitung batal.
Penasaran dengan hal-hal yang membatalkan puasa? Kalau iya, kamu datang ke artikel yang tepat! Soalnya, melalui artikel yang dirangkum ke dalam delapan poin ini, Telkomsel akan memberikan penjabaran lengkapnya untuk kamu~
Sebagai informasi tambahan, ketika bulan Ramadan datang, kamu tidak hanya harus menahan lapar dan haus supaya ibadah puasa yang kamu jalankan terhitung sah, tetapi juga menjaga jalinan tali silaturahmi dengan teman dan keluarga dekat.
Supaya kamu dapat mempererat tali silaturahmi dengan sesama umat Muslim, yuk, isi ulang Pulsa Telkomsel! Kamu bisa memanfaatkan aplikasi MyTelkomsel atau mencoba layanan lainnya, seperti ATM, M-Banking, atau toko serba ada.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, yuk, langsung simak artikel ini!
Perlu diketahui bahwa dalam agama Islam, menjaga puasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan secara syariat.
Ada beberapa kondisi dan tindakan yang membuat puasamu tidak sah sehingga wajib di-qadha (diganti) di kemudian hari. Supaya ibadahmu makin afdal, cek 15 hal yang membatalkan puasa berikut ini, ya!
Baca Juga: Cara Perencanaan Keuangan Saat Ramadhan dan Contohnya
Ini adalah aturan paling dasar. Jika kamu memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulut dan menelannya dengan sengaja, maka puasamu batal.
Namun, jika kamu benar-benar lupa (tidak sengaja), puasamu tetap sah dan bisa dilanjutkan setelah kamu berhenti makan/minum saat teringat.
Melakukan hubungan intim di siang hari pada bulan Ramadan sangat dilarang dan membatalkan puasa.
Konsekuensinya pun berat (kafarat), yaitu memerdekakan budak, berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.
Jika kamu memasukkan jari ke tenggorokan atau memancing rasa mual hingga muntah, maka puasamu batal.
Tapi, kalau kamu muntah secara tiba-tiba karena sakit atau mual alami (tidak disengaja), puasamu tetap aman, Guys.
Proses keluarnya air mani yang disengaja, baik melalui onani/masturbasi atau bersentuhan dengan lawan jenis tanpa hubungan badan, akan membatalkan puasa.
Namun, jika keluar air mani karena mimpi basah (tidur), puasa tetap sah karena itu di luar kendali manusia.
Bagi perempuan, kedatangan tamu bulanan atau haid otomatis membatalkan puasa, meskipun darahnya keluar sesaat sebelum adzan Maghrib. Kamu wajib mengganti puasa (qadha) di hari lain setelah Ramadan usai.
Nifas adalah darah yang keluar setelah seorang perempuan melahirkan. Sama seperti haid, kondisi ini menghalangi seorang perempuan untuk berpuasa dan salat.
Proses melahirkan anak itu sendiri juga membatalkan puasa, meskipun (misalnya) tidak disertai darah nifas seketika. Kondisi fisik yang sangat lemah dan prosedur medis biasanya mengharuskan ibu untuk tidak berpuasa.
Syarat sah puasa adalah berakal. Jika seseorang mengalami gangguan jiwa atau gila saat sedang berpuasa, maka puasanya batal. Jika sembuh, ia tidak wajib mengganti puasanya untuk hari-hari saat ia hilang akal.
Jika seseorang pingsan atau koma dari sebelum waktu Subuh hingga setelah Maghrib (seharian penuh tanpa sadar sedikit pun), maka puasanya tidak sah.
Namun, jika ia sempat sadar sebentar saja di siang hari, puasanya masih dianggap sah.
Jika seseorang sengaja mencium sesuatu atau mengonsumsi sesuatu yang memabukkan hingga hilang kesadaran, maka puasanya batal. Hal ini juga berkaitan dengan poin menjaga akal sehat selama beribadah.
Murtad adalah keluarnya seseorang dari agama Islam. Jika seseorang berniat keluar dari Islam atau melakukan hal-hal syirik yang membatalkan keislaman saat berpuasa, maka puasanya otomatis batal dan terhapus pahalanya.
Hati-hati, Guys! Menelan ludah memang tidak membatalkan puasa, tapi menelan dahak bisa membatalkan.
Batasannya adalah jika dahak sudah keluar dari tenggorokan ke rongga mulut, maka wajib dibuang. Jika ditelan kembali, puasanya batal.
Dalam ilmu fiqih, memasukkan benda ke lubang tubuh yang terbuka (seperti telinga, hidung, dubur, dan kemaluan) hingga batas dalam tertentu bisa membatalkan puasa.
Jadi, hindari membersihkan telinga terlalu dalam atau menggunakan obat supositoria saat siang hari, ya.
Banyak ulama sepakat bahwa merokok (termasuk vape/rokok elektrik) membatalkan puasa.
Asap atau uap yang dihisap mengandung zat yang masuk ke paru-paru dan dianggap sebagai 'ain (benda) yang masuk ke dalam tubuh dengan sengaja.
Suntikan obat bius atau vaksin mungkin tidak membatalkan puasa. Namun, suntikan infus yang berisi cairan nutrisi atau makanan pengganti dianggap membatalkan puasa.
Hal ini dikarenakan tujuannya memberikan tenaga dan kenyang pada tubuh, menggantikan fungsi makan dan minum.
Baca Juga: 13 Resep Buka Puasa dan Sahur Praktis dan Enak
Itu dia informasi mengenai hal-hal yang membatalkan puasa menurut Islam. Semoga bermanfaat, ya!. Anyway, kalau kamu ingin mengisi kuota, membeli pulsa, atau berlangganan aplikasi tertentu, langsung akses aplikasi MyTelkomsel aja, ya~
Short Video baru dan seru