Cara Terhindar dari Tagihan Pinjaman Online OJK yang Menumpuk

Big Match yang selalu dinanti dalam pertandingan Liga Inggris 2022/2023

 

Setiap orang sah-sah saja untuk meminjam uang di sebuah platform aplikasi online, termasuk kamu yang mungkin saat ini sedang butuh uang. Namun, pastikan hanya memilih aplikasi pinjaman online OJK (Otoritas Jasa Keuangan), alias pinjol yang sudah legal dan resmi terdaftar.

 

Pinjol yang mengikuti regulasi OJK tergolong aman. Selain itu, regulasinya pun tidak terlalu memberatkan peminjam saat membayar kredit pinjaman setiap bulannya.

 

Tips Meminjam Uang di Pinjaman Online Resmi OJK  

Meskipun sudah memilih aplikasi yang resmi, namun kamu tetap harus bijak saat mengajukan pinjaman. Agar tidak terjerat pinjol, berikut kami sudah merangkum tipsnya berikut ini.

 

1. Pinjam Sesuai Kemampuan

Berapa pendapatan bulanan kamu saat ini? Kemudian hitung berapa kebutuhan finansial yang akan kamu ajukan? Pastikan dana kredit sesuai dengan kemampuan bayar kamu dengan mempertimbangkan pendapatan.

 

Tujuan dari hal ini adalah agar kamu bisa membayar sesuai dengan pendapatan. Pertimbangkan jumlah kredit bulanan dengan memilih tenor yang ideal.

 

Pastikan kredit bulanan yang harus kamu bayarkan tidak lebih melampaui kemampuan. Tujuannya agar pinjaman kamu tidak berpotensi nunggak.

 

2. Pilih Pinjol OJK Bunga Rendah

Carilah pinjaman online OJK bunga rendah. Semakin rendah bunga yang kamu pilih maka akan semakin ringan cicilan bulanan yang wajib kamu bayarkan.

 

Di sisi lain, aplikasi pinjol yang belum terdaftar di OJK biasanya mematok bunga yang cukup tinggi. Tidak sedikit orang yang terjerat dengan utang akibat platform yang memasang bunga melebihi batas yang ditentukan OJK.

 

Sebelum proses pengajuan, alangkah baiknya kamu baca terkait syarat dan ketentuannya. Cek terkait bunga lalu bandingkan dengan bunga yang direkomendasikan OJK.  

 

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Pinjaman Online yang Diawasi OJK

 

3. Persingkat Jangka Waktu Tenor

Biasanya aplikasi yang sudah terdaftar secara resmi, menawarkan pilihan tenor masa pinjaman. Beberapa contohnya seperti 3, 6 hingga 12 bulan, bahkan ada yang hingga 36 bulan.

 

Semakin lama tenornya, maka akan semakin ringan nilai cicilannya. Namun jika kamu hitung, memilih tenor yang lama justru malah semakin besar bunga yang kamu keluarkan.

 

Maka dari itu, pilihlah jangka waktu yang singkat saja. Meskipun berat di awal, namun setidaknya kamu tidak akan mengeluarkan uang yang besar untuk membayar bunga jangka panjang.

 

4. Hindari Tutup Lubang Gali Lubang

Hindari melakukan pengajuan di beberapa platform sekaligus. Pertimbangkan baik-baik jumlah pinjamannya dan pilih satu platform saja. Tujuannya adalah mencegah tutup lubang gali lubang.

 

Perlu kamu ketahui, kebiasaan tutup lubang gali lubang akan membawamu pada jeratan pinjol. Karena meskipun utang kamu di platform lain terbayar, kamu tetap harus membayar bunganya dari platform lain juga.

 

Jadi sebaiknya tentukan nilai uang yang sesuai dengan kemampuan. Pilih bunga yang rendah kemudian persingkat waktu cicilannya. Lalu pilih hanya satu platform saja.  

 

5. Analisis Pendapatan dan Pengeluaran

Pada dasarnya, jauh-jauh hari sebelum kamu mengajukan pinjaman harus membuat catatan keuangan terlebih dahulu. Hitung berapa pendapatan dan pengeluaran bulanan.

 

Tujuan dari hal ini yaitu untuk menentukan nilai kredit pencairan yang ideal. Kita ambil contoh misalnya pendapatan kamu Rp4.000.000 per bulan dengan pengeluaran Rp3.000.000 per bulan.

 

Maka kredit bulanan yang harus kamu bayarkan tidak boleh melebihi Rp1.000.000. Nilai yang paling ideal untuk pengajuan kredit yaitu cicilan di bawah Rp1.000.000 per bulan.

 

Perlu kamu ketahui, kamu juga harus tetap menyimpan uang untuk dana yang tak terduga. Contohnya seperti kendaraan mogok, biaya berobat, dan lainnya. Maka dari itu, pertimbangkan kredit cicilan sebelum pengajuan.

 

6. Pahami Utang Produktif dan Konsumtif

Apa alasan kamu meminjam uang? Apakah untuk kebutuhan yang bersifat produktif atau konsumtif?

 

Utang produktif adalah uang yang digunakan untuk bisnis. Sedangkan utang konsumtif yaitu pencairan utang yang digunakan untuk membeli barang, belanja bulanan, dan hal lain yang bersifat konsumtif.

 

Pahami hal ini agar kamu bisa bijak dalam menentukan pencairan dana dan tenor. Selain itu, pastikan kamu tidak terlalu sering mengajukan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

 

Rekomendasi Pinjaman Online Legal OJK di LinkAja

Sedang mencari platform pinjol yang sudah terdaftar secara resmi di OJK? Kini kamu cukup memasang aplikasi LinkAja.

 

Di aplikasi LinkAja kamu bisa menemukan banyak aplikasi fintech yang menyediakan platform pinjol dengan bunga rendah. Berikut beberapa di antaranya.

 

1. Kredit Pintar

Menawarkan bunga 0,19% hingga 0,5% per hari. Kredit pencairan mulai dari Rp600.000 hingga Rp20.000.000.

 

2. Mandiri Utama Finance

Pencairan mulai dari Rp3.500.000 hingga Rp500.000.000. Bunganya yaitu 0,75% flat per bulan dengan jaminan.

 

3. Pegadaian

Badan usaha resmi yang sudah memiliki izin melaksanakan kegiatan lembaga keuangan. Menyediakan pencairan dana hingga Rp10.000.000 dengan bunga 1% per hari.

 

4. UKU

Aplikasi P2P lending yang menyediakan dana pencairan mulai dari Rp500.000 hingga Rp5.000.000. Tenornya hingga 90 hari dengan bunga 0,4% per hari.

 

Cermati jumlah dana yang akan kamu ajukan di aplikasi pinjaman online OJK. Pilihlah yang menawarkan bunga rendah dan ikuti tips di atas agar tidak terjerat utang pinjol.Cek informasinya di https://www.telkomsel.com/explore/linkaja