Cara Menonaktifkan Bloatware di HP Android, Biar Lebih Enteng


bloatware

Pahami risiko sebelum menonaktifkan bloatware di HP Android kamu, yuk!

 

Istilah bloatware sering muncul ketika orang membicarakan performa perangkat yang terasa lambat tanpa alasan jelas. 

 

Aplikasi bawaan yang muncul otomatis sejak pertama kali perangkat dinyalakan ini suka dianggap buat HP lemot karena memakan ruang penyimpanan, RAM, bahkan daya baterai tanpa kontribusi berarti bagi sebagian pengguna.

 

 

Walau sering dianggap mengganggu, bloatware sebenarnya punya fungsi berbeda-beda bergantung pada produsen perangkat dan ekosistem aplikasinya. 

 

Sebagian disiapkan untuk mendukung layanan tertentu, sebagian lain muncul karena kerja sama bisnis antarmerek. 

 

Keresahan seputar bloatware pada akhirnya berbicara tentang kontrol. Pengguna ingin perangkat yang ringan, efisien, dan sesuai kebutuhan mereka, bukan dibebani aplikasi yang tidak pernah mereka pilih. 

 

Penasaran pengen coba hapus bloatware sendiri? Kamu bisa cek tutorialnya di YouTube dulu biar lebih yakin langkah-langkahnya. Supaya nggak boros kuota pas streaming, pakai Paket OMG! Nonton langsung lewat aplikasi MyTelkomsel.

 

Sekarang kita simak penjelasan tentang apa itu bloatware sebenarnya.

 

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

 

Pengertian Bloatware

Bloatware adalah istilah untuk aplikasi yang sudah terpasang otomatis di perangkat seperti smartphone, laptop, atau tablet. Aplikasi ini biasanya diberikan oleh produsen perangkat, operator seluler, atau pihak ketiga yang bekerja sama secara komersial. 

 

Karena terpasang secara default, bloatware sering menempati ruang penyimpanan dan mengonsumsi sumber daya sistem, meskipun pengguna tidak pernah membukanya.

 

Pada level teknis, bloatware bisa mencakup aplikasi yang berjalan di latar belakang, memakan RAM, menggunakan baterai, atau bahkan rutin melakukan pembaruan otomatis. 

 

Beberapa di antaranya tidak bisa dihapus secara normal karena dikategorikan sebagai aplikasi sistem. Di kategori ini, bloatware dapat menambah “beban” perangkat dan membuat performa terasa lambat.

 

Sebagian aplikasi bawaan dikirimkan untuk memberikan fitur tambahan, integrasi layanan, atau pengalaman ekosistem yang lebih lengkap misalnya aplikasi kamera bawaan, layanan cloud, atau utilitas keamanan. 

 

Masalah muncul ketika aplikasi tersebut tidak relevan bagi pengguna, tidak digunakan, atau terlalu banyak jumlahnya sehingga mengganggu efisiensi penggunaan perangkat.

 

Bloatware adalah kombinasi antara aplikasi bawaan kemudian dari penggunaan sumber daya yang tidak proporsional dan juga sudah tidak digunakan dengan pengguna jadi memberikan kesan membuat HP jadi lemot.

 

Cara Membersihkan Bloatware di Smartphone

Sebelum mulai membersihkan bloatware, kamu perlu menentukan tujuan kamu dulu, apakah kamu ingin benar-benar menghapus aplikasi bawaan, atau cukup menonaktifkannya agar tidak mengganggu? 

 

Banyak orang tergesa-gesa menghapus semuanya, padahal beberapa aplikasi bawaan terhubung ke sistem dan dibutuhkan agar perangkat tetap stabil. Nah buat kamu yang mau mencobanya, ada beberapa cara yang bisa kamu ikuti.

 

  1. Menonaktifkan Aplikasi Bawaan

    Ini cara terbaik kalau kamu cuma ingin menghentikan aplikasi agar tidak berjalan di background. Berikut cara yang bisa kamu ikuti.

     

    • Settings lalu ke Apps kemudian pilih aplikasi setelah itu Disable dan OK.
    • Aplikasi tidak hilang sepenuhnya, tapi tidurnya permanen: tidak muncul ikon, tidak pakai baterai, tidak ganggu performa.

     

  2. Menghapus Aplikasi dengan ADB 

    Untuk kamu yang ingin benar-benar menghapus bloatware tanpa membuka akses sistem, berikut langkah yang bisa kamu ikuti.

     

    • Aktifkan Developer Options dan USB Debugging
    • Hubungkan HP ke PC
    • Jalankan perintah ADB uninstall untuk aplikasi yang dipilih

     

Baca Juga: 10 Emulator Android Paling Ringan untuk PC Kentang Kamu!

 
  1. Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga 

    Kalau ADB terasa ribet, kamu bisa instal aplikasi seperti:

     

    • Universal Android Debloater
    • App Manager
    • Package Disabler
    • Kamu pilih aplikasi lalu hapus/disable kemudian selesai.

     

  2. Menghapus Aplikasi dengan Root 

    Metode ini memberi akses penuh untuk menghapus apa pun, termasuk aplikasi sistem yang terkunci. Namun ada risiko yang harus kamu pahami terlebih dahulu.
     

    • Garansi hilang
    • Potensi error dan bootloop
    • Sistem keamanan lebih rentan

     

    Biasanya dilakukan dengan aplikasi seperti Titanium Backup atau System App Remover setelah perangkat di-root.

     

Bloatware di HP Android

Di ekosistem Android, bloatware umumnya muncul karena tiga alasan: kebutuhan sistem, dukungan fitur bawaan, dan kerja sama komersial. 

 

Aplikasi bawaan seperti galeri, sistem kamera, dan file manager biasanya masuk kategori pertama, dan dalam banyak kasus memang dibutuhkan untuk menjaga ekosistem berjalan mulus.

 

Namun aplikasi lain seperti theme store, layanan cloud versi brand, game bawaan, atau platform hiburan yang muncul tanpa diminta lebih sering masuk kategori kedua dan ketiga. 

 

Untuk sebagian pengguna, aplikasi ini terasa berguna. Tapi bagi banyak orang, aplikasi ini hanya memenuhi ruang penyimpanan dan memperberat sistem.

 

Kalau kamu tidak pernah menyentuh aplikasi belanja bawaan namun tetap menerima notifikasi promo setiap hari, itu jelas termasuk bloatware dalam konteks pengalaman pengguna.

 

Jenis Bloatware yang Sering Muncul di Smartphone

Daripada menghafal daftar aplikasi, lebih efektif memahami jenis-jenis bloatware. Ini membantu pengguna mengidentifikasi mana yang bisa dihapus, dinonaktifkan, atau sebaiknya dibiarkan. Berikut kategori utamanya.

 

  1. Aplikasi Produsen

    Contohnya theme store, optimizer, suite keamanan, atau app store alternatif. Beberapa berguna, tapi mayoritas redundan karena sudah ada versi serupa dari Google atau sistem operasi.

     

  2. Aplikasi Mitra

    Ini yang paling sering menuai keluhan: game demo, aplikasi belanja, aplikasi streaming, atau aplikasi fintech yang otomatis muncul saat pertama kali ponsel dinyalakan. Biasanya bisa dihapus atau dinonaktifkan.

     

  3. Aplikasi Operator Seluler

    Muncul saat ponsel dibeli dengan SIM bundling. Isinya bisa berupa aplikasi promo, layanan pulsa, hingga versi modifikasi dari aplikasi pesan.

     

Baca Juga: 30 Game Offline Android, Main Seru Tanpa Kuota Internet

 

Dengan memahami kategorinya, pengguna bisa mengambil keputusan yang lebih tepat: apakah aplikasi itu perlu dipertahankan, dinonaktifkan, atau memang harus dihapus?

 

Ternyata tidak semua aplikasi bawaan itu merugikan. Sebagian memang terasa mengganggu mengambil ruang penyimpanan, muncul notif yang tidak penting, atau berjalan di background tanpa izin. 

 

Namun ada juga yang sebenarnya fungsional, seperti aplikasi keamanan, update sistem, atau layanan pendukung hardware tertentu. Jadi, sebelum tergesa-gesa menghapus segala yang terlihat seperti “beban”, pastikan dulu fungsinya.

 

Buat kamu yang suka main game atau upload di sosial media, jangan lupa untuk aktifkan Paket Internet Super Seru dari Telkomsel, ya. Tinggal aktifkan menggunakan aplikasi MyTelkomsel dan pilih kuota sesuai dengan kebutuhan kamu.

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.