Sudah bukan rahasia umum lagi jika dewasa ini anak-anak sudah akrab dengan gadget. Namun, orang tua sering merasa khawatir bahwa gadget bisa membawa dampak buruk bagi anak-anak. Ya, jika tidak diawasi, penggunaan gadget memang bisa membawa dampak negatif pada perkembangan anak.
Tapi, jika orang tua mengawasi penggunaan gadget dan justru memanfaatkannya untuk menginstal game offline anak yang edukatif, gadget bisa menjadi sarana yang baik untuk belajar.
Anak-anak pasti sangat suka bermain game. Namun, tidak semua game baik untuk anak. Pemilihan game untuk anak memang harus diawasi oleh orang dewasa. Lantas, apa sebenarnya keuntungan bermain game offline untuk anak?
Game yang dimainkan anak-anak harus sesuai dengan usianya. Di sini, perlu diketahui bahwa setiap usia anak memiliki kebutuhan perkembangan yang berbeda. Sebagai contoh, anak-anak pra-sekolah (usia 3-5 tahun) berada dalam tahap perkembangan motorik dan sensorik sehingga mereka membutuhkan game dengan visual menarik, interaksi sederhana, dan respons cepat pada sentuhan.
Sementara anak-anak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar biasanya akan mulai berpikir logis, membaca, berhitung, dan belajar memecahkan masalah. Itulah sebabnya game untuk anak SD harus yang membuat mereka berpikir, menyusun strategi, serta mengasah kreativitasnya.
Memasuki usia pra-sekolah (TK), anak belajar dari sentuhan, warna, suara, dan gerakan. Game yang cocok untuk anak-anak di usia ini harus mampu memberikan stimulasi audio-visual, memungkinkan anak untuk memberi respons sentuhan layar yang lebih cepat, dan melakukan aktivitas sederhana untuk melatih koordinasi mata dan tangan.
Berikut adalah pilihan game untuk anak-anak usia pra-sekolah:
Yang satu ini merupakan game offline anak yang menyediakan beberapa pilihan mini-game dengan karakter kartun populer dari PBS Kids. Anak bisa bermain puzzle, mencocokkan bentuk, mengurutkan pola, hingga mengenali warna dan angka. Gameplay-nya sangat mudah dipahami oleh anak-anak.
Anak cukup menyentuh dan menggeser objek di layar. Selain melatih motorik halus, game ini juga memperkenalkan konsep dasar seperti pola, sebab-akibat, dan pengelompokan secara natural.
Di Toca Life World, anak dapat mengeksplorasi dunia virtual tanpa batas. Anak bisa memindahkan karakter, mengatur rumah, berkunjung ke toko, sekolah, atau taman bermain. Aktivitas ini melatih imajinasi, kreativitas, dan koordinasi tangan-mata. Mengingat di game ini nggak ada sistem menang-kalah, maka anak bebas bereksperimen tanpa takut salah, sehingga rasa percaya diri dan kreativitas berkembang.
Anak-anak pasti akan menyukai Papi Wonder World. Bagaimana tidak, game penuh warna ini sangat mudah dimainkan. Anak hanya perlu menekan tombol, membuka pintu atau memindahkan objek.
Tujuan dari game ini adalah untuk menstimulasi sensori melalui warna-warna cerah, suara unik, dan animasi yang lucu. Di sini, anak juga akan belajar mengenali reaksi dari setiap sentuhan.
Sesuai dengan namanya, ABC Kids adalah game untuk mengenalkan anak pada huruf, bunyi fonik, dan bentuk huruf melalui aktivitas tracing, mencocokkan sampai dengan mengenalkan suara.
Cara memainkannya sederhana, anak diminta mengikuti garis huruf dengan jari, mendengar pelafalan huruf, dan menghubungkannya dengan kata-kata sederhana.
Game ini mengenalkan kosakata bahasa Inggris melalui animasi lucu dan interaktif. Setiap kata memiliki ilustrasi yang bergerak sesuai maknanya, sehingga anak lebih mudah mengingat arti kata. Anak menyusun huruf menjadi kata sambil melihat animasi yang menjelaskan arti tersebut.
Kemampuan berpikir anak semakin berkembang ketika memasuki sekolah dasar. Mereka jadi bisa mengikuti instruksi, memahami cerita, dan menyelesaikan tantangan sederhana. Inilah pilihan game offline yang cocok untuk anak usia SD awal:
Game ini menawarkan aktivitas membaca, berhitung, dan logika dengan kurikulum yang terstruktur. Anak mengikuti cerita interaktif, mengerjakan soal matematika ringan, mengenal huruf dan kata, serta bermain puzzle logika. Semua aktivitas dirancang dalam bentuk permainan untuk mendukung pertumbuhan akademis anak tanpa merasa seperti belajar formal.
ScratchJr memperkenalkan anak-anak kepada ide dasar pemrograman (coding) secara visual. Anak-anak dapat menggunakan blok perintah untuk memindahkan karakter, membuat animasi, dan menyusun cerita sederhana. Ini merupakan salah satu game offline anak terbaik karena mengusung konsep yang tidak biasa.
Dalam game ini, anak-anak melakukan aritmetika sederhana berdasarkan masalah cerita seperti menghitung kue, mengukur jarak, dan menjumlah benda. Bedtime Math mendorong anak-anak untuk menyelesaikan masalah dengan cerita agar matematika terasa lebih relevan dan menyenangkan. Ini membantu mereka memahami matematika dengan lebih baik sambil mengembangkan kemampuan membaca, logika, dan penalaran.
Di fase ini, anak-anak sudah memiliki kemampuan berpikir strategis, merencanakan ide, dan memahami konsekuensi keputusan. Game yang cocok untuk anak SD adalah yang bertema puzzle dan strategi yang menantang tapi tetap kids friendly.
Lightbot adalah game puzzle berbasis logika dan algoritma. Anak harus mengatur rangkaian perintah agar robot bisa mencapai tujuan. Anak belajar tentang urutan, pengulangan, fungsi, dan efisiensi langkah. Game ini melatih computational thinking, pemecahan masalah, serta kesabaran dalam mencoba dan memperbaiki kesalahan.
Agar game edukasi memiliki dampak positif bagi anak, orang tua bisa mencoba beberapa tips berikut:
Game offline bukan sekadar hiburan, tetapi bisa menjadi sarana belajar yang efektif jika dipilih dan dimainkan secara tepat. Dengan memilih game sesuai usia dan kebutuhan perkembangan anak, orang tua dapat membantu menstimulasi motorik, bahasa, logika, hingga kreativitas anak melalui cara yang menyenangkan.
Cari rekomendasi lain game interaktif yang bisa mendukung perkembangan anak di internet dengan koneksi cepat dari IndiHome. Kamu bisa pilih paket internet yang sesuai dengan kebutuhanmu. Yuk, mulai pasang dan berlangganan Wi-Fi IndiHome lewat aplikasi MyTelkomsel sekarang.
Short Video baru dan seru