7 Kesalahan Cara Investasi Saham Pemula yang Harus Dihindari

Paket Data Orbit Telkomsel Buat YouTuber Biar Ngonten Makin Lancar

 

Investasi saham memang menggiurkan, tetapi sebagai pemula kamu tetap perlu belajar dan melakukan analisis dengan tepat. Nggak cuma ilmu saja, kamu juga perlu melatih emosi kesabaran saat memulai investasi ini. Hanya ikut-ikutan tren dan emosi jadi hal paling sering seorang pemula lakukan jika kurang pemahaman.

 

Yang perlu kamu tahu, investasi saham ini pada prinsipnya juga sama seperti bisnis. Para pemula perlu belajar lebih dulu kepada yang sudah berpengalaman. Untung dan rugi hal yang biasa, tetapi sebagai pemula tetap harus belajar strategi agar tidak melakukan kesalahan yang fatal. Umumnya ada kesalahan-kesalahan berulang yang sering orang lakukan pada investasi ini.

 

Kesalahan Umum Pemula dalam Investasi Saham

Investasi saham pemula memang bukan tanpa kesalahan. Bahkan kesalahan juga kamu perlukan sekadarnya agar tidak sombong dan lupa diri. Namun, sebisa mungkin setiap kesalahan tersebut kamu jadikan pelajaran agar keputusan investasi selanjutnya bisa lebih baik.

 

Berikut ini beberapa kesalahan pelaku investasi saham pemula yang paling sering terjadi:

 

1. Berinvestasi Tanpa Tujuan

Saat ingin memulai, tanyakan ini pada diri sendiri, kamu memulai investasi untuk apa? Jangka panjang atau jangka pendek? Misalnya kamu melakukan investasi jangka pendek untuk target biaya pendidikan, maka kamu harus fokus dengan tujuan tersebut. Investasi kamu akan berhasil kalau tujuannya tercapai.

 

Banyak orang yang melakukan investasi hanya sekadar ikut-ikutan tren. Mereka nggak punya target dan tujuan dalam jangka waktu tertentu sehingga investasinya akan berjalan begitu-begitu saja.

 

2. Tidak Mempertimbangkan Risiko

Sebelum memilih jenis investasi saham apakah jangka pendek atau jangka panjang, kamu perlu tahu risikonya masing-masing.

 

Misalnya risiko investasi saham karena inflasi pada investasi jangka pendek seperti apa. Atau risiko jangka pendek yang nggak menikmati bunga berbunga, bahkan risiko jangka panjang dengan peluang untung yang lebih besar tetapi jangka waktunya lebih lama, dan seterusnya.

 

Pahami lebih dulu sebelum membuat keputusan investasi saham mana yang akan kamu pilih.

3. Terpaku pada Satu Saham

Melakukan diversifikasi saham untuk investasi merupakan hal yang penting untuk mengurangi risiko kerugian. Kalau kamu terpaku hanya pada satu saham saja, ketika kondisi pasar memburuk maka kerugian kamu akan lebih besar.

 

Bandingkan dengan mereka yang sahamnya tersebar di berbagai sektor usaha. Risiko kerugiannya akan lebih kecil. Pilih beberapa saham dari sektor usaha yang berbeda untuk mengurangi risiko kerugian investasi.

 

4. Tergiur Saham Murah

Setiap keputusan membeli saham harus kamu lakukan dengan analisis yang matang, misalnya melihat bagaimana kondisi perusahaan yang menawarkan saham tersebut. Tren saham murah mungkin kadang tepat kamu beli, tetapi nggak selamanya demikian.

 

Semua keputusan tetap harus kamu lakukan berdasarkan analisis yang benar dan matang. Hindari sikap ikut-ikutan dalam berinvestasi.

 

5. Tidak Mengecek Portofolio Saham

Sebelum memilih investasi saham, kamu perlu melakukan riset dan pengecekan terhadap portofolio saham tersebut. Apakah saham yang kamu pilih memiliki kestabilan yang tinggi atau justru volatilitasnya tinggi.

 

Bagi pemula, sebaiknya kamu pilih jenis saham yang relatif stabil. Nggak masalah keuntungannya di awal kecil, ini bagian dari proses kamu memulai investasi.

 

Seperti apa kondisi perusahaan pemilik saham dan catatan riwayat sebelumnya adalah hal yang wajib kamu ketahui sebelum membuat keputusan memilih saham.

 

6. Mudah Panik dan Terbawa Emosi

Inilah FOMO yang sering terjadi. Apalagi untuk jenis investasi jangka panjang, kamu perlu melatih emosi agar tidak panik saat saham benar-benar jatuh nilainya. Bisa juga tren saham murah yang membuat orang ramai-ramai membeli saham tertentu tanpa melakukan analisa lebih dulu.

 

Jika kamu pemula, hindari sikap FOMO ini. Jaga emosi karena memang investasi yang kamu lakukan akan berlangsung lama.

 

7. Tidak Belajar dari Awal

Sebagai pemula, kamu perlu belajar sejak awal memulai investasi. Keberuntungan kamu di awal nggak menjamin kamu bakal untung lagi di masa akan datang tanpa belajar lebih banyak lagi.

 

Belajarlah juga dari kesalahan yang kamu rasakan di awal. Jangan berhenti karena kesalahan ini akan jadi pengetahuan berharga untuk investasi kamu di masa akan datang. Kalau kamu mundur, maka selamanya kamu nggak akan untung. Tetapi kalau kamu maju dan terus belajar, maka kamu bisa jadi investor hebat.

 

Penutup

Cara investasi saham bagi pemula bisa kamu pelajari di berbagai kanal YouTube secara gratis. Jika kamu ingin praktik memulai investasi, platform LinkAja jadi pilihan terbaik untuk kamu.

 

Di LinkAja kamu bisa memulai investasi saham yang menguntungkan. Bisa juga investasi lainnya seperti emas, kripto dan lainnya.

 

LinkAja adalah satu aplikasi untuk semua. LinkAja jadi sahabat kamu untuk melakukan manajemen finansial yang lebih baik. Bayar apa aja jadi lebih mudah melalui layanan nontunai di satu aplikasi ini.

 

Baca juga: 10 Tagihan yang Bisa Kamu Bayar di LinkAja

 

Informasi lengkap mengenai LinkAja bisa kamu cek di sini.

 

Nah, rencanakan keuangan kamu di masa akan datang dengan memulai investasi saham. Memulai investasi ini bisa kamu lakukan sejak dini. Sukses investasi di masa tua bermula dari keberanian kamu memulai investasi saham di usia muda.