7 Alasan Mengapa Harga Mobil Listrik Masih Relatif Mahal

7 Alasan Mengapa Harga Mobil Listrik Masih Relatif Mahal

 

Ingin membeli mobil listrik yang diklaim lebih hemat bahan bakar? Alih-alih membeli, kamu pasti akan berpikir berulang kali sebab harga mobil tersebut lebih mahal daripada mobil biasa. Kira-kira, tahukah kamu mengapa mobil dengan tenaga listrik sangat mahal?

 

Harga yang mahal tersebut tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain karena jumlahnya yang masih sangat langka, mobil listrik juga mempunyai kualitas yang bagus. Untuk lebih lengkapnya, berikut berbagai alasan mengapa harga mobil listrik sangat mahal.

 

Penyebab Harga Mobil Listrik Mahal

Kita semua tahu bahwa harga bahan bakar akan selalu mengalami kenaikan akibat inflasi. Itulah sebabnya beberapa produsen mobil berinovasi dengan menghadirkan mobil listrik. Sayangnya, tidak banyak orang yang bisa memiliki mobil jenis ini karena harganya yang sangat mahal.

 

Setidaknya, ada 6 alasan mengapa harga mobil tenaga listrik lebih mahal. Langsung saja kita simak ulasannya berikut.

 

1. Persaingan Masih Sedikit

Meskipun sudah banyak sekali orang yang ingin memiliki mobil listrik, tidak banyak produsen yang mampu memproduksi mobil tenaga listrik yang benar-benar berkualitas. Persaingan di sektor ini masih sedikit. Oleh karena itu, wajar jika harganya melambung.

 

Di luar negeri, pasar mobil listrik (electric vehicle) sangat berkembang. China adalah negara pertama yang jumlah permintaan akan mobil listrik sangat besar. Kemudian, disusul oleh negara-negara yang ada di Eropa. Tak mau ketinggalan, Amerika Serikat juga sudah mulai banyak permintaan mobil EV.

 

Sementara itu, kehadiran mobil listrik di Indonesia masih cukup terbatas meskipun permintaannya juga tinggi. Harga menjadi salah satu pertimbangan utama ketika ingin membeli mobil listrik.

 

Dengan pasar yang terus berkembang, tak banyak produsen yang mampu menghadirkan mobil EV berkualitas. Tesla masih menjadi produsen favorit jika membicarakan mobil EV. Kemudian, ada juga produsen lainnya, seperti Volkswagen Group, SAIC (termasuk SAIC GM Wuling), BYD, dan Stellantis.

 

2. Biaya Pengembangan Tinggi

Selanjutnya, alasan mengapa harga mobil EV masih tinggi adalah biaya pengembangannya yang tidak mudah. Seperti yang kita ketahui bersama, electric vehicle (EV) untuk berbagai tipe kendaraan masih terus dikembangkan.

 

Bermula dari kendaraan dengan bahan bakar ke hybrid vehicle dan fueled vehicle. Mengembangkan EV membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih lagi untuk perusahaan mobil yang memang hanya mengembangkan mobil EV, seperti Tesla dan Rivian. Biaya penelitian dan pengembangan yang mahal tentu berdampak pada produk yang juga akan lebih mahal daripada mobil biasa.

 

Baca Juga: Puncak Acara Tinc, Telkomsel Hadirkan Alumni Gathering dan Demo Day

 

3. Produksinya Belum Banyak

Masih sama seperti poin pertama, alasan mengapa harga mobil EV sangat tinggi adalah karena produksinya yang masih belum banyak. Padahal, permintaan mobil listrik dari masyarakat sangat tinggi. Sesuai dengan prinsip ekonomi, apabila permintaan tinggi sementara produksi rendah, harga produk pun akan melambung.

 

Umumnya, harga mobil EV sekitar Rp600 juta. Wuling juga mengeluarkan mobil listrik dengan harga sekitar Rp300 juta. Lalu, baru-baru ini ada juga mobil bermerek K-Ugrade yang dijual dengan harga kurang dari Rp100 juta. Ini menjadi mobil listrik termurah hingga saat ini.  

 

4. Baterai Mobil Listrik Mahal

Kemudian, alasan lainnya adalah karena baterai mobil listrik sangat mahal. Untuk mobil dengan tenaga listrik, baterai menjadi komponen utama.

 

Sementara itu, untuk membuat baterai yang bagus yang mampu menggerakkan mobil dengan sempurna, biaya yang dibutuhkan mencapai 70% - 75% dari total biaya produksi.

 

5. Asuransinya Lebih Mahal

Tak hanya biaya produksi, asuransi mobil bertenaga listrik juga mahal. Harga asuransi yang mahal tersebut tidak lain karena harga baterainya yang mahal. Selain itu, komponen mobil EV juga berbeda dengan mobil pada umumnya. Jika terjadi kerusakan, otomatis biaya perbaikannya pun lebih tinggi.

 

Perusahaan asuransi mempertimbangkan banyak hal sehingga perusahaan dan klien bisa sama-sama mendapatkan keuntungan.

 

6. Masih Dianggap Barang Mewah

Di Indonesia, karena pemilik mobil listrik masih sangat sedikit dan harganya yang sangat mahal, mobil ini termasuk ke dalam barang mewah. Oleh karena itu, tak hanya biaya asuransinya yang tinggi. Pajak untuk kendaraan listrik ini pun juga akan lebih tinggi daripada mobil reguler.

 

Penutup

Untuk kamu yang ingin memiliki mobil listrik dengan harga yang lebih murah, sebaiknya pilih mobil listrik hybrid. Saat ini, sistem hybrid masih menjadi alternatif terbaik untuk menghemat bahan bakar.

 

Sumber energinya tidak hanya mengandalkan bahan bakar. Mobil hybrid mengolah bahan bakar pada mesin pembakaran dalam serta istrik dari baterai yang diproses oleh EV. Kombinasi dari keduanya menjadikan konsumsi bahan bakar lebih rendah.

 

Untuk kamu yang sudah menggunakan mobil listrik atau hybrid, pembayaran pengisian dayanya bisa menggunakan LinkAja. LinkAja sudah bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan pembayaran, termasuk untuk pengisian daya listrik pada mobil bertenaga listrik. Pembayaran pun bisa lebih praktis, mudah, dan menghemat waktu.