6 Langkah Sukses Mengatur Financial Planning untuk Klien

Paket Data Orbit Telkomsel Buat YouTuber Biar Ngonten Makin Lancar

 

Financial planning atau perencanaan keuangan merupakan upaya untuk mencapai tujuan keuangan dari perusahaan. Tujuan keuangan perusahaan tentu saja untuk meraih keuntungan dan mengurangi risiko kerugian. Perencanaan keuangan ini sangat penting untuk fungsi manajemen kas dan anggaran yang kamu miliki. 

 

Perencanaan juga akan bisa membantu kamu membuat prioritas pengeluaran yang benar-benar mendesak. Termasuk juga mengelola sedemikian rupa agar jumlah pajak bisa lebih efisien. Saat ini kamu mungkin tidak merasa kesulitan dalam membuat perencanaan keuangan untuk diri sendiri, namun bagaimana caranya mengatur financial planning untuk klien?

 

Cara Membuat Financial Planning untuk Klien

Kalau kamu seorang konsultan yang melayani konsultasi financial planning sebuah perusahaan, kamu perlu tahu bagaimana cara membuat financial planning yang baik untuk klienmu dan terbukti dapat mencapai tujuan keuangan perusahaan. Bagaimana caranya? Ikuti beberapa langkah berikut:

 

1. Kumpulkan Informasi Tentang Klien

Sebelum melakukan perencanaan keuangan yang baik untuk klien, maka langkah pertama kamu perlu menggali informasi lengkap tentang klien yang akan kamu bantu perencanaannya.

 

Bagaimana latar belakang klien, pengalamannya dalam bisnis, kondisi modal keuangan, pengetahuan seputar bisnis, dan tentang bisnis yang sedang ia kelola. Ini akan menjadi hal penting saat kamu membuat perencanaan yang sesuai untuk klien terkait.

 

2. Analisis Kondisi Keuangannya

Kamu perlu memastikan bagaimana kondisi keuangan dari klien yang akan kamu buatkan perencanaannya. Pada prinsipnya, perencanaan ini adalah manajemen terhadap aset bisnis yang ada. Maka kamu perlu tahu seberapa besar kekuatan keuangan klien yang akan kamu bantu.

 

Pengetahuan ini akan membantu kamu membuat rumusan pengeluaran bisnis. Baik itu pengeluaran set up untuk awal bisnis, pengeluaran tetap dan kondisional.

 

3. Kembangkan Rekomendasi Financial Planning

Rekomendasi financial planning yang sudah ada, bisa kamu kembangkan berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. Apakah rekomendasi sebelumnya terhadap perencanaan keuangan sudah tepat atau membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

 

Artinya, kamu bisa membuat pengembangan-pengembangan terhadap rekomendasi yang sudah kamu rencanakan. Tentunya setelah melakukan evaluasi-evaluasi jika implementasi perencanaan yang ada tidak mencapai tujuan yang hendak kamu capai.

 

4. Lakukan Rekomendasi yang Sudah Kamu Rencanakan

Membuat perencanaan memang mudah, tetapi hal yang lebih sulit adalah pada implementasinya. Begitu juga dengan perencanaan keuangan. Kamu mungkin akan berpikir apakah apakah perencanaan tersbut bisa terlaksana dengan baik atau sebaliknya. Untuknitu, dorong klien untuk melakukan rekomendasi perencanaan keuangan yang ada.

 

Lakukan secara bertahap dan disiplin untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Butuh evaluasi, komitmen, dan kedisiplinan untuk melaksanakan rekomendasi perencanaan keuangan tersebut.

 

5. Monitor Situasi Klien

Proses perencanaan keuangan yang kamu implementasikan pada klien perlu terus dimonitor. Klien mungkin akan melakukan konsultasi lebih lanjut terhadap halangan yang akan ia hadapi. Maka, lakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi dan situasi klien.

 

Mungkin kamu juga bisa membuat rekomendasi baru sesuai dengan evaluasi pelaksanaan yang kamu buat. Perencanaan yang matang dan terkonsep dengan baik akan lebih mengurangi risiko kegagalan dalam implementasi.

 

Di sini, kamu juga akan mengetahui setangguh apa klien tersebut. Apakah ia pemula, pejuang yang sungguh-sungguh dalam bisnis, atau masih coba-coba. Jika kamu mengetahui informasi yang lengkap tentang klien sebelumnya, maka rekomendasi yang kamu buat sebenarnya bisa lebih akurat.

 

6. Perbarui Perencanaan jika Perlu

Setelah adanya implementasi terhadap rekomendasi perencanaan yang kamu buat, mungkin saja ada hal yang perlu perbaikan, hal-hal yang membutuhkan penyesuaian lebih lanjut.

 

Nah, dalam hal ini kamu bisa melakukan pembaruan terhadap perencanaan yang sudah kamu rancang sebelumnya. Sesuaikan dengan kondisi klien dalam melakukan perubahan tersebut. Pada prinsipnya, pembaruan ini untuk membantu lebih cepat tercapainya tujuan keuangan melalui sebuah perencanaan yang matang.

 

Tujuan financial planning ini memang bukan hanya untuk pengusaha agar bisa lebih menjalankan fungsi manajemen aset dan pengeluaran saja. Tetapi, bagi pihak luar seperti investor misalnya, adanya perencanaan keuangan ini juga membantu mereka memberikan penilaian sekaligus mengambil keputusan untuk bisnis. Apakah jadi berinvestasi atau sebaliknya.

 

Nah, kalau kamu tertarik ingin jadi pebisnis, kini ada banyak yang membuatnya makin mudah. Misalnya aja, kamu nggak harus pusing membuat perencanaan keuangan sendiri, karena kamu bisa belajar di platform online, lho.

 

Di Kuncie, kamu bisa mengembangkan semua bisnis yang kamu minati. Kamu akan mendapatkan bimbingan belajar bisnis dari para ahlinya.

 

Kuncie merupakan aplikasi belajar bisnis online milik Telkomsel yang akan membantu kamu belajar lebih cepat dan mudah jadi pengusaha sukses. Berbagai materi bisnis, pengalaman, informasi, dan bimbingan bisa kamu dapatkan dengan cara simpel dan mudah melalui aplikasi.

 

Telkomsel bukan hanya bergerak di bidang telekomunikasi, tetapi juga turut mendorong perkembangan UMKM di tanah air.

 

Baca juga: Kiat Sukses Bisnis UMKM Zaman Now

 

Asah kemampuan bisnis kamu sekarang. Nggak penting kamu pemula atau yang sudah berpengalaman, sebab dalam bisnis, nggak ada kata terlambat untuk belajar dan terus berkompetisi. Melalui Kuncie, siapa pun bisa belajar mengembangkan aneka bisnis yang mereka tekuni.

 

Masih penasaran gimana cara membuat financial planning yang baik dan bisa terimplementasi dengan maksimal? Belajar aja di Kuncie. Platform belajar bisnis terkini. Lebih lengkap dan membantu.