Selain DeepSeek, ada banyak AI yang berasal dari China. Cek di bawah ini.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini tidak lagi didominasi oleh Amerika Serikat saja. AI dari China mulai menunjukkan taringnya dan menjadi sorotan global berkat kemampuan yang semakin matang, agresif, dan relevan
Dari chatbot, AI generatif, hingga model visual dan video, China bergerak cepat membangun ekosistem AI-nya sendiri.
Sejumlah AI dari China yang cukup dikenal antara lain Baidu Ernie Bot, Alibaba Tongyi Qianwen, Tencent Hunyuan, DeepSeek AI, hingga SenseTime SenseNova.
Masing-masing dikembangkan oleh raksasa teknologi maupun perusahaan AI lokal China dengan fokus berbeda mulai dari pencarian, produktivitas, coding, hingga pemrosesan visual.
Kehadiran mereka bukan sekadar alternatif, tapi mulai diposisikan sebagai pesaing serius AI global lainnya.
Menariknya, perkembangan AI dari China juga didorong oleh pendekatan yang lebih lokal dan terintegrasi dengan kebutuhan pasar domestik, sekaligus ambisi untuk bersaing di tingkat internasional.
Baca Juga: DeepSeek: AI Buatan China yang Siap Saingi ChatGPT
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh tentang apa saja AI dari China yang patut diperhatikan, keunggulan yang mereka tawarkan, serta bagaimana posisinya di tengah persaingan teknologi AI global saat ini.
Nah sebelum lanjut ke sana, kalau kamu mau mencobanya, pastikan internet kencang dan kuota kamu besar. Oleh karena itu aktifkan Paket Internet Super Seru dari Telkomsel, ya.
Sekarang kita simak apa saja AI dari China, yuk.
Dalam beberapa tahun terakhir, AI dari China berkembang pesat berkat peran perusahaan teknologi besar yang serius berinvestasi di kecerdasan buatan.
Nama seperti Baidu dengan Ernie Bot, Alibaba lewat Tongyi Qianwen, serta Tencent melalui model Hunyuan, menjadi bukti bahwa AI tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama bisnis mereka.
AI digunakan lintas sektor mulai dari pencarian, cloud, produktivitas kerja, hingga integrasi langsung ke aplikasi yang dipakai jutaan orang setiap hari.
Selain raksasa teknologi, gebrakan besar juga datang dari startup AI yang bergerak lebih agresif dan eksperimental.
ByteDance memanfaatkan AI untuk pengolahan konten dan interaksi pengguna, sementara DeepSeek mencuri perhatian global lewat model AI berperforma tinggi dengan biaya komputasi yang relatif efisien.
Kombinasi antara korporasi mapan dan startup gesit inilah yang membuat ekosistem AI dari China tumbuh cepat, kompetitif, dan mulai diperhitungkan sebagai penantang serius dominasi AI dari Barat.
Baca Juga: Prompt Gemini AI Miniatur Buat Foto Jadi Action Figure Mini
Berikut adalah daftar AI dari China yang paling menonjol saat ini, lengkap dengan penjelasan singkat dan konteks kegunaannya.
Ernie Bot adalah AI generatif berbasis large language model (LLM) yang dikembangkan Baidu sebagai jawaban langsung terhadap ChatGPT.
AI ini kuat dalam pemahaman bahasa Mandarin, pencarian berbasis konteks, serta integrasi dengan layanan Baidu seperti search engine dan cloud. Fokusnya bukan sekadar chatbot, tapi AI produktivitas dan enterprise.
Tongyi Qianwen merupakan model AI generatif dari Alibaba yang terintegrasi erat dengan Alibaba Cloud.
AI ini banyak digunakan untuk kebutuhan bisnis seperti analisis data, pembuatan konten, customer service otomatis, hingga coding. Target utamanya jelas: perusahaan dan ekosistem enterprise, bukan hanya pengguna individu.
Tencent, perusahaan di balik WeChat, meluncurkan chatbot AI bernama Yuanbao yang langsung menjadi salah satu aplikasi paling banyak diunduh di App Store China.
Berbeda dari chatbot biasa, Yuanbao terintegrasi langsung dengan fitur pencarian WeChat, sehingga mudah diakses oleh lebih dari 1,4 miliar penggunanya.
Dengan kemampuan belajar dari interaksi pengguna, Yuanbao mampu memberikan respons yang semakin relevan dan natural, menjadikannya alat pencarian AI yang kian diandalkan.
ByteDance mengembangkan AI generatif untuk mendukung produk berbasis konten seperti TikTok (Douyin di China). AI ini unggul dalam pemahaman tren, rekomendasi konten, dan interaksi berbasis percakapan.
Pendekatannya sangat consumer-centric dan berbasis data perilaku pengguna skala besar.
DeepSeek dikenal karena pendekatannya yang efisien secara biaya namun tetap kompetitif secara performa. Model AI-nya banyak dipakai untuk coding, reasoning, dan riset teknis.
DeepSeek sering dipandang sebagai “dark horse” karena mampu menyaingi model besar dengan resource lebih ramping.
Zhipu AI mengembangkan ChatGLM, salah satu LLM open-source paling populer dari China.
Model ini banyak digunakan oleh developer dan peneliti karena fleksibel, cepat dikembangkan, dan punya dukungan komunitas kuat. ChatGLM jadi fondasi banyak produk AI turunan di China.
SenseTime awalnya dikenal lewat teknologi computer vision, lalu berevolusi ke AI generatif lewat SenseNova. AI ini kuat di pemprosesan visual, analisis gambar, dan kombinasi teks-gambar.
iFlytek berfokus pada AI pengenalan suara dan bahasa alami. Spark AI unggul dalam speech-to-text, voice assistant, dan edukasi berbasis AI. Teknologinya banyak digunakan di sektor pendidikan, pemerintahan, dan layanan publik.
MiniMax mengembangkan model AI multimodal yang mampu menangani teks dan visual sekaligus. Fokusnya ada pada kreativitas, storytelling, dan aplikasi hiburan.
MiniMax sering diposisikan sebagai AI untuk creative generation, bukan sekadar tool produktivitas.
Pangu AI dikembangkan Huawei dengan fokus industri seperti manufaktur, energi, dan sains.
AI ini tidak diarahkan ke konsumen umum, melainkan ke solusi AI skala besar untuk sektor strategis. Ini menunjukkan pendekatan China yang serius pada AI industrial.
Secara garis besar, AI dari China dan AI Barat berkembang dengan filosofi yang berbeda.
AI China seperti yang dikembangkan oleh Baidu dan Alibaba cenderung fokus pada integrasi sistem skala besar, efisiensi biaya, dan penerapan langsung di industri, pemerintahan, serta ekosistem domestik.
Pendekatannya pragmatis, AI harus bisa langsung dipakai, mendukung operasional, dan relevan dengan kebutuhan lokal.
Baca Juga: Cara Edit Foto Jadi Kartun Mudah Banget Pakai AI dan Aplikasi
Sementara itu, AI Barat dipelopori oleh perusahaan seperti OpenAI dan raksasa teknologi lainnya lebih menekankan inovasi model, user experience global, dan eksplorasi kreatif.
AI Barat biasanya unggul dalam hal antarmuka yang ramah pengguna, ekosistem global, serta positioning sebagai alat personal dan kreatif untuk individu maupun tim kecil.
AI dari China kuat di sisi skala, efisiensi, dan implementasi sistemik, sementara AI Barat menonjol dalam pengalaman pengguna dan adopsi global. Memahami perbedaan ini akan membantu kamu melihat peta persaingan AI dengan lebih jelas lagi.
Nah sudah siap mencoba AI dari China biar tau perbedaannya apa dengan ChatGPT, Gemini atau Grok? Aktifkan Paket Internet Super Seru dari Telkomsel dulu, ya.
Short Video baru dan seru
Panduan Lengkap Prompt AI: Bikin ChatGPT Makin Canggih!
5 Contoh Prompt Gemini AI Pasangan, Biar Foto Jadi Romantis
10 Prompt Gemini AI Pasangan di Studio, Bikin Foto jadi Estetik
Prompt Gemini AI Miniatur Buat Foto Jadi Action Figure Mini