Telkomsel | 17 November 2020
0 shares

Waspada Risiko Menggunakan WiFi Publik

Waspada Risiko Menggunakan WiFi Publik

 

Kamu pasti tahu kan kalau kedai kopi atau coffee shop ramai dikunjungi oleh pelanggan? Ya, selain karena sajian kopinya yang nikmat, mungkin coffee shop tersebut menyediakan WiFi publik yang bisa diakses pengunjung secara gratis. Faktor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan, terlebih jika WiFi tersebut memiliki kecepatan internet yang kencang, pastinya akan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Penggunaan internet yang semakin tinggi saat ini, membuat pengguna gadget, baik smartphone ataupun laptop, memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap penggunaan WiFi. Salah satu alasan mengapa pengguna gadget tertarik menggunakan WiFi publik gratis ini tentu saja untuk menghemat pengeluaran paket data itu sendiri.

Meski demikian, buat kamu yang ingin menghubungkan gadget dengan koneksi WiFi publik, sebaiknya kamu berpikir dua kali. Sebab, kebanyakan WiFi publik belum terenkripsi dengan baik, sehingga berisiko terhadap keamanan data. Chairman and Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Adri Sutedja dalam webinar bertajuk “Understanding Mobile Threat Landscape, Recent Trend and 2021 Outlook" yang digelar Telkomsel beberapa waktu lalu berpendapat bahwa penting bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman mengenai keamanan siber.

Adri menilai masyarakat Indonesia belum memiliki pemahaman yang cukup terkait keamanan siber. Padahal, ancaman kejahatan siber senantiasa mengintai sejumlah sektor, mulai dari pemerintahan, pelaku industri, sampai level individu. Salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum adalah pencurian data. Menurut Adri, ada berbagai macam cara pelaku kejahatan siber itu bisa mengambil data seseorang, seperti misalnya melalui sebuah aplikasi yang sifatnya tidak resmi. Selain melalui aplikasi, kejahatan siber juga terjadi melalui sambungan WiFi publik.

Baca Juga: Waspada Password Lemah untuk Jaga Keamanan Data

Risiko Menggunakan WiFi Publik

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui risiko atau bahaya di balik penggunaan WiFi publik. Risiko yang pertama adalah mendapat serangan dari Man-in-the-Middle. Pada dasarnya, Man-in-the-Middle merupakan serangan dalam bentuk penyadapan, di mana peretas memposisikan dirinya di antara dua perangkat yang saling terkoneksi.

Contoh paling mudahnya adalah ketika kamu membuka sebuah situs. Peretas akan melakukan penyadapan ketika sebuah data dikirim dari titik A (gadget) ke titik B (server/website). Di tengah-tengah perjalanan itulah peretas akan melakukan intersepsi guna mendapatkan data sang korban. Lalu bagaimana peretas bisa mendapatkan data korban?

Untuk mendapatkan data korban, peretas biasanya menggunakan metode Phising. Phising sendiri merupakan upaya penipuan untuk mendapatkan informasi atau data pribadi yang sifatnya penting, di antaranya nama lengkap, password, dan lainnya. Salah satu contoh skenarionya adalah peretas akan mengirimkan email yang seolah-olah itu dikirim oleh pihak bank yang berisi tautan ke sebuah situs yang mirip dengan situs bank tersebut dan diminta untuk login.

Karena ‘situs’ tersebut dibuat sangat mirip, maka kamu tidak akan ragu untuk memasukan kredensial login. Padahal, apa yang sebenarnya kamu lakukan adalah menyerahkan kredensialmu kepada peretas. Selain Phising, ada juga metode Smishing yang tujuannya adalah sama, yakni melakukan penipuan guna mendapatkan informasi atau data.

Hanya saja, biasanya penipuan dilakukan dengan menggunakan pesan SMS. Peretas yang sudah mengetahui nomor HP korban biasanya akan mengirimkan pesan SMS yang mengatasnamakan pihak lain dengan menyisipkan tautan yang apabila diklik akan mengarahkan korban ke situs milik pelaku. Dibandingkan dengan penggunaan email, pesan melalui SMS biasanya lebih mudah untuk meyakinkan korban, terlebih jika korban merasa ‘mengenal’ si pengirim pesan.

Selain Phising dan Smishing, menggunakan WiFi publik juga rentan terkena malware. Tujuan peretas menyusupi malware adalah untuk melakukan pencurian data. Namun, di samping itu, malware juga bisa merusak sistem operasi suatu perangkat gadget. Bahkan, bukan tidak mungkin jika semua data yang ada di dalam perangkat gadget kamu akan hilang karena malware.

Baca Juga: 5 Tips Agar #SamaSamaAman dan #TerusAman di Internet

Cara Menghindari Risiko Kebobolan

Meski memiliki sejumlah risiko, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan WiFi publik. Kamu tetap bisa menggunakan WiFi publik selama mengikuti sejumlah protokol keamanan. Tips pertama adalah jangan sembarangan menyambungkan perangkatmu dengan WiFi. Perhatikan nama WiFi yang ingin kamu sambungkan, jika ada dua atau lebih nama WiFi yang sama atau aneh, sebaiknya urungkan niat tersebut.

Ketika kamu sudah tersambung dengan WiFi publik, usahakan untuk tidak mengakses informasi yang bersifat sensitif, seperti membuka akses perbankan, kartu kredit, hingga situs jual beli online yang menyimpan data pribadi bersifat sensitif. Usahakan juga untuk menggunakan SSL (Secure Socket Layer), di mana kamu pastikan situs yang kamu kunjungi sudah terenkripsi dengan memeriksa logo kunci yang ada di ujung sebelah kiri web address.

Langkah berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan VPN (virtual private network) ketika tersambung dengan WiFi publik. Mungkin sebagian dari kamu hanya mengetahui VPN digunakan untuk membuka sebuah situs yang diblokir. Di luar itu, VPN melindungi kamu dari ancaman hacker yang ingin mencuri datamu. Fungsi VPN adalah untuk menyamarkan identitas pengguna dan mengenkripsi situs yang memuat data penting. Ada banyak pilihan software VPN yang bisa kamu gunakan, namun selalu pastikan VPN tersebut aman digunakan ya.

Baca Juga: Pentingnya Memahami Potensi Bahaya Penggunaan VPN Gratis

Kamu juga bisa mematikan fitur wireless file sharing pada perangkatmu. Dengan mematikan fitur tersebut, maka hal itu juga akan menutup pintu masuk bagi peretas. Cara mematikan fitur ini adalah dengan pergi ke menu Network and Sharing untuk Windows dan System Preferences untuk Mac.

Nah, jika sudah selesai menggunakan WiFi publik tadi, jangan lupa untuk mengklik pilihan ‘lupakan jaringan’ atau ‘forget network’. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan misal kamu kembali ke tempat tersebut dan tersambung dengan WiFi secara otomatis.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan jika memang terpaksa menggunakan WiFi publik jika kuota internetmu habis. Solusi berikutnya adalah menggunakan koneksi internet data Telkomsel sebagai pilihan yang terpercaya. Telkomsel menawarkan berbagai pilihan paket data internet yang sesuai dengan kebutuhanmu, mulai dari kebutuhan media sosial, streaming YouTube, sampai kebutuhan bekerja dengan kuota teleconference. Informasi lebih lanjut mengenai paket data Telkomsel bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi situs Telkomsel atau melalui aplikasi MyTelkomsel.


Related Blogs