Telkomsel | 29 Januari 2018
2 shares

                 Dukungan Comrades bagi Orang Dengan HIV/AIDS

 

Menurut United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) pada tahun 2014 terdapat sekitar 1,2 juta kematian terkait AIDS, sedangkan kesadaran tentang HIV di kalangan anak muda hanya mencapai di kisaran 35%. UNAIDS  menargetkan angka kematian terkait AIDS akan menurun pada tahun 2030 dan kepedulian masyarakat terhadap HIV akan lebih meningkat lebih dari 90% di tahun yang sama.

Untuk mencapai target tersebut masyarakat diharapkan sudah mengerti dan paham akan informasi tentang HIV/AIDS, seperti cara penularan, pencegahan dan bagaimana bersikap juga memperlakukan para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Namun sekarang ini pengetahuan masyarakat mengenai penyakit HIV/AIDS masih sangat kurang, sehingga menimbulkan stigma-stigma negatif serta deskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), timbulnya rasa takut untuk melakukan tes dan mengetahui status HIV/AIDS lebih awal untuk masyarakat umum serta belum ada obat untuk menyembuhkannya panyakit HIV/AIDS.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Ramdhan Rizki Jamaludin, Joko Purwanto dan Tioreza Febrian mendapatkan ide sebagai solusi untuk membantu ODHA dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan HIV/AIDS. Ketiga pemuda dari Bandung tersebut kemudian mengembangkan aplikasi “Comrades”, yang menyediakan pelayanan kesehatan, memberikan informasi dan konsultasi terkait HIV/AIDS dengan pihak yang kompeten.

Untuk meningkatkan manfaat bagi para penderita HIV/AIDS secara optimal, Comrades menggunakan big data untuk mengumpulkan tweets  berupa dukungan positif bagi ODHA, dan teknologi chat bot yang bisa memberikan penjelasan umum tentang HIV/AIDS, serta teknologi internet of things (IoT) dalam bentuk HealBox sebagai pengingat bagi ODHA untuk mengkonsumsi obat.

Comrades merupakan salah satu peserta The NextDev 2017  yang terpilih sebagai TOP 20 karena dinilai memiliki aplikasi digital dengan kemampuan untuk memberikan solusi dan memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, agrikultur, dan transportasi. Mereka  juga berharap aplikasi buatan anak bangsa dapat memberikan solusi serta manfaat bagi banyak orang, agar nantinya aplikasi lokal bisa lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan aplikasi dari luar negeri.


Related Blogs