Minting NFT Adalah: Pengertian dan Cara Minting di Marketplace

Paket Data Orbit Telkomsel Buat YouTuber Biar Ngonten Makin Lancar

 

Non Fungible Token atau NFT adalah salah satu instrumen investasi berbentuk aset digital. Alih-alih dibeli dengan uang sebagaimana umumnya, transaksi NFT hanya dapat dilakukan dengan mata uang kripto.

 

Aset digital NFT ini singkatnya adalah bukti kepemilikan akan suatu karya digital, seperti karya seni digital, musik, game, rekaman audio, video klip, dan sebagainya. Aktivitas yang berkaitan dengan NFT disebut sebagai minting, dan untuk kamu yang berminat untuk menekuninya, pahami dulu apa itu minting

 

Apa itu Minting?

Secara awam, minting NFT adalah kegiatan membuat koleksi aset digital yang nantinya akan dijual untuk mendapatkan kripto. Untuk itu pemilik harus mengubah file digital menjadi koleksi yang tersimpan pada blockchain.

 

Aset nonfisik tersebut nantinya bakal tersimpan dalam distributed ledger, yang merupakan sebuah database terpusat. Di dalam ruang penyimpanan tersebut tidak mungkin ada seseorang yang dapat memodifikasi atau mengedit aset milik orang lain. 

 

Berapa Lama Prosesnya?

Sebenarnya tidak ada jangka waktu pasti untuk proses tersebut, tapi biasanya sekitar 30 menit.

 

Ingat, durasi tersebut hanya proses penerbitan, atau listing NFT. Namun untuk membuat karya NFT, kamu harus mendedikasikan diri, dan meluangkan waktu untuk membuat karya yang sungguh-sungguh spektakuler.

 

Seperti Ghozali Everyday, yang membutuhkan waktu tahunan hingga dapat menjual aset NFT-nya seharga miliaran rupiah. Selanjutnya kamu juga butuh waktu untuk mempromosikan dan menjual aset digitalmu di dunia NFT.

 

Berikut adalah langkah-langkah dasar yang harus kamu lakukan.

 

Persiapan Sebelum Minting

Sebelum mulai minting kamu harus melakukan beberapa persiapan dulu.

 

1. Pilih Platform Blockchain

Memilih platform blockchain adalah langkah pertama yang penting bagi pemula. Pasalnya ini berkaitan dengan perkiraan gas fee NFT juga kecepatannya. Gas Fee adalah biaya untuk pemrosesan transaksi pada blockchain. Ini kira-kira sama dengan biaya admin yang harus kamu bayar untuk bertransaksi di bank.

 

Setiap platform mempunyai fee dan kecepatan yang bervariasi. Beberapa opsi plaftorm yang populer yaitu Tezos, Binance, dan Ethereum.

 

2. Pilih Marketplace NFT

Setelah memilih blockchain selanjutnya adalah memilih marketplace tempat mencetak NFT. Hal-hal yang perlu kamu cermati di sini adalah marketplace incaranmu memungkinkan transfer dan transaksi pada blockchain lain, besaran gas fee, dan sistem sharing profit-nya.

 

Cek juga berapa lama durasi pencetakan NFT dan apakah marketplace tersebut cukup kredibel atau tidak.

 

Marketplace NFT yang populer selama ini adalah Rarible, Foundation, dan OpenSea. Jadi OpenSea NFT adalah semacam eBay atau Amazon, tempat jual-beli secara online dengan NFT sebagai produknya dan mata uang kripto alat pembayarannya.

 

Sampai saat ini OpenSea sudah memiliki 300 ribuan user dan telah mewadahi transaksi lebih dari tiga juta NFT. 

 

Cara Minting di Marketplace NFT

Untuk mulai aktivitas minting begini langkah-langkahnya.

 

1. Buat Karya Digital

Pertama, tentunya kamu harus membuat karya yang nantinya bakal jadi aset digital NFT-mu. Ini misalnya senjata dalam game, game itu sendiri, lagu, video, buku, animasi, dan banyak lagi.

 

Pastikan karya kamu unik dan berbeda dengan yang lain agar nilainya semakin tinggi. Selanjutnya ubah karya (seni) digital kamu menjadi data yang tersimpan di blockchain.

 

2. Top Up Wallet Ethereum

Langkah selanjutnya adalah membeli kripto yang digunakan pada blockchain pilihanmu alias top up, misalnya pada wallet Ethereum. 

 

Jangan lupa, beberapa blockchain hanya bekerja dengan blockchain tertentu. Jadi pilihan kamu bakal memengaruhi layanan wallet serta pasar yang kamu bidik nantinya.

 

Untuk transaksi di exchange kripto lokal kamu bisa menggunakan LinkAja dari Telkomsel. Aplikasi dompet digital ini memberi kemudahan untuk bertransaksi apa saja, termasuk belanja online, dan aktivitas di exchange kripto.

 

3. Install Wallet di Browser

Langkah ketiga adalah menginstal wallet kripto agar dapat melakukan pembayaran serta penjualan NFT di OpenSea. Untuk yang memilih marketplace OpenSea, sebaiknya kamu pilih wallet MetaMask karena banyak jadi pilihan user OpenSea. Sekarang kamu bisa menyimpan token Ethereum.

 

4. Buat Akun OpenSea

Kamu bisa membuat akun OpenSea dengan mengakses situsnya pada browser tempat wallet MetaMask terpasang.

 

Setelah masuk ke website-nya, klik pada pojok kanan atas profil lalu terima persyaratan pada MetaMask. Untuk mendaftar tinggal tap “Sign In”. Lanjutkan dengan melengkapi profil kamu, seperti nama, alamat email, lalu verifikasi akun kamu.

 

5. Upload Karya dan Mulai Minting

Sekarang buatlah koleksi NFT perdanamu dengan langkah-langkah berikut.

 

  • Buka akun
  • Tap “Tambah Item Baru”
  • Upload karyamu dan beri nama
  • Lengkapi keterangan untuk item digital tersebut
  • Terakhir, tap “Create”

 

Apakah Minting Berbayar?

Meskipun ada yang gratisan, tetapi umumnya aktivitas ini berbayar dengan mata uang kripto. Untuk gas fee, besarannya bervariasi dan dipengaruhi oleh ukuran data, proyek NFT, serta kecepatan transaksi.

 

Penutup

Dari ulasan di atas sedikit banyak kamu tentu sudah mendapat gambaran mengenai NFT dan aktivitas minting yang berkaitan dengan karya digital tersebut. Yang jelas NFT adalah alternatif investasi baru yang kekinian dan menjanjikan imbal hasil yang luar biasa.

 

Baca juga: 6 Aplikasi Investasi Reksa Dana yang Bisa Bayar Pakai LinkAja