Bahasa apa yang ingin kamu gunakan?
Pernah merasa takut ketinggalan tren yang sedang ramai dibicarakan teman atau melihat unggahan orang lain yang membuat kamu ingin ikut mencoba sesuatu? Dalam percakapan sehari-hari, perasaan tersebut sering disebut FOMO.
Istilah FOMO banyak digunakan di media sosial, terutama ketika membahas tren, pergaulan, hiburan, dan pengalaman baru.
Namun, apa sebenarnya arti FOMO dalam bahasa gaul, dan bagaimana contoh penggunaannya?
Baca Juga: Apa Arti Fineshyt, Bahasa Gaul Anak Gen Z yang Viral?
FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu perasaan khawatir akan melewatkan pengalaman, informasi, kegiatan, atau kesempatan yang dianggap penting atau menyenangkan.
Dalam bahasa gaul, FOMO biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ingin ikut melakukan sesuatu karena takut tertinggal dari orang lain. Misalnya, seseorang membeli barang yang sedang viral karena hampir semua teman atau kreator favoritnya membicarakannya.
FOMO tidak selalu berkaitan dengan hal negatif. Keinginan untuk mencoba pengalaman baru bisa menjadi hal yang wajar. Namun, jika keputusan terlalu dipengaruhi rasa takut tertinggal, seseorang bisa melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuannya sendiri.
Berikut beberapa situasi yang menggambarkan penggunaan istilah FOMO.
Seseorang ikut membuat video dengan tren yang sedang populer karena ingin merasakan pengalaman yang sama dengan pengguna lain.
Contoh kalimat: “Aku ikutan tren ini karena FOMO, soalnya lewat terus di beranda.”
Seseorang merasa khawatir tidak dilibatkan ketika melihat teman-temannya mengunggah foto saat berkumpul.
Contoh kalimat: “Lihat teman-teman nongkrong tanpa aku bikin FOMO juga.”
Seseorang ingin membeli produk yang sedang ramai dibicarakan, meskipun belum tentu membutuhkannya.
Contoh kalimat: “Awalnya nggak butuh, tapi gara-gara lihat semua orang pakai, jadi FOMO pengin beli.”
Seseorang ingin menghadiri konser, festival, atau acara populer karena takut melewatkan pengalaman yang sedang ramai dibicarakan.
Contoh kalimat: “Teman-teman pada datang ke acara itu, aku jadi FOMO.”
Ada beberapa hal yang dapat memicu perasaan FOMO.
Perasaan tersebut bisa muncul sesekali dan tidak otomatis menunjukkan adanya masalah. Pengaruhnya bergantung pada intensitas, situasi, dan dampaknya terhadap keseharian.
Agar tidak mudah terbawa tren, kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut.
Selain FOMO, ada istilah JOMO yang merupakan singkatan dari Joy of Missing Out. JOMO menggambarkan perasaan nyaman ketika memilih tidak mengikuti suatu kegiatan atau tren karena ingin memprioritaskan kebutuhan dan kesenangan sendiri.
Istilah | Arti | Contoh |
|---|---|---|
FOMO (Fear of Missing Out) | Takut melewatkan pengalaman atau tren yang diikuti orang lain. | Ikut membeli barang karena sedang viral. |
JOMO (Joy of Missing Out) | Menikmati pilihan untuk tidak mengikuti kegiatan atau tren tertentu. | Memilih beristirahat daripada menghadiri acara yang tidak diinginkan. |
Keduanya merupakan istilah populer untuk menggambarkan sikap terhadap berbagai pengalaman sosial. Tidak mengikuti tren bukan berarti ketinggalan, begitu juga dengan mengikuti tren tidak selalu berarti FOMO.
Baca Juga: Seberapa Tahu Kamu Tentang Bahasa Gaul Gen Z?
FOMO dalam bahasa gaul berarti rasa takut tertinggal dari pengalaman, informasi, atau tren yang diikuti orang lain. Istilah ini sering muncul dalam percakapan tentang media sosial, pertemanan, dan kebiasaan berbelanja.
Mengikuti tren boleh saja selama sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Yang terpenting, kamu tetap bisa menentukan pilihan sendiri tanpa merasa harus selalu mengikuti apa yang sedang ramai.
Untuk menikmati media sosial, mencari informasi, dan mengikuti tren digital dengan nyaman, koneksi internet yang stabil juga dapat membantu. Kamu bisa melihat informasi layanan internet rumah melalui https://www.telkomsel.com/indihome.
Short Video baru dan seru