6 Fakta Tentang Kenaikan Harga BBM di Indonesia yang Terbaru

6 Fakta Tentang Kenaikan Harga BBM di Indonesia yang Terbaru

 

Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi berita yang menghebohkan di tanah air. Bagaimana, tidak, kenaikan harga BBM kali ini dinilai tinggi dan bisa berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.

 

Kabar kenaikannya juga diiringi oleh sejumlah fakta menarik. Contohnya seperti adanya bantuan langsung tunai di balik kenaikan BBM untuk meringankan beban rakyat. Selain itu juga masih ada beberapa fakta menarik lainnya.

 

Baca Juga: 10 Tagihan yang Bisa Dibayar Pakai LinkAja

 

Fakta di Balik Kenaikan Harga BBM

Nah, berikut ini kami sudah merangkum sejumlah fakta dampak kenaikan BBM dan juga solusi pemerintah untuk membantu masyarakat lewat BLT. 

 

1. Penyebab Harga BBM Kian Mahal

Pertama-tama, kamu harus tahu alasan atau penyebab kenaikan harga BBM di Indonesia. Dengan mengetahui fakta yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu, kamu bisa menyikapi segala sesuatu dengan lebih bijak.

 

Banyak orang yang mempertanyakan kenapa pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak di tengah harga minyak dunia yang justru turun. Menurut Sri Mulyani, ini karena subsidi BBM di Indonesia masih tergolong besar.

 

Hingga saat ini, pemerintah masih terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang semakin fluktuatif. Hal tersebut terjadi karena pengaruh sosial dan geopolitik negara-negara yang ada di seluruh dunia.

 

2. Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran

Selain subsidi yang masih terlalu besar, pemerintah juga menghitung bahwa pengalokasiannya belum tepat sasaran. Hal inilah yang juga menjadi penyebab kenaikan harga BBM 2022.

 

Pemerintah kabarnya sudah menghitung subsidi yang saat ini berada pada angka Rp591 triliun. Jika harga minyak dunia berada pada kisaran USD 85 per barel, maka alokasi subsidinya menjadi Rp605 triliun.

 

Pemerintah juga mengeklaim kalau subsidi tersebut belum tepat sasaran. Itulah kenapa, pemerintah kemudian menaikan harganya dan mengalokasikan subsidi pada hal lain.

 

3. Jenis BBM yang Harganya Naik

Faktanya, ada beberapa jenis BBM yang harganya naik di seluruh SPBU yang ada di tanah air, yaitu jenis Solar, Pertamax, dan Pertalite.

 

Pada tanggal 3 Agustus sebelumnya,beberapa jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex juga mengalami kenaikan. Pemerintah juga mengeklaim bahwa 3 jenis BBM nonsubsidi tersebut hanya mendapatkan penyesuaian harga saja.

 

Melihat dari data tersebut, kenaikan harga pada setiap produk tidak berlangsung secara bersamaan. Proses kenaikannya terjadi untuk beberapa jenis terlebih dahulu, kemudian beberapa produk lainnya ikut menyusul.

 

4. Bansos untuk Pengalihan Subsidi

Di balik kenaikan harga bahan bakar minyak, pemerintah juga memberikan bantuan sosial (bansos) berupa bantuan langsung tunai (BLT). Bantuan ini bertujuan untuk meredam adanya dampak inflasi akibat kenaikan tersebut.

 

Masyarakat yang mendapatkan bansos ini sekitar 20,65 juta keluarga di seluruh Indonesia. Total bansos yang pemerintah bagikan senilai Rp12,4 triliun. BLT tersebut langsung di bawah Kemensos.

 

Dalam proses penyalurannya, pemerintah akan menjamin bahwa bantuan tersebut tepat sasaran. Pemerintah juga langsung menunjuk PT. Pos Indonesia untuk berkoordinasi dalam penerima manfaat dari bantuan ini.

 

Bansos ini juga dikucurkan untuk 16 juta pekerja. Bantuannya akan pemerintah bagikan kepada pekerja sebesar Rp600.000 per bulan.

 

Pemerintah akan membagikan BLT selama empat bulan berturut-turut, dengan nominal Rp150.000. Artinya, Rp600.000 tersebut akan dibagikan selama 4 kali berturut-turut dalam kurun waktu 4 bulan.

 

5. Pengamanan Ketat Polisi di SPBU

Proses kenaikan bahan bakar minyak juga sempat melibatkan pengamanan ketat oleh kesatuan Polisi Indonesia di SPBU. Per tanggal 3 bulan September tahun 2022 lalu, polisi mempertebal pengamanan di beberapa SPBU di kawasan Jakarta.

 

Pengamanan dari personel polisi bertujuan untuk memantau agar kondusif, tidak ada penimbunan, dan lainnya. Hal ini langsung dipaparkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

 

Selain di kawasan Jakarta, pengamanan juga terjadi di beberapa titik. Contohnya seperti di kawasan Jabodetabek, berbagai daerah di Jawa Barat, dan juga beberapa daerah di luar Jakarta lainnya.

 

6. Harga BBM Vivo Akhirnya Juga Naik

BBM dari Vivo sempat menjadi primadona di tengah kenaikan produk bahan bakar minyak di SPBU Pertamina. Pasalnya, ketika pemerintah menaikan harga BBM di seluruh SPBU Pertamina, justru Vivo masih tetap bertahan.

 

Harga BBM di SPBU Vivo menjadi buruan masyarakat. Harganya masih tetap sama, sehingga lebih murah dibandingkan dengan harga Pertamina yang sudah mengalami kenaikan. Bahkan perbedaannya pun sangat signifikan.

 

Namun, beberapa hari kemudian, tiba-tiba PT. Vivo Energy Indonesia juga turut melakukan penyesuaian harga jual. Produknya bahkan menjadi sedikit mahal dari BBM Pertamina.

 

Revvo 89 dari Vivo sekarang dibanderol seharga Rp10.900, lebih mahal sedikit jika kita bandingkan dengan Pertalite Pertamina yang harganya Rp10.000. Akibat dari kenaikannya ini, maka Pertamina kembali menjadi perusahaan yang menawarkan BBM murah.

 

Ingin punya kesempatan mendapatkan diskon atau promo pembayaran bahan bakar minyak di tengah kenaikan harga BBM? Yuk gunakan aplikasi LinkAja! Informasi lebih lanjut bisa kamu cek di www.telkomsel.com/explore/Linkaja.