Telkomsel | 10 Juli 2020
1 shares

The NextDev Hub X Huawei Webinar Series:
Menelaah Tantangan dan Peluang Bisnis Cloud di Indonesia

The NextDev Hub X Huawei Webinar Series: Menelaah Tantangan dan Peluang Bisnis Cloud di Indonesia

Riset yang dilakukan oleh Boston Consulting Group menunjukkan bahwa penggunaan teknologi cloud dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Tanah Air. Jika dirinci, implementasi cloud dapat menyumbang 40 miliar dolar AS untuk PDB Indonesia dan membantu membuka 350 ribu lapangan kerja baru, terhitung sejak 2019 hingga 2023.

Laporan tersebut tentu memberikan kita gambaran akan potensi besar dari pemanfaatan cloud di negeri ini. Meski demikian, pada kenyataannya, tingkat adopsi dari teknologi yang juga kerap disebut sebagai komputasi awan tersebut masih terbilang rendah. Hal ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh Kaspersky. Perusahaan keamanan siber tersebut mengungkapkan bahwa hanya 19,4% perusahaan di Indonesia yang telah mengadopsi layanan public cloud.

Lantas, apa yang menyebabkan teknologi cloud belum banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia? Menurut Manager Cloud Solution Portfolio Management Telkomsel Ficky. Y. P. Sagala, bisnis cloud di Indonesia masih memiliki berbagai tantangan yang harus dihadapi. Hal tersebut diungkapkannya dalam seminar daring keempat dari “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” yang diselenggarakan pada Selasa, 7 Juli 2020, dengan tema “Roads to Cloud Business”.

Pada webinar tersebut, Ficky mengatakan bahwa Indonesia masih kekurangan talenta yang memiliki keahlian dalam menjalankan implementasi cloud. Dari situ, minimnya pengetahuan akan teknologi cloud bisa berdampak pada proses pengambilan keputusan di perusahaan, termasuk kesulitan yang berpotensi dialami oleh korporasi dalam menjalankan manajemen perubahan.

Ficky menambahkan bahwa tantangan lain yang harus dihadapi adalah jumlah penyedia cloud lokal yang terbilang sedikit dan minimnya penawaran dari penyedia cloud global yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Ia pun berharap perusahaan-perusahaan internasional yang berkompeten dalam menyediakan layanan cloud dapat menawarkan solusi yang fleksibel, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan korporasi maupun startup di Tanah Air.

Baca Juga: Potensi Pemanfaatan Teknologi 5G untuk Transformasi Digitalisasi Industri di Indonesia

Terlepas dari tantangan yang mengadang, Ficky tetap melihat adanya peluang bagi industri dalam mengadopsi cloud. Baginya, Revolusi Industri 4.0 mampu menjadi pendorong bagi para pelaku industri dalam melakukan transformasi digital, termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan cloud. Beberapa sektor yang menurutnya punya potensi tinggi dalam memaksimalkan teknologi tersebut adalah manufaktur, layanan finansial non-bank, dan pemerintahan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Senior Consultant Huawei Simon Tsang. Ia mengatakan bahwa fokus implementasi cloud perlu diarahkan ke segmen enterprise dan institusi pemerintahan. Pada segmen enterprise, cloud menjadi salah satu elemen yang mampu memperkuat digitalisasi infrastruktur dan operasional perusahaan. Bahkan, teknologi tersebut juga bisa memberikan peluang bisnis baru bagi korporasi, baik itu secara B2B maupun B2C.

Sedangkan bagi institusi pemerintahan, implementasi cloud menjadi perlu untuk mendorong percepatan penerapan teknologi itu sendiri. Simon memberi contoh dengan menunjukkan apa yang terjadi di Cina. Di sana, kebijakan pemerintah mampu mengakselerasikan implementasi cloud di dalam perusahaan, yang turut didukung oleh penyediaan internet yang lebih cepat dan terjangkau.

Manfaat Teknologi Cloud

Kita sudah melihat peluang yang bisa dimaksimalkan oleh perusahaan maupun pemerintah dalam mengimplementasikan cloud. Lantas, apa sebenarnya yang membuat teknologi tersebut menjadi perlu untuk dimanfaatkan? Simon menerangkan paling tidak ada lima manfaat dari penerapan cloud yang perlu diperhatikan.

Pertama, cloud dapat membantu penggunanya untuk menghemat biaya. Pasalnya, pengguna tidak perlu lagi memiliki data center yang cukup memakan biaya, mulai dari penyediaan ruangan untuk menyimpan server, penggunaan pendingin ruangan untuk menjaga suhu komputer, hingga tenaga kerja yang bertugas untuk melakukan perawatan. Hal ini dimungkinkan karena seluruh infrastruktur disediakan oleh penyedia layanan cloud.

Baca Juga: Terus Berinovasi di Era Digitalisasi dalam Masa Pandemi

Kedua, pembayaran terhadap layanan cloud menggunakan skema pay-as-you-use atau pay-as-you-go. Maksudnya, biaya yang dikeluarkan oleh pengguna sudah sesuai dengan penggunaannya, mulai dari durasi sewa hingga kapasitas yang digunakan. Ongkosnya pun dapat disesuaikan seiring dengan peningkatan kebutuhan dari penggunanya.

Skema pembayaran tersebut mengantarkan kita ke manfaat yang ketiga. Salah satu pertimbangan perusahaan dalam melakukan investasi di sektor teknologi adalah besarnya pengeluaran yang dibayarkan di awal (capital expenditure/CAPEX). Penerapan cloud mampu menghapus pertimbangan tersebut karena biaya investasinya tidak membebani CAPEX, namun beralih menjadi operation expenditure (OPEX), sehingga dapat membantu perusahaan dalam mengakselerasikan transformasi digital pada internal dan operasionalnya.

Manfaat keempat yang didapat dari penggunaan cloud adalah mempercepat inovasi. Hal tersebut merupakan buah dari biaya kegagalan (failure cost) cloud yang lebih rendah dibandingkan dengan data center. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya, dan tidak lagi khawatir dalam melakukan pengawasan terhadap infrastruktur teknologi.

Sedangkan manfaat kelima adalah mempercepat ketersediaan produk atau layanan. Salah satu sifat utama dari cloud adalah seluruh kegiatan komputasi dilakukan di ‘awan’. Dengan demikian, proses pengembangan produk maupun layanan juga bisa dilakukan secara virtual. Selain itu, lokasi cloud yang berada luas secara global juga bisa membantu perusahaan untuk melakukan ekspansi.

Bagaimana, menarik bukan penjelasan di atas? Buat kamu yang ingin lebih tahu tentang perkembangan teknologi terkini, jangan sampai ketinggalan seminar daring berikutnya dari “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series”. Masih ada tujuh sesi webinar menarik yang patut untuk disimak, dengan sesi selanjutnya akan diselenggarakan pada Selasa, 14 Juli 2020, pukul 13.00 - 16.00 WIB, dengan topik “Roads to IoT Business”.

Butuh informasi lebih lanjut mengenai kegiatan menarik tersebut? Langsung saja akses akun media sosial resmi The NextDev berikut ini:

Instagram: https://instagram.com/thenextdev

Twitter: https://twitter.com/the_nextdev 

Facebook: https://facebook.com/thenextdev 


Related Blogs