Telkomsel | 06 Maret 2019
5 shares

                    Mengganti Dompet dengan Smartphone untuk Pembayaran Digital

 

Bayangkan di masa depan, generasi jauh di bawah kita tak lagi mengenal yang namanya dompet. Sama seperti generasi sekarang yang tidak mengenal kaset atau walkman. Bisa jadi, ke depannya, pamor uang kertas dan uang logam akan semakin tenggelam karena makin banyaknya pengguna uang elektronik dalam sistem pembayaran digital.

Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa kita pertimbangkan dalam penggunaan pembayaran digital ketimbang menggunakan uang kertas atau logam. Selain biaya pembuatan uang kertas yang cukup mahal, masalah kesehatan juga menjadi pertimbangan lainnya.

Menurut Bank Indonesia, biaya pencetakan uang sangat dipengaruhi oleh rumitnya sistem pengamanan di dalam uang itu sendiri, yang terdiri 9 sampai 12 jenis. Anggarannya bisa mencapai Rp3,5 triliun setiap taun untuk mencetak dan mendistribusikannya, setidaknya 8 miliar lembar uang. Dipercaya, jika warga beralih menggunakan uang digital, negara akan menghemat sekitar 10 sampai 20 persen.

Dari sisi kesehatan, uang tunai juga dianggap cukup membahayakan. Perputaran uang kertas dan logam dari tangan ke tangan membuatnya dipenuhi dengan bakteri dan kuman. Peneliti di Wright Patterson Medical Center, Ohio, menemukan 87 persen uang kertas yang beredar di dunia mengandung cukup bakteri untuk menimbulkan sebuah penyakit.

Mengganti Dompet dengan Smartphone untuk Pembayaran Digital

Sebanyak 36 persen dari total bakteri yang ada di uang kertas berpotensi patogen dan bisa menyebabkan jatuh sakit. Di antaranya E. coli dan Clostridium difficile. 

Makanya, tidak salah jika pemerintah kemudian buru-buru membuat Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) sejak Agustus 5 tahun lalu, yang merupakan cikal bakal menuju Indonesia Cashless atau tanpa uang tunai. Setidaknya ada 2 yang bisa digunakan untuk menghilangkan transaksi tunai, menggunakan kartu dan pembayaran digital. Sayangnya, untuk pembayaran menggunakan kartu, masih ada cost yang harus dibayar yakni untuk pembuatan kartu. Sedangkan melalui aplikasi digital, tidak ada biaya sama sekali.

Di sinilah kemudian yang dianggap pembayaran melalui aplikasi digital jauh lebih efisien ketimbang kartu. Pembayaran apapun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tak perlu harus menggunakan alat gesek kartu. Jikapun menggunakan alat bantu, pembayaran digital memiliki sistem barcode yang bisa melakukan transaksi dalam waktu kurang dari 5 detik.
 

Aplikasi LinkAja

Namun kita tidak perlu menunggu impian masa depan untuk mengganti dompet dengan sistem pembayaran yang serba digital. Karena sekarang sudah banyak aplikasi pembayaran digital yang sarananya hanya membutuhkan smartphone. Salah satunya adalah LinkAja, yang dulu bernama T-Cash.

Kelebihan LinkAja dibanding aplikasi pembayaran lainnya adalah ini merupakan cikal bakal one payment gateway di Indonesia karena didukung oleh banyak BUMN terkait. LinkAja merupakan kolaborasi Telkomsel dengan sejumlah perusahaan BUMN yaitu Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Mengganti Dompet dengan Smartphone untuk Pembayaran Digital

Selain membeli pulsa dan voucher game, LinkAja juga bisa melakukan pembayaran listik, PDAM, TV kabel, internet, telepon, sampai gas. Ada juga pembayaran asuransi, multifinance, sampai pembayaran donasi. Nantinya, LinkAja juga bisa dipergunakan untuk melakukan pembayaran di jalan tol, MRT, LRT, SPBU Pertamina, BPJS, pembayaran PDAM, serta micro insurance. Ini merupakan langkah besar dari seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar pembayarannya terintegrasi di satu aplikasi saja, LinkAja.

Ke depan, bisa jadi LinkAja akan sama dengan 'kartu sakti' Octopus Card di Hong Kong atau EZ Link Card di Singapura. Warga tak butuh lagi membawa-bawa dompet di kantong belakang celana, apalagi membawa uang cash. Cukup dengan smartphone, semua bisa terpenuhi.


Related Blogs