Telkomsel | 30 September 2020
1 shares

Cerita Sahril Terapkan Skill yang Dipelajari di IndonesiaNEXT

Cerita Sahril Terapkan Skill yang Dipelajari di IndonesiaNEXT

Berjuang dan pantang menyerah. Karakter ini yang melekat kuat pada sosok Sahril Hasan, yang menjadi 2nd Best Talent IndonesiaNEXT 2018. Mahasiswa asal Ambon yang sedang menempuh kuliah di STMIK AKAKOM Yogyakarta ini berhasil menjadi salah satu yang terbaik lewat kerja keras dan semangatnya yang pantang menyerah.

Mendapatkan info program IndonesiaNEXT dari kakak alumninya, Sahril kemudian mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi regional di Yogyakarta, hingga kemudian lolos untuk mengikuti seleksi tahap lanjutan di Semarang. Dari beberapa sertifikasi keahlian yang ada di IndonesiaNEXT 2018, Sahril memutuskan untuk memilih sertifikasi Power Point karena ia memiliki minat tinggi akan hal tersebut.

Bukan tanpa halangan, Sahril yang juga menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di kampusnya ini bercerita bahwa ia punya banyak pengalaman unik dan berkesan saat mengikuti IndonesiaNEXT 2018. Sahril harus menempuh perjalanan Yogyakarta-Semarang untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari tahap seleksi hingga kompetisi berakhir. Perjalanannya tak selalu berjalan mulus, bus yang ditumpanginya mogok di tengah perjalanan hingga akhirnya Sahril terlambat datang ke tempat seleksi. Sahril juga hampir tidak diperbolehkan masuk ruangan karena bajunya basah kuyup akibat menerjang hujan demi sampai ke tempat seleksi.

Tidak disangka, keberanian dan sifat yang pantang menyerah menjadi jalan baginya untuk menjadi 2nd Best Talent IndonesiaNEXT 2018. Selama mengikuti kompetisi, Sahril banyak mendapatkan ilmu yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Bagi Sahril, IndonesiaNEXT memberikan peluang besar bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya.

Baca Juga: IndonesiaNEXT 2020 Siap Cetak SDM Unggul Penggerak Roda Kemajuan Bangsa

Selain ilmu hard skill seperti sertifikasi Power Point, Excel, dan yang lainnya, Sahril mendapatkan materi berharga tentang public speaking, teamwork, critical thinking, hingga problem solving dari para mentor berpengalaman. Kemampuan soft skill dan hard skill ini masih diimplementasikan oleh Sahril hingga sekarang. Bahkan, ilmu tersebut menurutnya sangat berguna untuk dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari, kegiatan di kampus, hingga mengikuti perlombaan lainnya.

Sahril paham betul, dengan mengikuti IndonesiaNEXT, ia akan bertemu dengan banyak orang dari latar belakang dan tempat yang berbeda. Ini adalah kesempatan emas untuk menjalin networking dan juga berkenalan dengan para peserta lainya. Berkat usaha Sahril dalam menjalin relasi dan menimba ilmu dengan rekannya dari kampus lain, Sahril bisa lolos dalam materi sertifikasi Microsoft Excel.

Sahril bercerita bahwa ia punya tujuan saat mengikuti IndonesiaNEXT 2018. Ia ingin mendapatkan ilmu, pengalaman, dan relasi yang lebih banyak, dimana ilmu dan pengalaman tersebut akan ia bagikan kepada teman-teman dan saudara-saudara yang ada di Maluku. Sahril merasa beruntung karena memiliki kesempatan untuk mengikuti IndonesiaNEXT 2018. Sahril juga berpesan pada teman-temannya di Maluku bahwa, “Kita semua sama, apa pun latar belakang kita. Yang terpenting, kita akan bernilai besar jika kita bisa bermanfaat untuk banyak orang.”

Tidak hanya itu saja, Sahril semakin bersemangat berkompetisi di IndonesiaNEXT 2018 karena para peserta akan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara global dan berkesempatan untuk pergi ke Jepang, negara yang menjadi tujuan dari mimpi Sahril sejak ia duduk di semester dua perkuliahan.

Setelah mengikuti IndonesiaNEXT 2018, Sahril aktif membangun sistem di bidang edukasi dengan teman-temannya. Dengan didasari oleh empati akan fasilitas belajar mengajar di Indonesia yang menurutnya masih minim, Sahril dan teman-temannya ingin memanfaatkan teknologi AR (Augmented Reality) untuk menggantikan metode pembelajaran konvensional menjadi lebih modern.

Pada Maret 2020, Sahril juga berkesempatan mengikuti program magang di Telkomsel sebagai bagian dari tim Corporate Social Responsibility (CSR). Ia terlibat dalam  project pembuatan dashboard CSR. Dari program magangnya di Telkomsel, Sahril banyak belajar tentang budaya kerja. Di Telkomsel, perencanaan akan pekerjaan dilakukan secara terstruktur dan melibatkan banyak pihak. Communication skill, critical thinking, teamwork, dan problem solving yang Sahril dapatkan selama mengikuti IndonesiaNext 2018 berhasil ia terapkan saat magang.

Baca Juga: Hard Skill atau Soft Skill, Mana yang Lebih Penting di Dunia Kerja?

Sahril berpesan kepada teman-teman mahasiswa lainnya agar bisa berdaya sejak muda. “Menjadi mahasiswa, tidak hanya mencari ilmu saja, tapi juga pengalaman dan relasi. Kenapa IPK maksimum itu hanya 4.00 dan bukan 100? Karena 96 lainnya didapat dari luar ruang kelas,” begitu tutur Sahril. Ia juga berpesan, “Anak muda sebisa mungkin aktif mengikuti berbagai kegiatan, contohnya IndonesiaNext. Gunanya untuk mengasah soft skill dan hard skill dan menciptakan dampak positif dari ilmu dan pengalaman yang didapat,” tutup Sahril.

IndonesiaNEXT adalah salah satu program CSR Telkomsel di bidang pendidikan yang sudah berlangsung selama 4 tahun. Pada tahun ini, kamu bisa mengikuti program IndonesiaNEXT 2020 secara virtual.

Kamu tertarik mengikuti IndonesiaNEXT 2020? Tunggu informasi selanjutnya tentang registrasi di halaman https://indonesianext.id dan follow Instagram @indonesia_next ya!


Related Blogs