10 negara ini punya cadangan minyak terbesar di dunia. Kira-kira ada Indonesia gak?
Akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, pasokan minyak dunia terganggu. Akibatnya, krisis sumber daya jadi ancaman terbesar. Di situasi kaya gini, siapa negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia?
Ternyata ada 10 negara yang mungkin tetap adem-ayem atau malah dapet untung besar ketika krisis sumber daya berlangsung, lantaran mereka punya cadangan minyak yang bisa jadi aset paling nguntungin. Negara apa aja? Indonesia termasuk gak?
Baca juga: Menyegarkan Jiwa, Jelajahi 10+ Air Terjun Terpopuler di Indonesia Ini!
Berita soal krisis bahan bakar harus banget jadi sesuatu yang kamu cari tahu update-nya. Cek kuotamu biar gak ketinggalan berita terbarunya dengan pilih sendiri kuotanya lewat aplikasi MyTelkomsel Basic.
Mau tahu sebanyak apa negara-negara ini menyimpan cadangan minyaknya? Cek selengkapnya di bawah ini!
Minyak bumi masih jadi “urat nadi” energi global. Di tengah tren energi terbarukan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak negara masih sangat bergantung pada minyak, termasuk Indonesia.
Tapi, pernah kepikiran nggak, negara mana saja yang punya cadangan minyak terbesar di dunia? Dan yang lebih penting: apakah Indonesia masih masuk daftar itu? Berikut ini daftar 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Banyak yang menyangka Arab Saudi ada di posisi pertama, tapi ternyata negara Amerika Selatan ini yang jadi juaranya. Venezuela diperkirakan memiliki lebih dari 300 miliar barel minyak, menjadikannya negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Mayoritas cadangan ini tersimpan di wilayah Orinoco Belt, sebuah sabuk minyak raksasa di bagian tengah negara. Tapi ada tantangan besar di balik angka yang fantastis itu: kualitas minyak Venezuela tergolong berat dan sangat kental, sehingga proses ekstraksinya jauh lebih sulit dan mahal dibanding minyak konvensional.
Kondisi ekonomi dan politik Venezuela yang gak stabil juga bikin potensi besar ini belum bisa dimaksimalkan sepenuhnya sampai sekarang.
Nah, ini yang paling sering dikira nomor satu. Arab Saudi memang pemain paling dominan di industri minyak global dengan cadangan sekitar 267 miliar barel. Bedanya dengan Venezuela, minyak Arab Saudi kualitasnya bagus dan gampang diekstraksi, makanya mereka bisa jadi produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia selama puluhan tahun.
Arab Saudi juga punya pengaruh besar di OPEC, organisasi negara-negara pengekspor minyak, dan sering jadi penentu arah kebijakan produksi minyak global.
Lapangan minyak Ghawar di timur negeri ini bahkan disebut sebagai ladang minyak konvensional terbesar yang pernah ditemukan manusia.
Iran punya cadangan sekitar 208 miliar barel dan jadi salah satu raksasa energi yang sering terlupakan di tengah pemberitaan konflik geopolitiknya. Cadangan minyaknya tersebar di berbagai wilayah, terutama di kawasan barat daya yang berbatasan dengan Irak.
Masalahnya, potensi besar ini sering terhambat oleh sanksi internasional yang membatasi kemampuan Iran untuk memproduksi dan mengekspor minyak secara bebas.
Akibatnya, banyak kapasitas produksi yang gak bisa berjalan optimal meski cadangannya melimpah.
Kanada sering bikin orang kaget karena gak banyak yang mengira negara berhawa dingin ini punya cadangan minyak sebesar 170 miliar barel. Rahasianya ada di oil sands Alberta, endapan pasir bercampur minyak berat yang jumlahnya luar biasa besar.
Tantangan terbesarnya adalah teknologi ekstraksi yang lebih kompleks dan biaya produksi yang lebih tinggi dibanding minyak konvensional biasa. Selain itu, proses pengolahan oil sands juga mendapat kritik karena dampak lingkungannya yang cukup besar.
Tapi dengan teknologi yang terus berkembang, Kanada tetap jadi salah satu pemain minyak global yang gak bisa diremehkan.
Irak menyimpan sekitar 145 miliar barel cadangan minyak dan hampir seluruh ekonomi negaranya bergantung pada sektor ini. Lebih dari 90% pendapatan pemerintah Irak berasal dari ekspor minyak, jadi bisa dibayangkan betapa kritisnya sektor ini bagi kelangsungan negara.
Cadangan terbesar Irak ada di wilayah selatan, terutama di sekitar Basra yang sering disebut sebagai "ibu kota minyak" Irak. Meski dibayangi ketidakstabilan politik dan konflik berkepanjangan, Irak tetap terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dari tahun ke tahun.
Rusia punya cadangan minyak sekitar 108 miliar barel dan sudah lama jadi salah satu kekuatan energi paling berpengaruh di dunia.
Ladang minyaknya tersebar luas dari Siberia Barat hingga kawasan Laut Kaspia, menjadikan Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar secara konsisten. Yang bikin Rusia makin powerful di pasar energi global adalah kombinasi antara cadangan minyak dan gas alam yang sama-sama melimpah.
Rusia adalah eksportir gas alam terbesar di dunia, jadi ketergantungan Eropa pada energi Rusia bukan cuma soal minyak, tapi juga gas yang mengalir lewat jaringan pipa sepanjang ribuan kilometer.
Aset inilah yang bikin Rusia jadi salah satu negara yang berpotensi bakal cuan gede kalo misal konflik Iran masih terus berlangsung, karena permintaan impor bagi negara-negara yang butuh energi semakin banyak.
Jangan salah sangka sama ukurannya yang mungil. Kuwait punya cadangan minyak sekitar 101 miliar barel, menjadikannya salah satu negara dengan kekayaan minyak per kapita tertinggi di dunia.
Dengan populasi yang relatif kecil tapi cadangan yang luar biasa besar, Kuwait adalah salah satu negara paling kaya di planet ini berkat minyaknya.
Lapangan minyak Burgan di Kuwait bahkan masuk dalam daftar ladang minyak terbesar di dunia dan sudah berproduksi sejak tahun 1930-an. Meski sudah tua, lapangan ini masih terus mengalirkan jutaan barel setiap harinya.
UEA punya cadangan sekitar 98 miliar barel dan jadi salah satu anggota OPEC yang paling aktif. Yang menarik dari UEA adalah mereka gak cuma mengandalkan minyak, tapi juga sangat serius dalam diversifikasi ekonomi.
Dubai, misalnya, sudah berhasil bertransformasi jadi pusat bisnis, pariwisata, dan keuangan global yang gak lagi bergantung sepenuhnya pada minyak.
Abu Dhabi adalah wilayah yang paling kaya cadangan minyak di UEA dan jadi tulang punggung ekonomi federal. Sementara emirat-emirat lain seperti Dubai dan Sharjah sudah jauh lebih dulu bergerak ke sektor non-minyak.
Amerika Serikat punya sekitar 69 miliar barel cadangan minyak dan meski angkanya lebih kecil dibanding negara-negara Timur Tengah, keunggulan AS ada di tempat lain: teknologi. AS adalah pelopor revolusi shale oil yang mengubah peta energi global secara dramatis di dekade terakhir.
Dengan teknologi fracking, AS berhasil mengekstraksi minyak dari formasi batuan yang sebelumnya dianggap gak ekonomis. Hasilnya, produksi minyak AS melonjak tajam dan menjadikan negara ini salah satu produsen minyak terbesar di dunia, bahkan mengalahkan Arab Saudi dan Rusia di beberapa periode.
Libya menutup daftar ini dengan cadangan sekitar 48 miliar barel, yang sebenarnya adalah angka terbesar di seluruh Afrika. Kualitas minyak Libya juga tergolong premium karena kadar sulfurnya rendah, sehingga lebih mudah diolah dan punya nilai jual tinggi di pasar internasional.
Sayangnya, potensi besar ini terus-menerus terganggu oleh konflik politik dan keamanan yang gak kunjung stabil sejak jatuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011.
Produksi minyak Libya sering tiba-tiba anjlok karena blokade, serangan, atau perebutan kekuasaan atas fasilitas minyak yang jadi sumber pendanaan berbagai kelompok bersenjata.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Faktanya, Indonesia sudah tidak masuk 10 besar negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Secara global pun posisinya cukup jauh tertinggal.
Cadangan minyak Indonesia saat ini hanya sekitar 2,3–2,4 miliar barel untuk cadangan terbukti, atau sekitar 4,4 miliar barel jika termasuk semua kategori . Angka ini sangat kecil dibandingkan negara seperti Venezuela yang punya lebih dari 300 miliar barel.
Selain itu, banyak sumur minyak di Indonesia sudah tua dan produksinya terus menurun, sementara penemuan cadangan baru masih terbatas. Dampaknya, Indonesia kini lebih sering menjadi importir minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kondisi ini membuat harga BBM sangat bergantung pada harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Ketika harga global naik, Indonesia ikut terdampak karena ketergantungan pada impor masih tinggi.
Baca juga: 7 Rekomendasi Negara yang Cocok untuk Solo Travelling
Seru kan ngobrolin soal energi dan geopolitik global? Biar kamu bisa terus update berita dan info terkini dari seluruh dunia tanpa gangguan, pastikan kuota kamu selalu terpantau lewat MyTelkomsel Basic. Beli dan pilih sendiri kuota sesuai kebutuhanmu!
Short Video baru dan seru