Ini Tips untuk Meningkatkan Kualitas Cold Calling Pada Bisnis
Blog
21 Jan 2026
Diperbarui pada 21 Jan 2026

Cold calling masih jadi salah satu cara paling ampuh buat membuka percakapan pertama dengan calon pelanggan. Lewat pendekatan langsung seperti telepon, email, atau pesan teks, metode ini bisa membantu bisnis memperkenalkan produk sekaligus membangun peluang penjualan baru.  

 

Namun untuk memperoleh hasil seperti yang diinginkan, diperlukan persiapan yang matang, mulai dari tahap targetingpre-call identification, sampai eksekusi sales call

 

Apa Itu Cold Calling? 

Secara sederhana, cold calling adalah pendekatan langsung di mana tenaga penjualan menghubungi calon pelanggan yang belum pernah melakukan kontak sebelumnya, baik melalui telepon, email, atau pesan teks. Biasanya, ini dilakukan untuk memperkenalkan produk atau layanan dan membuka peluang transaksi. 

 

Cara ini memang sering dianggap kuno atau mengganggu. Meski demikian, cold calling tetap menjadi salah satu teknik penting dalam dunia penjualan, terutama di B2B (business-to-business). 

 

Mengenal Cara Kerja Cold Calling 

Cold calling pada dasarnya memiliki beberapa komponen utama. Pertama, Anda harus mengenal target pasar Anda. Benar-benar harus mengetahui siapa yang Anda hubungi dan mengapa mereka cocok sebagai prospek. 

 

Berangkat dari sini, panggilan dilakukan dengan pendekatan yang terencana. Anda membuka percakapan, menjelaskan manfaat produk atau layanan, dan mencoba mengatasi keberatan yang mungkin muncul dari lawan bicara. Meski tampak sederhana, proses ini butuh keahlian, termasuk kemampuan untuk berbicara dengan jelas, empati, dan tentu saja, kemampuan untuk mendengarkan. 

 

Aktivitas yang Terlibat dalam Cold Calling 

Mungkin banyak yang mengira cold calling hanya tentang urusan mengangkat telepon dan bicara. Namun perlu dicatat, ada banyak aktivitas yang harus dipersiapkan untuk meningkatkan peluang suksesnya panggilan tersebut. Berikut aktivitas-aktivitas tersebut: 

 

1. Menentukan Target yang Tepat 

Sebelum melakukan panggilan, Anda harus memastikan siapa yang benar-benar perlu dihubungi. Pada tahap ini, Anda perlu menyaring calon pelanggan berdasarkan karakteristik tertentu, mulai dari jenis bisnis, kebutuhan, hingga potensi mereka terhadap produk atau layanan Anda. Semakin spesifik targetnya, peluang terjadinya percakapan yang relevan akan jauh lebih besar. 

 

2. Mengumpulkan Informasi Sebelum Panggilan 

Setelah target dipilih, tiba saatnya menggali informasi. Anda bisa mencari data dari profil perusahaan, media sosial, atau platform profesional seperti LinkedIn. Informasi dasar seperti posisi prospek, kebutuhan perusahaan, atau aktivitas terbaru mereka bisa membantu Anda membuka percakapan dengan lebih natural dan relevan. 

 

3. Melakukan Panggilan Penjualan 

Aktivitas selanjutnya ini adalah inti dari cold calling. Anda mulai menghubungi prospek, memperkenalkan diri, dan menjelaskan alasan Anda menelepon. Dengarkan respon mereka dengan cermat. Dari sini, Anda bisa memahami apa yang mereka butuhkan dan bagaimana solusi yang Anda tawarkan bisa cocok untuk mereka. 

 

4. Menjalankan Proses Lanjutan 

Setelah panggilan selesai, Anda perlu mengarahkan prospek ke langkah berikutnya. Ini bisa berupa mengirimkan materi tambahan, menyiapkan jadwal meeting, atau melakukan follow-up secara teratur. Proses lanjutan inilah yang membantu menjaga momentum hingga prospek siap mengambil keputusan. 

 

Tips Untuk Melakukan Cold Calling yang Efektif 

Sekarang masuk ke bagian yang paling ditunggu. Bagaimana cara melakukan cold calling yang efektif? Berikut tipsnya: 

 

1. Siapkan Skrip yang Fleksibel, Jangan Kaku 

Punya skrip itu penting, tapi jangan jadikan skrip sebagai naskah hafalan. Buat alur pembicaraan yang memandu Anda tetap fokus, namun tetap bisa menyesuaikan diri dengan respons prospek. Ingat, skrip yang baik membantu Anda terlihat rapi, bukan seperti robot. 

 

2. Cari Tahu Siapa yang Akan Anda Hubungi 

Sebelum menekan tombol panggil, luangkan sedikit waktu untuk mengenali prospek. Pelajari profil bisnis mereka, posisi orang yang akan Anda hubungi, atau masalah yang mungkin mereka hadapi. Riset sederhana ini akan membuat percakapan Anda terdengar lebih personal. 

 

3. Gunakan Pembuka yang Menarik 

Kalimat pembuka punya peran besar menentukan apakah prospek mau lanjut mendengarkan atau langsung menolak. Untuk itu, gunakan pembuka yang relevan, ringan, dan memancing rasa ingin tahu. Hindari basa-basi panjang yang membuat prospek kehilangan minat sejak awal. 

 

4. Bicara Secukupnya, Dengarkan Lebih Banyak 

Banyak tenaga penjualan terjebak pada keinginan menjelaskan terlalu banyak. Padahal, mendengarkan justru membuat Anda tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan prospek. Berikan ruang bagi mereka untuk bercerita, kemudian sesuaikan jawaban Anda dengan kebutuhan mereka. 

 

5. Soroti Manfaat yang Paling Relevan 

Saat menjelaskan produk atau layanan, fokuslah pada manfaat yang langsung bisa dirasakan prospek. Hindari menyebut terlalu banyak fitur yang tidak semua orang butuhkan. Semakin relevan manfaat yang Anda sampaikan, semakin besar peluang prospek untuk tertarik. 

 

6. Bangun Hubungan, Bukan Sekadar Jualan 

Tujuan akhir memang penjualan. Akan tetapi, pendekatan Anda harus tetap humanis. Jaga nada bicara, tunjukkan empati, dan buat percakapan Anda nyaman. Prospek yang belum tertarik hari ini bisa saja berubah pikiran jika Anda berhasil meninggalkan kesan positif. 

 

7. Lakukan Tindak Lanjut Secara Teratur 

Cold calling yang efektif jarang selesai dalam satu kali panggilan. Kirim email lanjutan, follow-up sesuai janji, atau tawarkan materi tambahan. Konsistensi kecil seperti inilah yang pada akhirnya akan membangun trust dan membuka jalan menuju penjualan. 

 

Tingkatkan Efektivitas Cold Calling dengan SAVIA dari Telkomsel Enterprise 

Cold calling hanya efektif jika Anda tahu cara menerapkannya dengan teknik yang tepat. Ditambah dengan kemampuan untuk mendengarkan, kualitas cold calling Anda akan meningkat jauh lebih cepat dari yang Anda bayangkan. 

 

Untuk meningkatkan kualitas cold calling, khususnya di level operasional perusahaan, ada satu solusi yang bisa membantu Anda, yakni SAVIA dari Telkomsel Enterprise. SAVIA (Smart AI Voice Interactive Assistant) merupakan solusi GenAI yang hadir sebagai automated cold calling system dan mampu mengotomatisasi berbagai interaksi rutin seperti telemarketing, penagihan, pengingat pembayaran, hingga lead qualification.  

 

Dengan dukungan AI cold calling yang memahami maksud, konteks, bahkan sentimen pelanggan, SAVIA mampu memberikan pengalaman percakapan yang terasa lebih natural. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi Telkomsel Enterprise untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis Anda dengan layanan SAVIA. 

TAGS
Blog

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda sudah menyetujui Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi yang berlaku.