Apa Itu Green Mining? Ini Tujuannya dalam Industri Pertambangan
Blog
08 Okt 2025
Diperbarui pada 08 Okt 2025

Pertambangan selalu memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, sektor ini menyumbang keuntungan besar bagi ekonomi, menyediakan lapangan kerja, dan menopang kebutuhan energi maupun industri. Namun di sisi lain, aktivitas tambang juga meninggalkan jejak serius berupa kerusakan lingkungan, pencemaran, hingga konflik sosial. Di tengah dilema tersebut, muncul konsep green mining sebagai solusi yang digadang-gadang mampu menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. 

 

Pertanyaannya sekarang, benarkah green mining bisa menjadi jalan keluar, atau hanya sebatas jargon yang indah di atas kertas? 

 

Arti dari Green Mining 

Green mining adalah pendekatan baru dalam dunia pertambangan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan. Jika pertambangan konvensional sering dikaitkan dengan kerusakan alam, green mining justru hadir untuk menekan dampak negatif tersebut melalui penerapan teknologi modern, manajemen yang lebih bijak, serta tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar. 

 

Konsep ini mencakup banyak hal, mulai dari pengurangan emisi karbon, efisiensi penggunaan energi dan air, pengelolaan limbah yang aman, hingga upaya reklamasi lahan pasca-penambangan. Semua itu dilakukan demi memastikan bahwa kegiatan tambang tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian alam dan memberi manfaat bagi masyarakat. 

 

Tujuan Green Mining 

Green mining technology hadir untuk menjembatani kebutuhan industri dengan keberlanjutan lingkungan. Secara umum, ada dua hal fundamental yang ingin dicapai, yakni meminimalisir dampak negatif terhadap alam dan memaksimalkan manfaat bagi masyarakat lokal. Berikut beberapa tujuannya: 

 

1. Mengurangi Kerusakan Lingkungan 

Green mining dirancang untuk menekan dampak buruk aktivitas tambang terhadap lingkungan. Hal ini dilakukan melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan. 

 

2. Memulihkan Lahan Pasca-tambang 

Tidak berhenti pada tahap produksi, green mining juga menekankan reklamasi atau pemulihan lahan setelah penambangan selesai. Lahan yang sudah terpakai bisa ditanami kembali, dijadikan kawasan hijau, bahkan dikembangkan menjadi ekowisata atau reservoir air untuk kebutuhan masyarakat. 

 

3. Memberdayakan Masyarakat Lokal 

Salah satu tujuan utama green mining adalah memastikan manfaat ekonomi dan sosial terasa nyata bagi masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan kerja, pendekatan ini juga mendorong pembangunan infrastruktur serta peluang usaha baru yang mendukung kesejahteraan lokal. 

 

4. Menghadirkan Energi Bersih 

Green mining mendorong penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, atau air untuk mengurangi emisi karbon. Selain ramah lingkungan, langkah ini juga lebih efisien karena memanfaatkan sumber daya yang melimpah dan berkelanjutan. 

 

Prinsip Green Mining 

Green mining bukan hanya soal menambang dengan cara baru, tetapi tentang bagaimana industri pertambangan bisa berjalan tanpa merusak lingkungan dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, berikut beberapa prinsip penting yang menjadi pedoman: 

 

1. Efisiensi Energi 

Operasional tambang membutuhkan energi yang besar. Jika terus bergantung pada bahan bakar fosil, dampaknya tidak hanya pada biaya operasional yang tinggi, tetapi juga pada peningkatan emisi karbon. Karena itu, green mining mendorong penggunaan teknologi dan peralatan hemat energi, serta beralih ke sumber energi terbarukan. 

 

Contohnya, memanfaatkan tenaga surya untuk listrik, biodiesel sebagai bahan bakar alat berat, atau bahkan tenaga angin untuk mendukung operasional. Dengan cara ini, perusahaan tambang bisa menekan biaya sekaligus ikut berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon. 

 

2. Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab 

Harus diakui, aktivitas pertambangan selalu menghasilkan limbah. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. 

 

Prinsip green mining hadir untuk memastikan limbah ditangani secara bertanggung jawab. Misalnya, tailing atau sisa hasil tambang bisa dimanfaatkan kembali untuk keperluan konstruksi, volume limbah diminimalisir dengan sistem daur ulang, dan air limbah diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan kembali ke lingkungan. Dengan begitu, risiko pencemaran dapat ditekan sekaligus menciptakan siklus yang lebih ramah lingkungan. 

 

3. Revegetasi 

Setelah aktivitas penambangan selesai, lahan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Melalui reklamasi, lahan bekas tambang ditata kembali, ditanami pohon, atau dialihfungsikan agar tetap bermanfaat. Semua itu dulakukan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem dan menjaga keberlanjutan. 

 

4. Transparansi dengan Komunitas 

Keberhasilan green mining juga bergantung pada keterlibatan masyarakat. Untuk itu, perusahaan perlu membuka akses informasi tentang dampak dan langkah mitigasi yang dilakukan, sekaligus mengajak masyarakat sekitar untuk berperan dalam perencanaan dan pengawasan. 

 

5. Pemantauan Lingkungan Berkelanjutan 

Green mining bukan sekadar merencanakan tambang yang lebih ramah, tetapi juga memastikan dampaknya benar-benar terkendali. Oleh karena itu, pemantauan lingkungan harus dilakukan secara terus-menerus. 

 

Teknologi modern kini dapat mempermudah hal ini. Misalnya saja seperti penggunaan teknologi IoT atau drone yang bisa mengawasi perubahan lahan dengan cepat dan akurat. Dengan sistem pemantauan seperti ini, perusahaan bisa mendeteksi masalah lebih cepat, mengambil langkah pencegahan, dan menjaga operasionalnya agar tetap transparan. 

 

Manfaatkan IoT untuk Wujudkan Lingkungan yang Berkelanjutan 

Green mining bukan sekadar wacana, tetapi langkah nyata yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Masalahnya, ada banyak tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satunya terkait dengan bagaimana memantau lingkungan sekitar tembang secara real-time. 

 

Solusi seperti IoT Control Center dan Connected Workers dari Telkomsel Enterprise menjadi contoh bagaimana teknologi mampu memperkuat penerapan green mining. Di samping membantu memantau kondisi lingkungan, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong efisiensi serta produktivitas operasional tambang. 

 

Ingat, keberhasilan green mining tidak hanya diukur dari seberapa besar hasil tambang yang diperoleh. Green mining juga harus diukur dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi masyarakat dan seberapa baik kita menjaga bumi. 

TAGS
Blog

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda sudah menyetujui Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi yang berlaku.