Telkomsel | 02 Juli 2020
1 shares

Tinc, Cara Telkomsel Inkubasi dan Akselerasi Startup

Tinc, Cara Telkomsel Inkubasi dan Akselerasi Startup

Kamu pernah membayangkan bagaimana perusahaan startup bisa mengembangkan bisnisnya dengan cepat? Besar kemungkinan startup tersebut telah menjalani proses inkubasi dan akselerasi. Inilah yang Telkomsel lakukan untuk mendorong pengembangan startup melalui Telkomsel Innovation Center (Tinc).

Tinc adalah platform inkubasi dan akselerasi startup untuk berbagai solusi digital berbasis teknologi terkini, seperti Internet of Things (IoT), Big Data, Artificial Intelligence (AI) & Machine Learning, solusi berbasis teknologi 5G, Financial Technology (Fintech), dan sebagainya. Program yang lahir pada tahun 2018 ini mengumpulkan dan mengakomodasi inovasi melalui kolaborasi dengan inovator-inovator lokal untuk mengembangkan dan menciptakan solusi komersial business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C).

Tinc merupakan corporate accelerator program yang mendedikasikan pencarian inovasi para startup lokal. Dalam perjalanan untuk menghasilkan inovasi, startup yang mengikuti program inkubasi selama enam bulan adalah startup yang menjalani tahap prototyping dan Proof of Concept (PoC). Sementara itu, startup yang berpartisipasi dalam program akselerasi selama tiga hingga enam bulan adalah startup yang menjalani tahap piloting dan komersial.

Yang membedakan Tinc dengan berbagai program inkubasi dan akselerasi startup yang lain adalah tersedianya innovation lab yang berfungsi untuk menguji coba teknologi IoT dan 5G, serta menguji dan mengembangkan kelayakan perangkat lunak (software). Pengembangan yang dilakukan startup di innovation lab selanjutnya akan diintegrasikan dengan market access dan go-to-market and sales channels.

Benefit lain yang diberikan Tinc bagi startup adalah aktivitas scalling up melalui bootcamp, sebuah rangkaian program pengayaan yang berlangsung selama enam bulan. Dalam bootcamp tersebut, para startup akan memperoleh pelatihan dari beragam topik bisnis dan teknis. Topik-topik yang lebih spesifik juga dikurasi untuk menyesuaikan dengan tahapan masing-masing startup, baik di tahap inkubasi maupun akselerasi. Seluruh sesi dalam bootcamp difasilitasi oleh para pakar, mulai dari product development, business, marketing, dan industrial expert, di mana founders akan memperoleh kesempatan untuk membangun koneksi dan relasi dengan pakar dari berbagai bidang.

Bootcamp Tinc terbagi menjadi dua, yakni initial bootcamp dengan format lima hari lokakarya (workshop) dan monthly bootcamp selama enam bulan. Bootcamp tersebut banyak memberikan ilmu bermanfaat bagi para startup untuk memulai perjalanan inkubasi dan akselerasinya, seperti design thinking, go-to-market strategy, legalitas, menyusun Objective Key Result, customer acquisition and growth hacking, dan masih banyak lagi.

Dari 19 startup tergabung dalam Tinc sejak tahun 2018, beberapa di antaranya telah melahirkan beragam inovasi di bidang Smart Environment, AgriTech, Smart Industrial, AI & Machine Learning, dan Enterprise Mobility. Selain untuk mendukung terciptanya solusi kemitraan dengan Telkomsel untuk menciptakan solusi yang terakselerasi ke pasar, Tinc juga diinisiasi untuk mengakselerasi terciptanya ekosistem digital yang matang di Indonesia.


Related Blogs