BAGIKAN

Strategi Ini Bikin Bisnismu Laris Manis di Bulan Ramadan

Article
Strategi Ini Bikin Bisnismu Laris Manis di Bulan Ramadan

Bagi pemilik usaha, Ramadan bukan hanya momen peningkatan konsumsi, tapi juga periode krusial untuk mengoptimalkan performa bisnis melalui strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Perubahan rutinitas harian selama bulan puasa membuat perilaku audiens ikut bergeser, termasuk dalam cara waktu mereka mengakses konten digital.

Selama bulan puasa, aktivitas digital bergeser mengikuti waktu ibadah, istirahat, dan kebiasaan baru yang muncul selama Ramadan. Karena itu, memahami waktu terbaik untuk menayangkan iklan menjadi kunci agar pesan brand diterima secara optimal oleh target audiens.

Di sinilah peran data dan insight menjadi penting. Dengan memahami kapan audiens paling efektif dan responsif, brand dapat menyesuaikan strategi iklan agar pesan yang disampaikan tidak hanya muncul, tapi juga relevan.

Untuk membantu brand dan para pelaku usaha membaca perubahan perilaku audiens selama bulan Ramadan, Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise menghadirkan laporan DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan.

Sebagai platform periklanan digital berbasis telco insight, DigiAds membantu brand menjangkau audiens yang tepat melalui pemanfaatan data dan insight perilaku digital, sehingga strategi pemasaran dapat dijalankan secara lebih terukur dan relevan.
 

Waktu Terbaik Beriklan di Bulan Ramadan

Analisis DigiAds Ramadan Insight 2026 menunjukkan adanya pola waktu tertentu yang secara konsisten mencatat tingkat aktivitas dan engagement lebih tinggi dibanding jam lainnya. Waktu-waktu inilah yang menjadi momen strategis bagi brand untuk mengatur penayangan iklan secara lebih tepat.

Waktu Sahur (03.00-05.00 WIB)
Pada waktu sahur, aktivitas digital meningkat lebih dari 87%, sementara trafik TV naik lebih dari 88%. Banyak orang sudah terbangun lebih awal dan memanfaatkan waktu ini untuk mengakses konten digital sebelum memulai aktivitas harian.

Di jam ini, audiens cenderung scroll konten ringan seperti media sosial, video singkat seputar kebutuhan harian. Tingkat fokus relatif lebih tinggi karena belum terdistraksi pekerjaan atau aktivitas lainnya. Bagi brand, waktu sahur menjadi momen yang tepat untuk membangun awareness dan memperkuat top of mind pesan yang ringkas dan relevan.

Waktu Zuhur (11.00–14.00 WIB)
Memasuki siang hari, terjadi lonjakan aktivitas browsing dan akses media sosial, seiring dengan waktu istirahat di tengah aktivitas harian. Audiens memanfaatkan momen ini untuk mencari informasi, hiburan ringan, hingga membandingkan produk atau layanan.

Pada waktu ini, audiens lebih tertarik pada konten yang informatif dan inspiratif. Karena itu, waktu Zuhur cocok digunakan untuk menyampaikan pesan yang bersifat edukatif dan memperkenalkan manfaat produk baru.

 

Menjelang Buka Puasa (16.00–19.00 WIB)
Pada waktu menjelang buka puasa mencatat tingkat engagement tertinggi, terutama untuk kategori belanja dan hiburan. Aktivitas digital meningkat signifikan karena banyak orang menghabiskan waktu sambil menunggu waktu berbuka.

Di momen ini, audiens cenderung lebih responsif terhadap promo dan penawaran yang relevan, serta lebih cepat dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, waktu menjelang berbuka puasa menjadi momen yang pas untuk brand & UMKM untuk mendorong konversi melalui call to action yang jelas dan penawaran yang tepat sasaran.
 


Audiens Paling Responsif Selama Ramadan

Berdasarkan analisis 8,7 juta klik dan tap dari kampanye Ramadan, audiens dengan tingkat konversi tertinggi didominasi oleh 94% beragama Islam, dengan komposisi Milenial (39%), Gen X (29%), Gen Z (23%) yang tersebar di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.

Audiens yang paling responsif tersebut juga memiliki karakter perilaku digital yang kuat, dengan 58% aktif di media sosial, 17% rutin berbelanja online, serta 14% merupakan pengguna layanan keuangan digital.

Nah, insight ini bisa membantu brand atau UMKM kamu menyusun strategi targeting yang lebih tajam, baik dari sisi demografi, lokasi, maupun perilaku audiens.
 


Jadikan Momen Ramadan 2026 Lebih Bermakna

Ramadan bukan sekadar waktu promosi musiman, bulan suci ini membuka peluang lebih luas untuk memahami perilaku konsumen dan memaksimalkan efektivitas pemasaran secara strategis. Dengan insight yang tepat tentang kapan audiens paling aktif dan bagaimana mereka berinteraksi dengan konten digital, brand punya kesempatan untuk mengoptimalkan setiap tahap customer journey, mulai dari awareness sampai konversi.

Panduan DigiAds Ramadan Insight 2026 hadir bukan hanya sebagai sumber data, tetapi sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang terukur, membantu kamu menyusun kampanye yang lebih relevan, tepat waktu, dan berdampak nyata terhadap hasil bisnis.

Jadi, jangan lewatkan peluang ini. Unduh whitepaper DigiAds Ramadan Insight 2026 sekarang di tsel.id/RamadanInsight2026 dan mulai terapkan strategi digital yang tepat untuk memaksimalkan potensi Ramadan tahun ini!