Telkomsel | 08 Mei 2020
0 shares

Cara Praktis Melatih Mindfulness
Ketika Berpuasa di Rumah Aja

Cara Praktis Melatih Mindfulness Ketika Berpuasa di Rumah Aja

Menjalankan ibadah puasa di rumah saja, seperti yang sedang kita jalani saat ini, memiliki banyak manfaat. Kita jadi lebih punya banyak waktu untuk melakukan introspeksi diri yang mengarahkan kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermakna. Kita juga jadi bisa berkarya secara lebih efektif tanpa terdistraksi hal-hal yang kurang esensial. Beribadah pun bisa menjadi lebih khusyuk.

Salah satu pelajaran yang bisa kita tanamkan dengan berpuasa adalah mengontrol diri. Ya, kita dilatih untuk bisa menahan hawa nafsu, seperti nafsu makan dan minum, berpikir negatif tentang orang lain atau suatu hal, dan sebagainya. Dengan mengontrol diri, kita juga bisa menjadi lebih peka terhadap apa yang terjadi di dalam diri kita dan lingkungan sekitar. Nah, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tersebut, di antaranya melatih mindfulness.

Mindfulness adalah keadaan mental penuh kesadaran dan penuh perhatian pada kondisi fisik dan lingkungan sekitar kita tanpa disertai penilaian, apalagi prasangka. Ketika berada dalam keadaan mindfulness, kita secara sadar memfokuskan perhatian dengan keberadaan kita sekarang di sini, sehingga kita dapat membebaskan diri dari belenggu masa lalu yang masih belum mampu diselesaikan atau pun harapan masa depan yang masih bertahan di fase perencanaan. Ketika memasuki tahap mindfulness, seseorang bisa mengalokasikan perhatian sepenuhnya untuk “saat ini”. Ya, segala sesuatu (sensasi di dalam tubuh dan apa yang diterima oleh indera) yang terjadi detik ini. Bukan yang silam atau yang akan datang.

Berikut ini beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melatih mindfulness di bulan puasa:

Mindful eating (sadar diri dalam mengonsumsi makanan dan minuman, terutama saat menyantap hidangan berbuka puasa)

  • Makanlah dengan porsi cukup, karena makan berlebihan bisa membuat kita sakit perut karena diare.
  • Makan tanpa melakukan aktivitas lain (multitasking), seperti menonton televisi, mengobrol atau menggunakan gawai, agar kita memiliki kesadaran penuh saat menyantap dan mengunyah makanan.
  • Hindari makan dan minum yang terlalu manis, karena bisa membuat gula darah melonjak dan berdampak kurang baik pada esehatan tubuh.
  • Hindari juga makanan pedas dan asam saat berbuka, karena akan memicu naiknya asam lambung yang menyebabkan mual.
  • Ketika makan, ambillah sedikit demi sedikit dan kunyahlah secara perlahan agar saluran pencernaan kita yang kosong seharian bisa menyesuaikan diri dengan makanan yang masuk

Mindful working (sadar diri ketika bekerja)

  • Pilihlah tempat yang relatif hening (tidak bising dan tidak mudah diganggu oleh anggota keluarga lainnya) agar kita bisa berkonsentrasi penuh selama bekerja.
  • Sebelum mulai bekerja, buatlah daftar prioritas pekerjaan yang perlu diselesaikan hari ini.
  • Fokus dan tuntaskan masing-masing pekerjaan satu demi satu.

Mindful shopping (sadar diri ketika berbelanja)

  • Sebelum belanja, pilah mana yang kebutuhan (barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan pokok yang esensial, misalnya: bahan-bahan makanan) dan mana yang keinginan (barang atau jasa yang biasanya didorong oleh emosi atau sensasi sesaat, yang belum tentu memiliki manfaat jangka panjang, misalnya: pakaian bermerek berharga mahal)
  • Susun daftar prioritas kebutuhan, mana yang dibutuhkan saat ini (misalnya: kebutuhan makan sahur) dan mana yang bisa ditunda (misalnya: camilan)
  • Prioritaskan membeli kebutuhan pokok dengan kuantitas seperlunya saja (tidak berlebihan) agar bisa berhemat, serta membeli barang yang harganya lebih murah.

Mindful while online (sadar diri ketika menggunakan gawai atau beraktivitas secara online)

  • Hindari menggunakan gawai secara berlebihan dengan mengurangi frekuensi mengecek notifikasi WhatsApp atau media sosial dan membatasi screen time (durasi menggunakan gawai)
  • Pada saat bekerja, hanya gunakan gawai pada saat ada kebutuhan berkoordinasi dalam pekerjaan atau kebutuhan darurat untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga inti.
  • Gunakan gawai hanya untuk mengakses aplikasi yang menunjang produktivitas dan informasi yang bermanfaat.
  • Pahami bahwa informasi apa pun yang kita lihat pada gawai melalui media sosial, media online, atau WhatsApp memiliki efek langsung dan berpengaruh pada kesehatan pikiran kita. Oleh karenanya, sadari dan teliti informasi apa yang biasanya menimbulkan perasaan atau pikiran negatif yang berpotensi memancing kita melakukan hal-hal yang tidak berguna, seperti menyebar kabar yang belum tervalidasi kebenarannya, nyinyir, dan lain-lain, sehingga kita bisa menghindari informasi sejenis di lain waktu.
  • Hindari menggunakan terlalu banyak aplikasi pada saat yang bersamaan dan biasakan menutup aplikasi atau halaman yang sudah tidak digunakan lagi.
  • Sebelum tidur malam, hindari menggunakan gawai untuk browsing informasi atau layanan yang memicu makan atau belanja berlebihan, juga bisa membuat kita sulit tidur akibat pengaruh radiasi dari layar gawai.
  • Tahan keinginan untuk menikmati layanan hiburan di gawai hingga akhir pekan tiba.
  • Untuk menambah kekhusyukan ibadah puasa, gunakan gawai untuk mengakses layanan ibadah, seperti Muslim Plus yang berisi berbagai konten Islami berupa hadis maupun ayat Al Qur’an.

Dengan mempraktikkan langkah-langkah di atas, kita bisa mencapai kondisi kesehatan mental yang prima, yang dipenuhi ketenangan, kenyamanan, dan kecukupan. Namun kita juga perlu menyadari bahwa mindfulness merupakan sebuah keterampilan yang harus terus dilatih secara sadar dan konsisten. Mindfulness yang dipraktikkan secara rutin mampu mengurangi kecemasan, depresi, serta meningkatkan aktivitas bagian otak yang bertanggungjawab terhadap perasaan positif manusia. Kondisi ideal inilah yang kita butuhkan untuk menjadi manusia seutuhnya, yang bisa membantu kita dalam mencapai tujuan hidup kita.


Related Blogs