Telkomsel | 22 November 2018
0 shares

                          Beda LDR Zaman Dulu dan Sekarang

Hubungan pacaran jarak jauh atau yang keren disebut dengan Long Distance Relationship, sudah ada sejak lama. Sejak sebelum zaman Dilan dan Milea. Tapi dunia berubah dan orang-orang yang mengalami LDR pun menyikapinya secara berbeda.

Saat kita harus berhubungan jarak jauh, yang menjadi permasalahan adalah menahan rindu. Dilan bilang 'Jangan rindu, berat. Biar aku saja'. Kata-kata Dilan ke Milea itu bisa saja terjadi, rindu bisa hilang dan LDR tidak lagi terasa, asalkan komunikasi bisa intens dilakukan. Setiap hari, setiap malam, setiap jam, why not?

Komunikasi yang dilakukan oleh para pelaku LDR zaman dahulu dimulai dengan surat. Saat telepon ditemukan, betapa senangnya bisa mendengar suara orang tersayang, tak lagi hanya membaca tulisan. Namun begitu, lama-lama kangen juga dengan tulisan dan gombalan, sampai akhirnya pager pun ditemukan.

Namun butuh effort lebih memang untuk bisa berkomunikasi dengan pager. Pasalnya, kita harus menelepon nomor operator penyedia layanan pesan pager melalui telepon, dulu. Lalu kita pun harus membacakan pesan rindu kepada si mbak-mbak operator untuk kemudian diketikkan dan dikirim ke pager kekasih di seberang sana. Di sini, si mbak-mbak kadang suka senyum-senyum sendiri kalau kita lagi kirim pesan gombal.

Secara bersamaan, usai pager, muncul pesan instan, email dan telepon selular. Sayangnya, telepon selular terlalu mahal untuk dimiliki, sampai akhirnya banyak yang memilih menggunakan email saja. Mirip seperti surat, tapi tak pakai kertas dan perangko. Cukup akun Yahoo, Hotmail, sampai Gmail.

Pesan instan juga cukup booming kala itu, berkat adanya MIRC, dan Yahoo Messenger. Di sinilah penggunaan internet semakin tenar. Mereka yang berkirim email dan chat lewat messenger harus menggunakan internet berbasis kabel. Sayangnya, lagi-lagi ini berbasis teks. Belum bisa lihat muka, belum bisa ngajak ngobrol orang di seberang sana sambil jalan ke sana kemari.

Kemudian Skype hadir. Pesan instan berbasis video ini cukup terkenal di zaman lalu, bahkan bisa komunikasi dengan pacar yang berada di negeri seberang. Chatting sambil gerak, asal suara terdengar dan terpantau. Skype juga selalu jadi andalan perusahaan yang ingin meeting dengan klien dari negara lain.

Jejaring sosial juga mulai booming ketika jejaring Friendster muncul, walaupun sekarang sudah hilang karena tergerus dominasi Facebook. Data internet semakin banyak digunakan, kartu SIM dijual murah, bahkan bisa sesuka hati berganti ketika sudah kadaluarsa. Yang penting, tarif data semakin ke sini semakin terjangkau.

Anak-anak jaman sekarang mungkin belum pernah mengalami LDR dengan menggunakan surat dan pager. Mereka sudah terbiasa dan selalu siap berkomunikasi kapan saja di mana saja karena smartphone selalu dalam genggaman. Mau telponan, sms-an, video call, ataupun chat via aplikasi, sekarang sudah semakin mudah.

Yang jadi andalan, terkadang mereka akan puas berkomunikasi saat malah hari. Kala malam, tarif data lebih murah, akses pun kencang. Telepon juga lebih terjangkau. Telkomsel sampai-sampai menyediakan Talkmania malam untuk para LDR suka berkomunikasi di malam hari. Salah satunya simPATI Talkmania Malam. Ada yang untuk menelepon ke sesama Telkomsel, ada juga untuk menelepon ke operator lain.

Untuk simPATI Talkmania Malam All Operator, hanya dibebankan biaya Rp5.500 untuk satu hari. Bisa telepon ke operator lain selama 30 menit, atau menelepon ke sesama pengguna Telkomsel selama satu jam. Mulai pukul 17.00 sampai 23.59. Atau ada juga yang dikenakan tarif Rp4.500 sehari untuk ngobrol selama 200 menit ke orang tersayang di seberang sana, mulai sore sampai jelang dini hari.

Itu berlaku untuk pelaku LDR yang kangen mendengar suara kekasih. Kalau ingin melakukan video call, bisa saja. Di hari-hari tertentu, Telkomsel suka kasih kejutan memberikan penawaran kuota internet (Surprise Deal) sampai 30GB untuk sebulan, dengan harga sekitar Rp100 ribu saja.

30GB bisa dipakai video call semalaman juga ngga akan habis.


Related Blogs