Eksplorasi Museum Tumurun Solo mulai dari cara reservasi tiket gratis, harga tiket berbayar, hingga koleksi seni kontemporer yang estetik. Siapkan kamera dan outfit terbaikmu!
Liburan ke Solo nggak melulu soal keraton atau kulineran. Kamu wajib mampir ke destinasi seni paling estetik sejagat raya: Museum Tumurun, sebuah galeri seni kontemporer incaran anak muda yang sudut-sudutnya sangat Instagramable.
Kalau kamu bertanya Museum Tumurun tentang apa, tempat ini adalah galeri privat milik keluarga besar Sritex yang memajang ragam instalasi seni kelas dunia dan deretan mobil klasik yang memanjakan mata.
Berikut adalah poin-poin penting yang akan kita bahas: sejarah dan koleksi seni, rincian harga tiket terbaru 2026, serta panduan teknis reservasi agar kamu nggak kehabisan kuota kunjungan.
Sebelum kita bahas lebih dalam, ada satu tips krusial buat kamu yang mengincar tiket gratisan. Segera buka aplikasi MyTelkomsel Basic. Aplikasinya super ringan, nggak bikin HP lemot, dan pas banget buat beli paket data darurat.
Artikel ini akan membongkar rahasia cara masuk Museum Tumurun, bocoran harga tiket masuk Tumurun Private Museum, hingga trik jitu memenangkan slot reservasinya agar rencana healing-mu nggak gagal total.
Baca Juga: Museum Bank Indonesia: Wisata Sejarah yang Keren di Jakarta!
Berbicara soal Sejarah Museum Tumurun, kita tidak bisa lepas dari sosok Iwan Kurniawan Lukminto, sang pemilik sekaligus kurator yang mendirikan museum ini sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang ayahnya, pendiri Sritex.
Nama "Tumurun" sendiri berasal dari kata "turun-temurun", yang mencerminkan warisan seni yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Maka nggak heran kalau koleksi museum ini sangat variatif dan punya nilai historis tinggi.
Begitu masuk, kamu akan disambut oleh instalasi raksasa yang ikonik, lalu berlanjut ke area yang memajang lukisan-lukisan langka dari maestro seni rupa Indonesia hingga seniman internasional.
Bagi penyuka otomotif, bersiaplah terpukau karena di sini juga tersimpan deretan mobil antik yang kondisinya masih sangat terawat.
Gabungan antara fine art kontemporer dan benda klasik inilah yang membuat βMuseum Tumurun tentang apa?β menjadi pertanyaan yang jawabannya selalu berhasil bikin takjub pengunjungnya.
Buat kamu yang bertanya-tanya, Tumurun bayar berapa? Di tahun 2026 ini, jawabannya ada dua opsi.
Pertama, tersedia tiket berbayar seharga Rp25.000 per orang yang bisa kamu beli secara online maupun langsung di tempat (OTS) selama kuota masih tersedia .
Harga ini sangat terjangkau dibandingkan dengan pengalaman visual yang akan kamu dapatkan di dalamnya.
Namun, kalau kamu tim pemburu gratisan, museum ini masih menyediakan opsi tiket tanpa biaya. Rahasianya, pendaftaran tiket gratis ini sangat terbatas dan hanya dibuka setiap hari Senin tepat pukul 10.00 WIB melalui situs resminya.
Karena peminatnya ribuan, pastikan koneksimu kencang saat melakukan proses ini. Berikut adalah rangkuman info penting untuk panduan kunjunganmu:
Kategori | Detail (Update 2026) |
Lokasi | Jl. Kebangkitan Nasional No.2, Sriwedari, Solo |
Jam Buka | Selasa - Minggu: 10.00 - 16.00 WIB (Senin Tutup) |
Tiket Berbayar | Rp 25.000 / orang (Beli online atau OTS) |
Tiket Gratis | Sangat Terbatas (Wajib reservasi tiap Senin 10.00 WIB) |
Cara Reservasi | Via website resmi www.tumurunmuseum.org |
Baca Juga: Museum Sri Baduga: Tiket, Koleksi, dan Jam Tutup, Wajib Tahu!
Apakah Museum Tumurun harus reservasi? Jawabannya adalah wajib! Kamu tidak bisa langsung nyelonong masuk tanpa terdaftar di sistem.
Cara membeli tiket Museum Tumurun sepenuhnya dilakukan melalui website resmi di tumurunmuseum.org.
Pastikan kamu memilih tanggal dan jam kunjungan yang sesuai dengan jadwalmu di Solo. Mengenai operasionalnya, Museum Tumurun buka jam berapa?
Museum ini menerima kunjungan mulai hari Selasa sampai Minggu, dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, sedangkan di hari Senin museum tutup untuk umum.
Satu hal yang perlu kamu catat adalah durasi kunjungan yang dibatasi maksimal 1 jam per kloter. Aturan ini diberlakukan agar suasana di dalam galeri tetap kondusif dan semua orang bisa menikmati karya seni dengan nyaman.
Jadi, kamu harus pintar-pintar mengatur waktu antara mengagumi karya dan mengambil foto estetik.
Museum Tumurun sampai kapan? Selama kamu mengikuti jadwal yang sudah dipesan, kamu bebas mengeksplorasi setiap sudutnya dalam durasi tersebut.
Baca Juga: Museum Tsunami Aceh: Sejarah di Balik Bangunannya yang Megah
Sudah siap untuk trip ke Solo? Intinya, pesan tiket jauh-jauh hari, patuhi aturan durasi 1 jam, dan jangan lupa siapkan OOTD terbaikmu agar hasil fotomu makin artsy.
Jangan biarkan rencana liburanmu berantakan cuma karena masalah teknis saat reservasi. Segera pasang alarm untuk hari Senin pagi dan pastikan amunisi kuotamu penuh.
Yuk, isi amunisi kuotamu pakai MyTelkomsel Basic sekarang biar tiket ke Solo nggak cuma jadi wacana!
Short Video baru dan seru
Sejarah Museum Sonobudoyo & Hal-Hal Menarik di Dalamnya
Museum Benteng Vredeburg, Wisata Bersejarah di Jogja
Menjelajahi Jogja National Museum: Pusat Seni Kontemporer di Yogyakarta
Museum Angkut: Siap Angkut Kamu untuk Liburan!