Pencarian Populer

Rekomendasi Paket

Kategori

ALL MENU

Kota Gede Jogja, Jelajah Jejak Ibu Kota Lama Mataram Islam


Kota Gede Jogja, Jelajah Jejak Ibu Kota Lama Mataram Islam

Kota Gede Jogja menjadi salah satu kawasan bersejarah yang menyimpan banyak cerita tentang perkembangan Yogyakarta pada masa lampau.

 

Tidak hanya dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam, kawasan ini juga memiliki karakter budaya yang kuat, terlihat dari tata ruang kota, arsitektur bangunan, hingga kehidupan sosial masyarakatnya yang masih terasa hidup sampai sekarang.

 

Berikut hal yang akan dibahas di artikel ini:

 

Kalau suka mengeksplor tempat bersejarah, mencari rekomendasi wisata, atau berbagi pengalaman jalan-jalan di media sosial, ini tandanya kamu butuh Paket Internet Super Seru. Aktivasi paketnya dengan mudah di aplikasi MyTelkomsel

 

Baca Juga: PICTNIQ Jogja, Spot Piknik Estetik di Patuk yang Lagi Viral!

 

 

Kota Gede Jogja, Jejak Ibu Kota Lama Mataram Islam

 

Kotagede berada di bagian selatan Yogyakarta dan secara administratif masuk wilayah Kota Yogyakarta serta Kabupaten Bantul.

 

Kawasan ini dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16, khususnya pada masa pemerintahan Panembahan Senapati.

 

Sebagai kota lama, Kotagede menyimpan banyak peninggalan sejarah yang masih dapat dilihat melalui kawasan permukiman, bangunan kuno, tempat ibadah, hingga pola kehidupan masyarakatnya.

 

Pusat Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya pada Masanya

 

Pada masa lalu, Kotagede bukan sekadar kawasan pemukiman biasa.

 

Wilayah ini menjadi pusat kegiatan politik, ekonomi, dan sosial budaya kerajaan.

 

Penataan kotanya juga mengikuti konsep kosmologis Jawa-Islam yang menekankan keselarasan antara manusia, lingkungan, dan alam semesta.

 

Konsep tersebut diterapkan melalui pola tata ruang tradisional yang dikenal dengan catur gatra, yaitu keberadaan rumah raja, pasar, alun-alun, dan masjid sebagai elemen penting kota.

 

Meski sebagian unsur kota lama sudah berubah, jejak konsep ini masih dapat ditemukan hingga sekarang.

 

 

Daya Tarik Sejarah dan Arsitektur Kota Gede Jogja

 

Salah satu alasan Kota Gede Jogja menarik dikunjungi adalah kekayaan nilai sejarah dan arsitekturnya.

 

Kawasan ini menghadirkan perpaduan antara warisan kerajaan, budaya Jawa, pengaruh Islam, hingga sentuhan arsitektur kolonial.

 

Masjid Ageng dan Pasar Kotagede

 

Dua elemen penting yang masih bertahan di kawasan ini adalah Masjid Ageng Kotagede dan Pasar Kotagede.

 

Masjid Ageng menjadi salah satu simbol penting sejarah Mataram Islam dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga sekarang.

 

Sementara itu, Pasar Kotagede telah menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak zaman kerajaan.

 

Aktivitas perdagangan di kawasan pasar tetap berlangsung dan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat setempat.

 

Akses menuju kawasan pasar juga terhubung dengan sejumlah jalur penting seperti Jalan Mondorakan, Jalan Kemasan, dan Jalan Karang Lo.

 

Rumah Kalang dan Rumah Joglo

 

Selain bangunan publik, daya tarik Kotagede juga terlihat pada rumah-rumah tradisionalnya.

 

Di kawasan ini dikenal dua gaya arsitektur utama, yaitu Rumah Kalang dan Rumah Joglo.

 

Rumah Kalang atau Sudagaran memiliki pengaruh arsitektur Eropa yang kemudian disesuaikan dengan budaya lokal dan kondisi lingkungan setempat.

 

Sementara itu, rumah tradisional Jawa memiliki ciri khas berupa atap joglo dengan bagian tengah meninggi yang dikenal sebagai brunjung, lengkap dengan elemen ukiran kayu khas Jawa.

 

Menariknya, rumah-rumah lama di Kotagede umumnya dikelilingi pagar tembok tinggi dengan satu gerbang utama atau regol, sehingga lorong-lorong kampung memiliki suasana yang sangat khas.

 

Arsitektur yang Merekam Perjalanan Zaman

 

Bangunan-bangunan di Kotagede juga memperlihatkan pengaruh dari beberapa periode sejarah berbeda.

 

Ada unsur arsitektur bercorak Hindu–Jawa–Islam pada masa Mataram awal, pengaruh Jawa–Islam pada perkembangan berikutnya, hingga gaya indische atau perpaduan Jawa dan kolonial pada awal abad ke-20.

 

Perubahan ini terlihat dari detail ornamen bangunan.

 

Mulai dari ukiran daun, bunga teratai, dan sulur-suluran, berkembang menjadi motif kaligrafi Islam, hingga elemen arsitektur bergaya Barat seperti jendela besar, kaca patri, dan ornamen kolonial.

 

Baca Juga: Museum di Jogja: 10 Rekomendasi Paling Aesthetic 2026

 

 

Kenapa Kota Gede Jogja Menarik untuk Dijelajahi?

 

Meski tidak lagi menjadi pusat pemerintahan, Kotagede tetap hidup sebagai kawasan budaya yang aktif.

 

Inilah yang membuat kawasan ini terasa berbeda saat dijelajahi.

 

Kawasan Heritage yang Masih Hidup

 

Banyak kawasan bersejarah hanya menyisakan bangunan atau situs masa lalu.

 

Namun di Kotagede, suasana kota lama masih berpadu dengan aktivitas masyarakat modern.

 

Pengunjung masih bisa menemukan rumah-rumah tradisional, gang-gang khas, aktivitas pasar, hingga kehidupan warga yang berjalan berdampingan dengan warisan sejarah.

 

Hal ini membuat pengalaman berkunjung terasa lebih autentik.

 

Identitas Kawasan yang Kuat

 

Kotagede juga memiliki identitas kawasan yang sangat khas.

 

Nama-nama kampung atau toponim seperti Pandheyan, Sayangan, Kauman, Purbayan, hingga Singosaren mencerminkan profesi, kelompok sosial, tokoh, maupun sejarah masyarakat yang pernah menghuni kawasan tersebut.

 

Jejak identitas ini memperlihatkan bahwa Kotagede bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang budaya yang menyimpan lapisan sejarah panjang.

 

Baca Juga: Spot Foto di Jogja Aesthetic! 10 Tempat Hits Dekat Malioboro

 

Kota Gede Jogja menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan heritage yang kaya sejarah, budaya, dan arsitektur khas Jawa. Sebagai bekas ibu kota Mataram Islam, kawasan ini masih memperlihatkan jejak masa lalu yang berpadu dengan kehidupan masyarakat masa kini.

 

Supaya perjalanan eksplorasi sejarah makin nyaman, mulai dari mencari rute, browsing informasi wisata, sampai upload momen jalan-jalan, kamu juga bisa memanfaatkan Paket Internet Super Seru di MyTelkomsel.

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.