Pencarian Populer

Rekomendasi Paket

Kategori

ALL MENU

Candi Plaosan: Saksi Kisah Cinta Bersejarah Beda Keyakinan


Candi Plaosan: Saksi Kisah Cinta Bersejarah Beda Keyakinan

Di antara deretan candi bersejarah di Jawa Tengah, Candi Plaosan memiliki daya tarik yang berbeda.

 

Bukan hanya karena arsitekturnya yang megah, tetapi juga karena kisah cinta yang melatarbelakangi pembangunannya. Tak heran jika banyak orang menjuluki Candi Plaosan sebagai salah satu candi paling romantis di Indonesia.

 

Terletak di kawasan Prambanan, Klaten, Candi Plaosan menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun keharmonisan. Kompleks candi ini bahkan sering disebut sebagai simbol toleransi yang telah hadir sejak lebih dari seribu tahun lalu.

 

Berikut beberapa hal dan fakta menarik yang bisa kamu temukan di artikel ini:

 

Jika kamu berencana menjelajahi berbagai situs sejarah di sekitar Yogyakarta dan Klaten, pastikan koneksi internet tetap lancar selama perjalanan. 

 

Dengan Telkomsel Hyper 5G, kamu bisa mencari informasi destinasi, mengakses peta digital, hingga membagikan momen wisata secara real-time dengan koneksi yang cepat dan stabil.

 

Baca Juga: Candi Banyunibo: Hidden Gem Jogja yang Punya Kisah Unik!

 

 

Di Mana Lokasi Candi Plaosan?

 

Candi Plaosan berada di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

 

Lokasinya sangat strategis karena berada tidak jauh dari beberapa destinasi sejarah populer lainnya, seperti:

  • Candi Prambanan.
  • Candi Sewu.
  • Candi Kalasan.
  • Candi Sojiwan.

 

Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju Candi Plaosan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30–40 menit menggunakan kendaraan pribadi.

 

 

Sejarah Candi Plaosan

 

Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

 

Sejarahnya tidak bisa dilepaskan dari dua tokoh besar yang berasal dari dinasti berbeda, yaitu:

  • Rakai Pikatan, raja dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu.
  • Pramodhawardhani, putri dari Dinasti Syailendra yang beragama Buddha.

 

Pernikahan keduanya menjadi salah satu kisah cinta paling terkenal dalam sejarah Nusantara. Meski berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda, mereka mampu membangun hubungan yang harmonis.

 

Banyak sejarawan meyakini bahwa Candi Plaosan dibangun sebagai bentuk penghormatan dan hadiah cinta Rakai Pikatan kepada sang permaisuri. Karena itulah, candi ini sering dianggap sebagai simbol kesetiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan.

 

Baca Juga: Candi Sambisari: 5 Fakta Unik Hidden Gem Jogja yang Terkubur

 

 

Keunikan Arsitektur Candi Plaosan

 

Candi Plaosan memiliki arsitektur yang cukup unik, berikut adalah keunikan dari arsitekturnya

 

Perpaduan Budaya Hindu dan Buddha

 

Salah satu hal yang membuat Candi Plaosan istimewa adalah perpaduan unsur Hindu dan Buddha dalam satu kompleks.

 

Secara umum, candi ini bercorak Buddha yang terlihat dari:

  • Stupa.
  • Arca Bodhisattwa.
  • Relief bunga teratai.
  • Ornamen khas Buddha Mahayana.

 

Namun, beberapa elemen bangunannya juga memperlihatkan pengaruh arsitektur Hindu yang kuat.

 

Perpaduan tersebut dianggap sebagai simbol keharmonisan antara dua keyakinan yang berbeda.

 

Relief Laki-Laki dan Perempuan

 

Pada dua candi utama di Plaosan Lor, terdapat relief yang menarik perhatian para peneliti.

 

Relief pada salah satu candi banyak menampilkan figur perempuan, sementara candi lainnya lebih banyak menampilkan figur laki-laki.

 

Banyak yang mengaitkan simbol tersebut dengan sosok Pramodhawardhani dan Rakai Pikatan sebagai lambang pasangan yang saling melengkapi.

 

 

Daya Tarik Wisata Candi Plaosan

 

Selain nilai sejarahnya, Candi Plaosan juga memiliki berbagai daya tarik yang membuat wisatawan tertarik berkunjung.

 

Spot Foto yang Estetik

 

Arsitektur candi yang megah berpadu dengan hamparan sawah hijau di sekitarnya menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

 

Tak heran jika banyak fotografer menjadikan tempat ini sebagai lokasi favorit untuk pemotretan.

 

Lokasi Favorit Foto Pre-Wedding

 

Banyak pasangan memilih Candi Plaosan sebagai latar foto pre-wedding karena kisah cinta yang melekat pada sejarahnya.

 

Suasana romantis dan nuansa budaya yang kuat menjadi daya tarik tersendiri.

 

Suasana yang Tenang

 

Berbeda dengan beberapa destinasi wisata sejarah yang cenderung ramai, Candi Plaosan menawarkan suasana yang lebih tenang.

 

Pengunjung dapat menikmati keindahan candi sambil bersantai dan menikmati pemandangan alam sekitar.

 

Menikmati Sunset

 

Waktu sore menjadi momen terbaik untuk mengunjungi Candi Plaosan.

 

Cahaya matahari yang mulai meredup menciptakan siluet indah pada bangunan candi sehingga menghasilkan pemandangan yang sangat memukau.

 

Baca Juga: Candi Ratu Boko: Mitos Keramat di Balik Sunset Paling Epic

 

Candi Plaosan bukan sekadar peninggalan sejarah dari masa Kerajaan Mataram Kuno. Lebih dari itu, tempat ini merupakan simbol cinta, toleransi, dan keharmonisan yang telah bertahan selama berabad-abad.

 

Saat mengunjungi destinasi bersejarah seperti Candi Plaosan, akses internet yang cepat tentu sangat membantu untuk mencari informasi sejarah, navigasi perjalanan, hingga mengunggah foto dan video berkualitas tinggi.

 

Dengan Telkomsel Hyper 5G, kamu dapat menikmati pengalaman digital yang lebih lancar saat menjelajahi berbagai destinasi budaya dan sejarah di Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.