Bahasa apa yang ingin kamu gunakan?
Candi Ijo menjadi salah satu destinasi sejarah dan wisata alam yang menarik dikunjungi saat berada di Yogyakarta.
Berbeda dari banyak candi lain yang berada di dataran rendah, Candi Ijo terletak di atas perbukitan sehingga menawarkan pemandangan alam yang luas dan suasana yang lebih tenang.
Karena bisa memberikan pengalaman berbeda, wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Jogja sambil melihat sunset disarankan berkunjung ke sini.
Berikut hal yang akan dibahas di artikel ini:
Kalau kamu suka menjelajahi tempat wisata, mencari rute perjalanan, atau membagikan momen liburan di media sosial, kebutuhan digital bisa dikelola lebih praktis lewat aplikasi MyTelkomsel.
Untuk mendukung akses maps, upload foto, streaming, hingga browsing selama perjalanan wisata, kamu bisa andalkan kuota besar dari Paket Combo Sakti dari Telkomsel.
Baca Juga: Candi Banyunibo: Hidden Gem Jogja yang Punya Kisah Unik!
Candi Ijo secara administratif berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasinya berada di kawasan perbukitan yang masih termasuk bagian dari perbukitan Batur Agung dan memiliki ketinggian rata-rata sekitar 425 meter di atas permukaan laut.
Oleh karena berada di atas bukit bernama Gumuk Ijo, kompleks percandian ini kemudian dikenal dengan nama Candi Ijo.
Posisi Candi Ijo yang berada di kawasan perbukitan membuat suasananya terasa berbeda dibanding candi lain di sekitar Jogja.
Dari area candi, pengunjung bisa menikmati panorama luas berupa persawahan, bentang alam kota, hingga area Bandara Adisutjipto. Pada cuaca cerah, pemandangan dari atas bukit terlihat sangat indah terutama menjelang matahari terbenam.
Karena itulah, banyak wisatawan datang ke Candi Ijo untuk menikmati suasana sore sekaligus berburu sunset.
Candi Ijo diperkirakan dibangun sekitar abad ke-10 hingga ke-11 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
Nama kawasan “Ijo” sendiri juga disebut dalam prasasti berbahasa Jawa Kuno tahun 906 Masehi, yang menunjukkan bahwa wilayah ini sudah dikenal sejak masa lampau.
Selain berfungsi sebagai tempat pemujaan, kompleks percandian ini juga memperlihatkan perkembangan arsitektur Hindu di Jawa pada masa tersebut.
Baca Juga: Candi Sambisari: 5 Fakta Unik Hidden Gem Jogja yang Terkubur
Candi Ijo memiliki tata bangunan yang cukup unik karena dibangun mengikuti kontur bukit dalam bentuk teras-teras berundak.
Secara keseluruhan, kompleks ini terdiri atas beberapa struktur bangunan yang tersebar di sebelas teras.
Bagian utama kompleks berada di teras paling tinggi di sisi timur.
Di area ini terdapat candi induk yang menghadap ke barat. Di dalam bilik candi utama terdapat lingga dan yoni yang melambangkan penyatuan Dewa Siwa dan Dewi Parwati.
Keberadaan lingga-yoni menjadi salah satu unsur penting dalam simbolisme Hindu, terutama yang berkaitan dengan kesuburan, keseimbangan, dan kehidupan.
Pada bagian luar candi juga terdapat relung-relung yang dahulu digunakan untuk menempatkan arca seperti Agastya, Ganesha, dan Durga.
Di depan candi induk terdapat tiga candi perwara yang menghadap ke arah timur.
Salah satu candi perwara menyimpan arca Nandi, yaitu kendaraan Dewa Siwa yang berbentuk lembu.
Selain itu, arsitektur Candi Ijo juga dihiasi berbagai ornamen khas Jawa Tengah seperti:
Keindahan detail bangunan ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan maupun pecinta sejarah.
Karena dibangun di atas lereng, area Candi Ijo tersusun secara bertingkat mengikuti kontur alam.
Bagian terendah berada di sisi barat, sedangkan kompleks utama berada di sisi timur yang paling tinggi.
Susunan seperti ini menciptakan suasana yang unik sekaligus memperkuat panorama alam di sekitar kawasan candi.
Selain nilai sejarahnya, Candi Ijo juga populer sebagai destinasi wisata dengan suasana tenang dan pemandangan indah.
Salah satu aktivitas favorit wisatawan di Candi Ijo adalah menikmati matahari terbenam.
Karena posisinya berada di atas bukit, pengunjung dapat melihat langit sore dengan latar bentang alam Jogja dari area halaman candi.
Suasana menjelang senja biasanya terasa lebih sejuk dan cocok untuk bersantai maupun fotografi.
Candi Ijo berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Rute yang umum digunakan adalah menuju kawasan Candi Prambanan, lalu melanjutkan perjalanan ke arah selatan menuju Sambirejo dan Tebing Breksi.
Alamat lengkapnya berada di:
Jl. Candi Ijo, Kikis, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari beberapa destinasi populer lain seperti Tebing Breksi dan Ratu Boko.
Candi Ijo dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Waktu sore biasanya menjadi pilihan favorit wisatawan karena cuaca lebih nyaman dan panorama sunset mulai terlihat.
Baca Juga: Candi Ratu Boko: Mitos Keramat di Balik Sunset Paling Epic
Candi Ijo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Yogyakarta yang menawarkan perpaduan antara nilai budaya, arsitektur Hindu kuno, dan panorama alam dari atas bukit.
Dengan suasana yang tenang dan pemandangan sunset yang indah, tempat ini cocok dikunjungi untuk wisata sejarah sekaligus menikmati sisi lain Jogja.
Supaya perjalanan wisata makin nyaman, manfaatkan MyTelkomsel untuk cari kebutuhan digital selama perjalanan. Aktivasi juga Paket Combo Sakti dari Telkomsel supaya bisa cover setiap kebutuhan online kamu selama liburan.
Short Video baru dan seru