Syiah Adalah: Pengertian dan Bedanya dengan Sunni


syiah

Syiah adalah salah satu aliran dalam Islam yang memiliki pandangan berbeda dengan Sunni. Simak pengertian Syiah, sejarahnya, dan alasan perbedaannya.

 

Istilah Syiah sering muncul dalam diskusi keagamaan maupun geopolitik Timur Tengah. Banyak orang penasaran sebenarnya Syiah adalah apa, bagaimana sejarah kemunculannya, dan mengapa sering disebut berbeda dengan mayoritas umat Islam yang menganut Sunni.

 

Secara umum, Syiah merupakan salah satu aliran dalam Islam yang memiliki pandangan teologis dan historis tersendiri, terutama terkait kepemimpinan umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

 

Dalam artikel ini, kita akan bahas tuntas pengertian Syiah hingga hal-hal yang menyebabkan adanya anggapan mereka berbeda dengan Islam Sunni.


 

 

Baca Juga: Apa Saja 5 Rukun Islam? Yuk Cari Tahu!

 

Sebelum kita bahas lebih lanjut, penjelasan seputar Syiah yang kental kaitannya dengan negara Iran ini lagi sering dibahas banget di YouTube. 

 

Buat kamu yang penasaran, bisa lebih dan puas eksplor pembahasannya kalau udah langganan YouTube Premium. Biar lebih sat-set, lakukan aktivasi paketnya di aplikasi MyTelkomsel.

 

 

Pengertian & Sejarah Munculnya Syiah

 

Secara bahasa, kata Syiah berasal dari bahasa Arab syī‘ah yang berarti kelompok, pengikut, atau pendukung.

 

Dilansir dari artikel Tempo berjudul “Pengertian Syiah, Mengapa Dikaitkan dengan Ali bin Abi Thalib?”, istilah ini awalnya digunakan untuk menyebut kelompok yang mendukung kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.

 

Kelompok tersebut dikenal sebagai Syiah Ali, yaitu para pendukung yang meyakini bahwa Ali merupakan sosok yang paling berhak melanjutkan kepemimpinan umat Islam setelah wafatnya Nabi.

 

Dalam perkembangannya, istilah Syiah kemudian merujuk pada aliran Islam yang memiliki pandangan khusus mengenai kepemimpinan dan otoritas keagamaan setelah Nabi Muhammad SAW.

 

Perbedaan antara Syiah dan Sunni bermula dari peristiwa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M.

 

Dilansir dari artikel Detik Hikmah berjudul “Apa Itu Syiah? Sejarah, Ajaran, dan Alasan Banyak Ditolak”, saat itu muncul perbedaan pendapat mengenai siapa yang seharusnya menjadi pemimpin umat Islam.

 

Sebagian sahabat Nabi memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama melalui proses musyawarah. Keputusan ini kemudian menjadi dasar tradisi kepemimpinan dalam Islam Sunni.

 

Namun, ada pula kelompok yang berpendapat bahwa kepemimpinan seharusnya diberikan kepada Ali bin Abi Thalib karena kedekatannya dengan Nabi serta posisinya sebagai keluarga Nabi atau Ahlul Bait.

 

Dari perbedaan pandangan inilah kemudian muncul kelompok pendukung Ali yang dikenal sebagai Syiah.

 

Baca Juga: Kumpulan Doa Selamat Dunia Akhirat Beserta Artinya

 

 

Ajaran dan Keyakinan dalam Syiah

 

Dalam banyak aspek, ajaran Syiah memiliki kesamaan dengan ajaran Islam pada umumnya.

 

Dilansir dari artikel Mozaik Inilah.com berjudul “Apakah Syiah Itu Islam?”, penganut Syiah tetap meyakini rukun iman dan rukun Islam, mengakui Al-Qur’an sebagai kitab suci, serta mengimani Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

 

Namun terdapat beberapa perbedaan dalam aspek teologi dan kepemimpinan spiritual.

 

Salah satu konsep penting dalam ajaran Syiah adalah imam, yaitu pemimpin spiritual yang diyakini sebagai penerus otoritas keagamaan setelah Nabi Muhammad SAW.

 

Para imam dalam tradisi Syiah dianggap memiliki peran penting dalam membimbing umat.

 

 

Mengapa Syiah Dianggap Berbeda dengan Sunni?

 

Perbedaan antara Syiah dan Sunni umumnya berkaitan dengan beberapa aspek utama.

 

Pertama adalah konsep kepemimpinan umat Islam. Dalam pandangan Syiah, kepemimpinan seharusnya berasal dari keturunan Nabi melalui garis keluarga Ali dan Fatimah.

 

Kedua adalah peran imam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam ajaran Syiah.

 

Selain itu, terdapat pula beberapa perbedaan dalam praktik ibadah dan tradisi keagamaan, meskipun banyak ajaran dasar yang tetap sama.

 

Dilansir dari artikel Detik Hikmah, perbedaan pandangan tersebut kemudian berkembang menjadi dua tradisi keagamaan besar dalam sejarah Islam.

 

Baca Juga: 10 Keutamaan Bulan Ramadan, Muslim Harus Tau!

 

 

Pentingnya Memahami Sejarah dan Perbedaan Mazhab

 

Mempelajari sejarah munculnya berbagai aliran dalam Islam dapat membantu kita memahami bagaimana perbedaan pemikiran berkembang sejak masa awal Islam.

 

Dengan memahami pengertian Syiah, sejarahnya, serta latar belakang kemunculannya, kita bisa melihat bahwa perbedaan tersebut memiliki akar sejarah yang panjang.

 

Kalau kamu ingin memperdalam pengetahuan tentang sejarah Islam, mazhab, atau kajian keagamaan lainnya, internet bisa menjadi sumber referensi yang sangat luas.

 

Dengan koneksi internet stabil dari Telkomsel, kamu bisa membaca berbagai artikel edukatif, mengikuti kajian online, hingga menonton konten pembelajaran kapan saja untuk menambah wawasan.

 

Saat ini banyak pembahasan Islami yang bisa kamu temui di YouTube. Biar lancar waktu eksplorasi, aktifkan langganan YouTube Premium lewat aplikasi MyTelkomsel, ya. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.