Sejarah Iran: Dari Kerajaan Persia hingga Perang Lawan Amerika


sejarah iran

Iran yang sedang dimborbardir oleh Amerika dan Israel punya sejarah panjang yang berkaitan dengan mengapa mereka jago perang.

Lebih dari dua minggu Iran dibombardir serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, tapi mereka sama sekali belum menunjukkan tanda mau mengibarkan bendera putih. Sejarah Iran sendiri mengungkap bahwa negara ini emang jago perang.

 

Dirunut ke ribuan tahun lalu, bangsa yang kini menjadi negara Iran memang mereka yang dikenal selalu berperang. Seperti apa sejarahnya? Yuk, kita kulik bareng-bareng!


 

 

Baca juga: Jelajah Keraton Jogja: Wisata Sejarah Rasa Sultan

 

Jangan sampe ketinggalan berbagai berita tentang perang Iran vs Amerika Serikat yang bisa sangat berpengaruh ke kehidupan kita. Jangan lupa isi kuotamu lewat aplikasi MyTelkomsel Basic biar terus update sama perkembangannya.

 

Nah, yuk kita kulik lebih dalam tentang sejarah Iran!

 

 

Sejarah Iran Sebagai Bangsa Perang

 

Di kawasan Timur Tengah yang sering dipenuhi ketegangan geopolitik, Iran berdiri sebagai salah satu bangsa dengan sejarah paling panjang di dunia. Negara ini bukan sekadar republik modern yang muncul pada abad ke-20. 

 

Di balik nama Iran tersimpan warisan peradaban Persia yang telah membentuk dinamika politik dan militer selama lebih dari dua milenium. Wilayah Iran telah dihuni manusia sejak puluhan ribu tahun lalu. 

 

Peradaban awal seperti Elam berkembang sekitar milenium ketiga sebelum masehi. Kemudian muncul bangsa Medes pada abad ke-8 sebelum masehi yang menjadi kekuatan regional penting. Kekuasaan Medes akhirnya digantikan oleh bangsa Persia yang membawa kawasan ini memasuki era kekaisaran besar.

 

Kebangkitan Persia dimulai pada tahun 550 sebelum masehi ketika Cyrus Agung mendirikan Kekaisaran Akhemeniyah. Ia dikenal sebagai pemimpin militer yang berhasil menyatukan berbagai wilayah luas di Asia Barat. 

 

Penaklukannya terhadap Babilonia pada tahun 539 sebelum masehi menjadi peristiwa penting dalam sejarah dunia. Cyrus dikenal sebagai penguasa yang memberi ruang bagi berbagai budaya dan agama untuk hidup berdampingan di wilayah kekuasaannya.

 

Pada masa kejayaannya, Kekaisaran Persia membentang dari lembah Sungai Indus hingga Mesir dan Anatolia. Wilayah tersebut mencakup tiga benua dan menghubungkan banyak jalur perdagangan dunia kuno. 

 

Untuk menjaga stabilitas wilayah yang sangat luas, Persia membangun sistem administrasi bernama satrapi yang dipimpin oleh gubernur lokal. Selain sistem pemerintahan yang efisien, Persia juga membangun infrastruktur besar seperti Jalan Kerajaan yang menghubungkan kota-kota penting dalam kekaisaran. 

 

Jalur ini mempercepat komunikasi dan pergerakan militer sehingga kekaisaran dapat mempertahankan kontrol terhadap wilayahnya. Ekspansi besar Persia membawa mereka berhadapan dengan kekuatan Yunani. 

 

Konflik antara Persia dan Yunani melahirkan berbagai pertempuran terkenal seperti Marathon dan Salamis. Perang tersebut mencerminkan persaingan dua peradaban besar yang memiliki sistem politik dan budaya yang berbeda.

 

Bagi Persia, perang menjadi bagian dari proses ekspansi dan pertahanan wilayah. Pengalaman panjang menghadapi berbagai konflik membentuk karakter bangsa Persia sebagai peradaban yang mampu bertahan dan beradaptasi di tengah tekanan politik serta militer dari berbagai kekuatan dunia.

 

Baca juga: Sejarah Internet dari Masa ke Masa yang Harus Kamu Pahami

 

 

 

Kerajaan Persia ke Pemerintah Iran Saat Ini

 

Perjalanan sejarah Persia mengalami perubahan besar ketika Alexander Agung menaklukkan kekaisaran Akhemeniyah pada abad keempat sebelum masehi. Penaklukan ini mengakhiri kekuasaan Persia klasik, namun identitas budaya Persia tetap bertahan.

 

Setelah masa tersebut, wilayah Persia kembali bangkit melalui Kekaisaran Parthia yang berdiri sejak abad ketiga sebelum masehi. Parthia menjadi kekuatan regional yang mampu menyaingi kekaisaran Romawi selama berabad-abad. Persaingan antara kedua kekuatan ini menciptakan salah satu rivalitas geopolitik paling panjang dalam sejarah dunia kuno.

 

Kekuasaan Parthia kemudian digantikan oleh Dinasti Sasaniyah pada abad ketiga masehi. Dinasti ini dikenal sebagai puncak kekuatan militer Persia klasik. Sasaniyah berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga mencakup Mesir, Levant, dan sebagian Anatolia pada masa pemerintahan Khosrau II.

 

Konflik panjang antara Persia dan Romawi Timur melemahkan kedua kekaisaran. Ketika pasukan Arab Muslim muncul pada abad ke-7 masehi, Persia berada dalam kondisi politik dan militer yang rapuh. Pertempuran Qadisiyah pada tahun 636 membuka jalan bagi masuknya kekuasaan Islam di wilayah Persia.

 

Meski berada di bawah pemerintahan Islam, identitas Persia tetap kuat. Bahasa Persia berkembang bersama bahasa Arab dan melahirkan banyak tokoh intelektual penting dalam dunia Islam seperti Ibnu Sina dan Al Khawarizmi. Warisan budaya Persia tetap memberi pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan sastra.

 

Pada era modern, perubahan besar terjadi pada tahun 1935 ketika penguasa saat itu, Reza Shah Pahlavi, meminta negara lain menggunakan nama Iran sebagai sebutan resmi negara tersebut. 

 

Nama Iran berasal dari istilah kuno yang merujuk pada bangsa Arya.

 

Transformasi terbesar terjadi pada tahun 1979 melalui Revolusi Iran. Revolusi ini menggulingkan monarki Pahlavi dan melahirkan Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini. 

 

Sistem politik baru ini menggabungkan struktur negara modern dengan kepemimpinan religius yang kuat.

 

 

Sebab Konflik Iran vs Israel dan Amerika Serikat

 

Perang antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat gak terjadi dalam waktu yang singkat. Serangan AS jadi eskalasi dari apa yang udah terbangun selama beberapa dekade.

 

Hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dipenuhi ketegangan sejak pertengahan abad ke-20. Salah satu titik awalnya terjadi pada tahun 1953 ketika Perdana Menteri Iran, Mohammad Mossadegh, menasionalisasi industri minyak. 

 

Langkah ini memicu operasi rahasia yang melibatkan CIA dan berujung pada jatuhnya Mossadegh serta kembalinya kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat.

 

Situasi berubah drastis setelah Revolusi Iran tahun 1979 yang melahirkan Republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini. Sejak saat itu, hubungan Iran dengan Amerika Serikat terputus, sementara Israel dipandang sebagai rival utama di kawasan. 

 

Konflik antara Iran dan Israel sering berlangsung melalui perang tidak langsung di berbagai wilayah Timur Tengah. Ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Iran dan Israel saling berbalas serangan pada April dan Oktober 2024, lalu terlibat perang singkat pada 2025 yang diwarnai serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

 

Pada awal 2026, Iran dan Amerika Serikat sempat menjalani negosiasi nuklir tidak langsung yang dimediasi Oman. Namun upaya diplomasi tersebut runtuh. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi ke berbagai target strategis di Iran. 

 

Operasi ini dinamai Operation Epic Fury oleh Amerika Serikat dan Operation Roaring Lion oleh Israel, menandai eskalasi baru dalam konflik geopolitik di Timur Tengah yang dampaknya bisa jadi bom waktu bagi seluruh dunia.

 

Baca juga: Mengenal Sejarah, Penjelasan, dan Jenis Provider

 

Jangan sampai ketinggalan berbagai berita penting tentang perang Iran vs Amerika Serikat yang bisa mempengaruhi kehidupan global. Isi kuotamu lewat aplikasi MyTelkomsel Basic agar kamu selalu terhubung dengan informasi terbaru.

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.