Apa itu Tertib Haji? Yuk Pahami Makna dan Pelaksanaannya!


Apa itu Tertib Haji? Yuk Pahami Makna dan Pelaksanaannya!

Dalam rangkaian ibadah haji, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar setiap tahapannya berjalan sempurna. Salah satu prinsip atau rukun yang sering disebut namun kerap kurang dipahami adalah tertib haji. 

 

Meski terdengar sederhana, prinsip ini memiliki peran penting dalam menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang. Tertib haji adalah salah satu prinsip penting yang harus dipenuhi agar ibadah haji seseorang dianggap sah.

 

Jadi, tidak hanya niat dan fisik yang kuat, tapi juga harus tertib atau sesuai urutan dan aturan yang sudah ditetapkan. Tanpa tertib, bisa-bisa ibadah haji yang kita jalani tidak sah.

 

Di artikel ini, Telkomsel bakal bahas apa itu tertib haji, kapan dan di mana aja pelaksanaannya, sampai gimana cara menjalankannya dengan benar. Yuk, simak penjelasannya biar makin paham dan siap secara ilmu sebelum menunaikan haji! 


 

  1. Apa itu Tertib Haji? 
  2. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Tertib Haji
  3. Cara Melaksanakan Tertib Haji 

 

Jika tahun ini Anda berencana menunaikan ibadah haji, jangan lewatkan untuk mengaktifkan RoaMAX Haji dari Telkomsel. Dengan paket ini, Anda tetap bisa terhubung dengan orang tersayang di rumah meski berada di Tanah Suci. 

Baca Juga: Puncak Prosesi Ibadah Haji: Wukuf di Padang Arafah

 

 

Apa itu Tertib Haji? 

 

Tertib haji merujuk pada pelaksanaan rangkaian manasik haji dengan mengikuti urutan yang sudah ditentukan. Setiap ibadah haji terdiri dari beberapa rukun dan kewajiban yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah. 

 

Agar ibadah haji dapat diterima dan sah, semua tahapan tersebut harus dilaksanakan dengan tertib, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Adapun rukun lainnya yang harus dilaksanakan dengan tertib ialah ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul.

 

Kepatuhan terhadap ketertiban ini bukan hanya untuk menjaga keabsahan haji, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan dan ketundukan jamaah terhadap petunjuk yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. 

 

Dengan melaksanakan semua tahapan haji secara tertib, jamaah menunjukkan rasa hormat dan keteguhan iman dalam menjalankan salah satu rukun Islam yang sangat mulia ini.

 

 

Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Tertib Haji

 

Saat menjalani proses ibadah haji, tentunya wajib menjaga tertib haji dimulai dari niat ihram hingga pelaksanaan tahallul akhir. Berikut adalah urutan waktu pelaksanaan yang perlu ditaati dalam menjaga tertib haji:

 

Waktu 

  • Ihram: Dilakukan di miqat, yaitu titik-titik batas yang telah ditetapkan sebagai awal dimulainya niat dan pelaksanaan ibadah haji.
  • Wukuf di Arafah: Merupakan puncak ibadah haji yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dengan berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan berzikir.
  • Mabit di Muzdalifah: jamaah bermalam di Muzdalifah setelah wukuf, tepatnya pada malam tanggal 10 Dzulhijjah, sebagai bagian dari rangkaian ibadah.
  • Melontar Jumrah Aqabah: Dilakukan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu melempar batu ke tiang jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.
  • Tawaf Ifadah: Dikerjakan setelah melontar jumrah aqabah di hari yang sama, yaitu 10 Dzulhijjah, dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
  • Sa’i: Ibadah ini dilakukan dengan berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah, dan biasanya dilakukan setelah tawaf ifadah.
  • Mabit di Mina: jamaah menginap di Mina pada hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
  • Melontar Jumrah: Dilakukan kembali pada hari-hari tasyrik dengan melempar batu ke tiga jumrah (Ula, Wusta, dan Aqabah), sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Lokasi 

  • Miqat: Merupakan lokasi yang telah ditentukan sebagai titik awal untuk memulai niat ihram sebelum memasuki wilayah Tanah Haram.
  • Arafah: Tempat utama pelaksanaan wukuf, yang menjadi puncak ibadah haji dan dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
  • Muzdalifah: Area di mana jamaah berhenti dan bermalam setelah menyelesaikan wukuf di Arafah, sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
  • Mina: Lokasi pelaksanaan ibadah melontar jumrah serta tempat bermalam selama hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
  • Masjidil Haram: Tempat suci di Mekah yang menjadi lokasi pelaksanaan tawaf ifadah dan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.

 

Baca Juga: Memahami Wajib Haji: Kewajiban dalam Melengkapi Ibadah Haji 

 

 

Cara Melaksanakan Tertib Haji 

 

Tertib haji merupakan rukun haji keenam yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji. Pasalnya, di dalam rukun ini menuntut setiap jamaah haji menjalankan ibadah haji sesuai dengan rangkaian berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

 

Berikut penjelasan lengkapnya.


 

1.            Ihram

Ihram merupakan tahap awal dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Pada tahap ini, jamaah menyatakan niat secara resmi untuk memulai ibadah, dengan mengenakan pakaian ihram dan melafalkan niat di titik miqat yang telah ditentukan.

 

Dengan berlakunya ihram, larangan-larangan dalam ibadah haji seperti mencabut rambut, berburu binatang, dan memakai parfum, mulai berlaku. Apabila dilanggar akan membatalkan ihramnya.


 

2.            Wukuf di Arafah 

Wukuf Arafah

 

Wukuf di Arafah adalah inti dari ibadah haji sekaligus menjadi pembeda dengan rangkaian ibadah umrah. Jamaah wajib berada di Padang Arafah mulai dari waktu tergelincirnya matahari hingga matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk berdoa dan berzikir.


 

3.            Tawaf Ifadah 

Tawaf-Ifadah

 

Tawaf Ifadah dilaksanakan setelah prosesi melempar jumrah di Aqabah. Jamaah haji melakukan tawaf dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. 

 

Tawaf Ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dikerjakan oleh jamaah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.


 

4.            Melaksanakan Sa’i

Setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah, jamaah haji kemudian melaksanakan sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa'i ini mengingatkan kita pada perjuangan Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail AS.


 

5.            Tahallul (Memotong Rambut)

Setelah melempar jumrah, jamaah haji memotong rambut sebagai simbol selesainya ibadah haji. Bagi jamaah yang melaksanakan haji qiran atau tamattu’, pemotongan rambut ini menjadi bagian dari tahallul awal.


 

6.            Tertib

Rukun haji yang terakhir adalah tertib, yaitu melaksanakan rukun haji secara berurutan mulai dari ihram hingga tahallul. 

 

Apabila ada jamaah yang tidak melaksanakan rukun haji dengan tertib, baik karena melalaikan salah satu dari rukun tersebut atau tidak menjalankan rangkaian ibadah dengan urutan yang benar, ibadah hajinya dianggap tidak sah.

 

Selain rukun haji, ada pula wajib haji yang dikerjakan untuk melengkapi rukun haji. Bedanya, apabila salah satu wajib haji tidak dijalankan tidak akan mempengaruhi keabsahan ibadah haji.

 

Bagi mereka yang meninggalkan wajib haji, ada ketentuan untuk membayar denda atau dam. Berikut adalah penjelasan tentang wajib haji yang dimaksud.


 

1.            Mabit di Muzdalifah dan Mina

Usai menjalani wukuf di Padang Arafah, jamaah haji melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam. 

 

Di tempat ini, mereka akan melaksanakan salat Maghrib dan Isya secara jamak takdim, serta bermabit atau bermalam sejenak. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Mina untuk melakukan prosesi lempar jumrah.


 

2.            Melontar Jumrah Aqabah

Melontar Jumrah

 

Melempar jumrah di Aqabah adalah bagian dari rangkaian ritual ibadah haji. Dalam prosesi ini, jamaah haji melempar batu ke tiga tembok setan yang besar, sebagai simbol mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS. 

 

Beliau melempar setan yang mencoba menggoda dan menghalangi niatnya dalam menjalankan perintah Allah SWT.


 

3.            Melempar 3 Jumrah

Setelah melaksanakan sa'i, jamaah haji kembali ke Mina untuk melempar tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, jumrah Wustha, dan jumrah Ula. Proses ini dilakukan pada hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.


 

4.            Melakukan Tawaf Wada atau Tawaf Perpisahan

Tawaf Wada dilakukan sebelum jamaah haji meninggalkan Makkah, sebagai bentuk perpisahan dengan Ka’bah. Tawaf ini menandakan penutupan ibadah haji sebelum kembali ke tanah air.

 

Baca Juga: Tertib Haji: Pentingnya Tertib dalam Melaksanakan Rukun Haji 

 

Itu dia serba-serbi tertib haji untuk Anda simak. Jangan lupa, jika Anda berniat melaksanakan haji tahun ini, pastikan sudah pakai paket RoaMAX Haji dari Telkomsel agar saat berkomunikasi dengan keluarga di rumah tetap aman dan lancar! 

 

Bagi Anda yang memiliki kendala komunikasi atau teknis selama beribadah di Tanah Suci, jangan khawatir. Saat ini Telkomsel menghadirkan layanan GraPARI dan posko bagi jamaah haji dan umrah yang bisa Anda kunjungi berdasarkan informasi berikut.

 

Lokasi

Alamat

Waktu Pelayanan

Kontak

GraPARI Makkah

The Royal Clock Zamzam Tower

(Abraj Al Bait) Lantai P4 (Damba Resto)

Setiap Hari

07.00–21.00 WAS (Waktu Arab Saudi)

+62812 3585 7500

Posko Makkah

Hotel Al Wahda Al Mutamayyiz (Commercial / Restaurant) 

08.00–17.00 WAS

+62812 3585 7456

Posko Madinah

Hotel Karam Al Khair (Lobby Hotel)

08.00–17.00 WAS

+62812 3585 7456

Posko Madinah

Hotel Karam Al-Silver (Lobby Hotel)

08.00–17.00 WAS

+62812 3585 7456

Posko Madinah

Hotel Sanabel Al-Madina (Lobby Hotel)

08.00–17.00 WAS

+62812 3585 7456

 

 

 
 

Short Video baru dan seru

Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim
Telkomsel Telkomsel Instagram

Meninggalkan halaman ini

Anda mengunjungi website telkomsel.com tetapi akan dialihkan ke

Pastikan Anda hanya mengikuti tautan dari sumber yang Anda percayai.