Bahasa apa yang ingin kamu gunakan?
Rasio keuangan adalah salah satu alat yang digunakan untuk menilai kondisi dan kinerja keuangan perusahaan.
Perhitungan ini membantu melihat hubungan antara sejumlah pos dalam laporan keuangan sehingga informasi yang tersedia lebih mudah dipahami.
Dengan rasio keuangan, perusahaan dapat mengevaluasi kemampuan membayar kewajiban, menghasilkan keuntungan, hingga mengelola aset dan modal. Rasio ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika melakukan analisis bisnis.
Berikut penjelasannya.
Baca Juga: 20 Cara Mengatur Keuangan Ini Sederhana Banget
Rasio keuangan adalah perbandingan antara dua atau lebih angka yang berasal dari laporan keuangan. Hasil perbandingan tersebut dapat digunakan untuk melihat kondisi tertentu dalam perusahaan.
Data yang digunakan umumnya berasal dari laporan laba rugi, neraca, serta laporan keuangan lainnya. Setiap rasio memiliki tujuan berbeda sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan informasi yang ingin dianalisis.
Rasio keuangan tidak sebaiknya dilihat dari satu angka saja. Hasil perhitungan akan lebih bermakna jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, target perusahaan, atau perusahaan lain dalam industri yang sama.
Secara umum, rasio keuangan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis. Tiga kelompok yang sering digunakan adalah rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas.
Jenis Rasio | Fungsi Utama | Contoh Rasio |
|---|---|---|
Likuiditas | Mengukur kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek. | Current Ratio, Quick Ratio. |
Profitabilitas | Mengukur kemampuan menghasilkan laba. | ROA, ROE, Net Profit Margin. |
Solvabilitas | Mengukur kemampuan memenuhi kewajiban dan melihat struktur pendanaan. | Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio. |
Selain ketiga kelompok tersebut, analisis keuangan juga dapat menggunakan rasio aktivitas dan rasio pasar sesuai kebutuhan.
Rasio likuiditas digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.
Salah satu yang paling umum adalah /Current Ratio/. Rumusnya:
Current Ratio = Aset Lancar ÷ Liabilitas Lancar
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memiliki aset lancar Rp500 juta dan liabilitas lancar Rp250 juta, maka /Current Ratio/ perusahaan adalah 2 kali.
Semakin besar hasil rasio belum tentu selalu berarti kondisi perusahaan lebih baik. Komposisi aset lancar dan kualitas aset tetap perlu diperhatikan dalam analisis.
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari penjualan, aset, atau modal yang digunakan.
Salah satu contoh adalah /Net Profit Margin/ dengan rumus:
Net Profit Margin = Laba Bersih ÷ Penjualan × 100%
Ada pula /Return on Assets/ /ROA/ yang dapat dihitung dengan:
ROA = Laba Bersih ÷ Total Aset × 100%
Sementara /Return on Equity/ /ROE/ digunakan untuk melihat tingkat pengembalian terhadap ekuitas:
ROE = Laba Bersih ÷ Total Ekuitas × 100%
Rasio tersebut dapat membantu melihat seberapa efektif perusahaan menghasilkan keuntungan berdasarkan dasar perhitungan masing-masing.
Rasio solvabilitas berkaitan dengan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban, terutama dalam jangka panjang.
Rasio ini juga memberikan gambaran mengenai seberapa besar perusahaan menggunakan utang dalam pendanaannya.
Salah satu yang umum digunakan adalah /Debt to Equity Ratio/ /DER/:
DER = Total Utang ÷ Total Ekuitas
Misalnya, total utang perusahaan Rp300 juta dan ekuitas Rp600 juta. Maka DER perusahaan adalah 0,5 kali.
Semakin tinggi penggunaan utang, semakin penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kemampuan menghasilkan arus kas dan memenuhi kewajibannya.
Rasio keuangan dapat digunakan untuk beberapa kebutuhan, antara lain:
Namun, rasio keuangan bukan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan. Kondisi industri, strategi perusahaan, arus kas, kondisi ekonomi, dan faktor bisnis lainnya juga perlu dipertimbangkan.
Tidak ada satu angka rasio yang otomatis menunjukkan perusahaan dalam kondisi baik atau buruk. Cara membacanya harus mempertimbangkan jenis rasio dan karakteristik industrinya.
Misalnya, rasio utang yang dianggap tinggi pada satu industri belum tentu memiliki arti yang sama pada industri lainnya. Karena itu, hasil perhitungan sebaiknya dibandingkan dengan perusahaan sejenis atau data historis perusahaan.
Rasio juga akan lebih berguna jika digunakan bersama laporan keuangan secara keseluruhan. Dengan cara tersebut, angka yang dihasilkan tidak berdiri sendiri dan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Baca Juga: Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi Bulanan yang Sederhana
Pemahaman mengenai rasio keuangan tidak hanya berguna bagi perusahaan, tetapi juga bagi pemilik usaha dan pihak yang ingin memahami kondisi bisnis. Dengan mengetahui cara membaca laporan keuangan, berbagai keputusan dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih terukur.
Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan pascabayar untuk kebutuhan komunikasi dan aktivitas bisnis, Telkomsel Halo dapat menjadi pilihan layanan sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, rasio keuangan merupakan alat analisis yang membantu menyederhanakan data laporan keuangan. Dengan memahami jenis, rumus, dan cara membacanya, kamu dapat menilai kondisi keuangan perusahaan secara lebih terarah.
Short Video baru dan seru