Hari Tasyrik jadi momen penting setelah Idul Adha. Kenali sejarah, dalilnya, sekaligus amalan yang bisa kamu lakukan.
Hari Tasyrik Idul Adha merujuk pada tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Di tahun 2026, jika Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, Hari Tasyrik berlangsung pada 28–30 Mei 2026.
Momen ini bukan sekadar perpanjangan suasana lebaran, tapi juga punya dasar kuat dalam ajaran Islam. Seperti apa penjelasannya? Temukan secara lengkap di artikel ini.
Idul Adha menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt lewat berkurban. Saat ini, kamu bisa memanfaatkan fitur Baznas di aplikasi MyTelkomsel untuk menyalurkan kurban ke institusi terpercaya.
Segera download aplikasi MyTelkomsel di Google Play Store atau App Store, manfaatkan fitur-fitur yang ada untuk menunjang ibadah kamu. Supaya ibadah makin semangat, pahami juga seputar ibadah yang dilakukan saat Hari Tasyrik di bawah ini.
Baca Juga: Tak Sekedar Qurban, Yuk Ketahui Makna Idul Adha & Sejarahnya
Secara bahasa, “tasyrik” berasal dari kata Arab syarraqa yang berarti “menjemur”. Menurut penjelasan dalam situs Majelis Ulama Indonesia (MUI), istilah ini merujuk pada tradisi masyarakat Arab yang menjemur daging kurban agar tahan lama.
Dalam kajian fikih, penjelasan ini juga sejalan dengan pandangan ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, yang menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah hari untuk makan dan minum sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah setelah pelaksanaan ibadah kurban.
Larangan berpuasa pada Hari Tasyrik Idul Adha memiliki dasar yang jelas dari hadits. Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim, no. 1141, dari sahabat Nubaisyah Al-Hudzali)
Hadits ini menegaskan bahwa Hari Tasyrik bukan waktu untuk menahan diri seperti puasa, melainkan momen untuk menikmati rezeki sekaligus tetap mengingat Allah.
Selain itu, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang puasa pada Hari Tasyrik kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban (HR. Bukhari).
Ini memperkuat bahwa Hari Tasyrik Idul Adha punya aturan khusus dalam praktik ibadah.
Baca Juga: Niat Sholat Idul Adha dan Tata Caranya
Meskipun tidak diperbolehkan berpuasa, ada banyak amalan yang dianjurkan selama Hari Tasyrik Idul Adha. Berikut penjelasannya lengkap dengan rujukan:
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.”
(QS. Al-Baqarah: 203)
Menurut tafsir para ulama seperti Ibnu Katsir, ayat ini merujuk pada Hari Tasyrik. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil, terutama setelah salat fardhu.
Hari Tasyrik identik dengan konsumsi daging kurban. Hal ini juga menjadi bagian dari sunnah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits sebelumnya bahwa Hari Tasyrik adalah waktu untuk makan dan minum.
Selain itu, berbagi daging kurban juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang dianjurkan dalam Islam.
Dalam penjelasan ulama yang dirujuk dari situs Nahdlatul Ulama (NU), Hari Tasyrik menjadi momen untuk memperluas kebaikan sosial, termasuk bersedekah. Tidak harus dalam bentuk besar selama konsisten dan ikhlas.
Takbir setelah salat (takbir tasyriq) masih dianjurkan hingga Hari Tasyrik berakhir. Praktik ini juga dijelaskan dalam berbagai riwayat sahabat dan dipraktikkan secara luas oleh umat Muslim.
Walaupun tidak secara spesifik disebut dalam dalil tertentu, menjaga silaturahmi tetap menjadi bagian dari ajaran Islam yang sangat dianjurkan, apalagi masih dalam suasana Idul Adha.
Hal ini sejalan dengan pendapat Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengutip pendapat Ibnu Abi Jamrah. Ia menyebut bahwa Islam tidak membatasi amalan tertentu secara khusus pada Hari Tasyrik.
وقال بن أبي جمرة الحديث دال على أن العمل في أيام التشريق أفضل من العمل في غيره
Artinya: “Ibnu Abi Jamrah mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa amal apapun pada Hari Tasyrik lebih utama daripada amal yang sama di luar Hari Tasyrik.”
Baca Juga: Rencana Perjalanan Haji 2026: Persiapan Hingga Kepulangan Jamaah
Hari Tasyrik Idul Adha bukan hanya soal menikmati hidangan kurban, tapi juga punya dasar kuat dari Al-Qur’an dan hadits. Dengan memahami asal usul serta amalan yang dianjurkan, kamu bisa menjalani Hari Tasyrik Idul Adha dengan lebih bermakna.
Untuk mempermudah ibadah dan berbagi kebaikan, kamu bisa manfaatkan aplikasi MyTelkomsel. Mulai dari beli kuota sampai berkurban lewat fitur Baznas, semuanya bisa dilakukan dalam satu aplikasi. Ibadah jadi praktis dan tetap penuh berkah.
Short Video baru dan seru