Bahasa apa yang ingin kamu gunakan?
Contoh laporan keuangan sederhana bisa menjadi referensi bagi pemilik usaha yang ingin mulai mencatat kondisi keuangan bisnis secara lebih teratur. Dengan pembukuan yang rapi, Anda dapat mengetahui pemasukan, pengeluaran, laba, serta kondisi keuangan usaha dalam periode tertentu.
Pencatatan keuangan juga membantu pemilik bisnis mengevaluasi pengeluaran dan membuat perencanaan berdasarkan data. Bentuknya tidak harus rumit, terutama jika bisnis masih dalam skala kecil atau baru mulai beroperasi.
Berikut penjelasannya.
Baca Juga: 5 Software Akuntansi Terbaik untuk Kelola Bisnis Lebih Praktis
Laporan keuangan merupakan catatan mengenai aktivitas dan kondisi keuangan bisnis dalam periode tertentu. Bagi usaha kecil, laporan dapat dibuat menggunakan format sederhana selama transaksi penting tercatat secara konsisten.
Beberapa jenis laporan yang umum digunakan adalah laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan posisi keuangan. Masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnis.
Sebelum membuat pembukuan, penting untuk memahami jenis laporan keuangan yang dapat digunakan. Berikut beberapa contoh laporan keuangan sederhana yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Laporan laba rugi mencatat pendapatan dan beban bisnis dalam periode tertentu. Dari laporan ini, kamu dapat mengetahui jumlah laba atau kerugian yang diperoleh usaha.
Contoh sederhananya seperti berikut:
Keterangan | Jumlah |
Penjualan | Rp10.000.000 |
Harga pokok penjualan | Rp4.000.000 |
Biaya operasional | Rp2.500.000 |
Laba bersih | Rp3.500.000 |
Nominal pada tabel tersebut hanya contoh dan dapat disesuaikan dengan transaksi bisnis kamu.
Laporan arus kas mencatat uang yang masuk dan keluar dari bisnis. Catatan ini membantu pemilik usaha memantau pergerakan kas dan mengetahui dana yang tersedia untuk kebutuhan operasional.
Pemasukan dapat berasal dari penjualan produk atau jasa. Sementara itu, pengeluaran dapat mencakup pembelian bahan baku, biaya pengiriman, sewa, gaji, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Laporan posisi keuangan memberikan gambaran mengenai aset, kewajiban, dan modal bisnis pada periode tertentu. Dengan laporan ini, pemilik usaha dapat melihat sumber daya yang dimiliki sekaligus kewajiban yang masih harus dibayarkan.
Secara umum, laporan posisi keuangan terdiri atas aset, liabilitas, dan ekuitas. Pencatatannya dapat dibuat sederhana terlebih dahulu dan dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
Membuat laporan keuangan dapat dimulai dari pencatatan transaksi sehari-hari. Agar pembukuan lebih mudah dikelola, ikuti beberapa langkah berikut.
Catat setiap pemasukan dan pengeluaran bisnis secara rutin. Transaksi yang dicatat dapat berupa penjualan, pembelian barang, pembayaran biaya operasional, hingga penerimaan atau pembayaran lainnya.
Hindari menunda pencatatan terlalu lama karena transaksi yang terlewat dapat membuat data keuangan kurang akurat.
Pisahkan uang yang digunakan untuk kebutuhan usaha dari uang pribadi. Cara ini memudahkan kamu mengetahui jumlah dana yang benar-benar tersedia untuk menjalankan bisnis.
Pemisahan tersebut juga membuat pencatatan pemasukan dan pengeluaran menjadi lebih jelas.
Setelah transaksi dicatat, kelompokkan berdasarkan jenisnya. Misalnya, pemasukan dari penjualan dapat dipisahkan dari pendapatan lainnya, sedangkan pengeluaran dapat dibagi menjadi biaya stok, operasional, pemasaran, dan kebutuhan lain.
Pengelompokan akan memudahkan proses rekapitulasi pada akhir periode.
Pilih periode pencatatan yang sesuai dengan aktivitas bisnis, seperti harian, mingguan, atau bulanan. Rekap secara berkala membantu kamu melihat perubahan kondisi keuangan tanpa harus mengumpulkan terlalu banyak transaksi sekaligus.
Untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan konektivitas selama menjalankan aktivitas bisnis, kamu juga dapat melihat pilihan layanan Telkomsel Halo yang tersedia.
Pembukuan yang teratur dapat membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnis dengan lebih jelas. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh antara lain sebagai berikut.
Laporan keuangan membantu kamu melihat perbandingan antara pendapatan dan biaya. Informasi ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah operasional bisnis menghasilkan laba atau justru membutuhkan evaluasi.
Pencatatan membuat berbagai biaya usaha terlihat lebih jelas. Kamu dapat mengetahui pos pengeluaran yang paling besar dan mempertimbangkan apakah biaya tersebut masih sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Data dari laporan keuangan sebelumnya dapat digunakan sebagai referensi untuk menyusun anggaran pada periode berikutnya. Misalnya, kamu dapat memperkirakan kebutuhan modal, stok, atau biaya operasional berdasarkan catatan transaksi.
Laporan keuangan dapat dibandingkan dari satu periode ke periode lainnya. Perbandingan tersebut membantu melihat perubahan pendapatan, pengeluaran, maupun laba sehingga evaluasi bisnis dapat dilakukan berdasarkan data.
Baca Juga: Laporan Keuangan: Pengertian, Jenis, & Manfaat untuk Bisnis
Kunci dari pembukuan sederhana adalah konsistensi. Gunakan format pencatatan yang mudah dipahami dan sesuaikan detail laporan dengan ukuran serta kebutuhan bisnis.
Simpan juga bukti transaksi, seperti nota, faktur, atau catatan pembayaran. Dokumen tersebut dapat membantu ketika kamu perlu memeriksa kembali sumber suatu transaksi.
Jika jumlah transaksi mulai bertambah, penggunaan aplikasi atau perangkat pembukuan dapat dipertimbangkan untuk membantu mengelola data. Pastikan metode yang digunakan tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis.
Selain pencatatan keuangan, aktivitas bisnis sehari-hari juga membutuhkan konektivitas yang dapat menunjang komunikasi dan berbagai kegiatan digital.
Kebutuhan tersebut dapat dikelola melalui aplikasi MyTelkomsel, sedangkan pilihan paket melalui MyTelkomsel Basic juga dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Informasi mengenai paket, harga, kuota, masa aktif, atau layanan dapat berubah sewaktu-waktu.
Short Video baru dan seru