Bahasa apa yang ingin kamu gunakan?
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membantu berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi, menyusun tulisan, merangkum dokumen, hingga menghasilkan ide kreatif.
Namun, kualitas jawaban AI juga dipengaruhi oleh instruksi atau perintah yang diberikan pengguna.
Instruksi tersebut dikenal sebagai prompt. Prompt yang jelas dan terarah membantu AI memahami tujuan, konteks, serta bentuk jawaban yang kamu inginkan. Sebaliknya, perintah yang terlalu umum berpotensi menghasilkan jawaban yang kurang relevan.
Lantas, bagaimana cara membuat prompt AI yang efektif? Simak struktur, tips, dan contoh berikut agar kamu bisa memanfaatkan AI sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Prompt ChatGPT Edit Foto Viral: Ide dan Cara Membuat Foto Estetik
Prompt AI adalah instruksi, pertanyaan, atau informasi yang diberikan kepada sistem AI untuk menghasilkan respons tertentu. Prompt dapat berupa pertanyaan sederhana, perintah untuk membuat konten, atau arahan kompleks yang memuat konteks dan batasan.
Contohnya, jika ingin membuat artikel, kamu bisa memberikan perintah singkat seperti “Buat artikel tentang teknologi”. Namun, instruksi tersebut belum menjelaskan target pembaca, panjang artikel, gaya bahasa, dan sudut pembahasan.
Prompt yang lebih terarah akan membantu AI memahami kebutuhan tersebut sehingga hasilnya lebih mudah digunakan atau disunting.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan saat menyusun prompt untuk ChatGPT atau alat AI lainnya.
Sebelum menulis prompt, tentukan hasil yang ingin kamu dapatkan. Apakah kamu ingin membuat artikel, menyusun ide konten, menerjemahkan teks, menjelaskan konsep, atau menganalisis data?
Semakin spesifik tujuanmu, semakin mudah AI memahami tugas yang harus dikerjakan.
Contoh:
Konteks membantu AI memahami latar belakang dan kebutuhan tugas. Kamu bisa menjelaskan siapa target pembaca, apa topik yang dibahas, dan untuk keperluan apa hasilnya akan digunakan.
Misalnya, prompt untuk artikel edukasi pelajar tentu berbeda dengan prompt untuk materi pemasaran bisnis. Dengan konteks yang tepat, respons AI dapat lebih sesuai dengan audiens yang dituju.
Hindari perintah yang terlalu luas atau memiliki banyak kemungkinan penafsiran. Sebutkan hal yang perlu dikerjakan, fokus pembahasan, dan informasi yang harus diutamakan.
Contohnya, daripada menulis “Jelaskan tentang AI”, kamu bisa meminta “Jelaskan pengertian AI, cara kerjanya secara umum, dan tiga contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dengan bahasa sederhana”.
Jika memiliki format tertentu, sampaikan sejak awal. Kamu dapat meminta AI menyajikan jawaban dalam bentuk:
Format yang jelas membuat hasil lebih praktis untuk dibaca dan digunakan.
Kamu juga bisa menentukan gaya bahasa, tingkat formalitas, serta panjang jawaban. Misalnya, gunakan bahasa Indonesia yang santai tetapi informatif, hindari istilah teknis yang tidak dijelaskan, atau buat rangkuman dalam lima poin.
Arahan ini membantu AI menyesuaikan respons dengan kebutuhanmu, baik untuk belajar, bekerja, maupun membuat konten digital.
Batasan berguna untuk memperjelas hal yang perlu dihindari atau diperhatikan. Kamu bisa meminta AI tidak menggunakan jargon berlebihan, tidak mengulang informasi, atau hanya membahas aspek tertentu.
Untuk topik faktual, tambahkan instruksi agar AI menyebutkan sumber yang dapat diperiksa dan menandai informasi yang belum bisa dipastikan. Tetap lakukan verifikasi karena jawaban AI dapat mengandung kesalahan.
Prompt tidak harus langsung sempurna. Jika hasil pertama belum sesuai, tambahkan instruksi yang lebih spesifik atau jelaskan bagian yang perlu diperbaiki.
Sebagai contoh, kamu bisa melanjutkan dengan perintah, “Perbaiki bagian pembuka agar lebih menarik, pertahankan informasi utama, dan kurangi pengulangan.” Proses ini disebut penyempurnaan prompt secara bertahap.
Agar lebih mudah, susun prompt menggunakan lima unsur berikut.
Unsur | Fungsi | Contoh |
Peran | Menentukan sudut pandang atau keahlian yang diharapkan | “Bertindak sebagai editor artikel edukasi.” |
Tugas | Menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan | “Buat artikel tentang keamanan digital.” |
Konteks | Memberikan latar belakang dan target pembaca | “Target pembaca adalah pengguna internet pemula.” |
Format | Menentukan bentuk hasil | “Gunakan judul, subjudul, dan daftar tips.” |
Batasan | Menjelaskan gaya, panjang, atau hal yang perlu dihindari | “Gunakan bahasa sederhana dan panjang sekitar 600 kata.” |
Tidak semua prompt harus memuat kelima unsur tersebut. Untuk pertanyaan sederhana, satu atau dua kalimat mungkin sudah cukup. Gunakan struktur yang lebih lengkap ketika tugas membutuhkan konteks dan hasil yang spesifik.
Berikut contoh prompt yang dapat kamu adaptasi sesuai keperluan.
“Buat artikel edukasi tentang cara menjaga keamanan akun digital untuk pengguna pemula. Gunakan bahasa Indonesia yang jelas dan natural, sertakan enam tips praktis, berikan contoh penerapan, dan tutup dengan rangkuman singkat. Hindari pengulangan dan jangan membuat klaim faktual tanpa dasar.”
“Jelaskan konsep fotosintesis kepada siswa SMP menggunakan bahasa sederhana. Susun penjelasan dalam tiga bagian: pengertian, proses secara umum, dan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Akhiri dengan lima pertanyaan latihan beserta jawabannya.”
“Buat sepuluh ide konten media sosial tentang kebiasaan menggunakan internet secara aman. Target audiensnya adalah remaja. Sajikan dalam tabel berisi topik, sudut pembahasan, dan contoh judul. Pastikan setiap ide memiliki fokus yang berbeda.”
“Rangkum teks yang saya berikan menjadi lima poin utama. Pertahankan fakta, angka, dan kesimpulan penting dari teks asli. Jangan menambahkan informasi dari luar dokumen. Jika ada bagian yang ambigu, tandai agar dapat diperiksa kembali.”
Contoh-contoh tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kamu juga bisa menambahkan contoh hasil yang diinginkan agar AI lebih memahami gaya atau format yang menjadi acuan.
Agar hasilnya lebih optimal, hindari beberapa kesalahan berikut:
Ingat, prompt yang baik membantu mengarahkan AI, tetapi tidak menjamin semua jawaban pasti benar. Penilaian dan pemeriksaan dari pengguna tetap diperlukan.
Kemampuan membuat prompt dapat membantu kamu menggunakan AI secara lebih efisien, baik untuk belajar, bekerja, mencari inspirasi, maupun mengembangkan konten. Instruksi yang jelas juga dapat mengurangi kebutuhan untuk mengulang permintaan karena hasil awal sudah lebih dekat dengan tujuan.
Jika ingin mulai bereksperimen, kamu bisa mencoba berbagai instruksi melalui ChatGPT dari Telkomsel. Gunakan contoh prompt sederhana terlebih dahulu, lalu tingkatkan detailnya sesuai kebutuhan.
Baca Juga: 15 Aplikasi AI Gratis yang Bisa Membantu Berbagai Kebutuhan
Cara membuat prompt AI yang efektif dimulai dengan menentukan tujuan, memberikan konteks, menyusun instruksi spesifik, menentukan format, dan menambahkan batasan yang relevan. Setelah itu, evaluasi hasilnya dan perbaiki prompt jika masih ada bagian yang belum sesuai.
Kamu tidak perlu membuat prompt panjang untuk setiap tugas. Hal terpenting adalah memberikan informasi yang cukup agar AI memahami apa yang kamu butuhkan.
Dengan latihan dan pemeriksaan hasil secara kritis, AI dapat menjadi alat bantu yang lebih bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari.
Short Video baru dan seru