Bahasa apa yang ingin kamu gunakan?
Dari drama hingga aksi, film Angga Dwimas Sasongko selalu meninggalkan kesan kuat. Tak heran banyak karyanya yang laris di pasaran dan meraih penghargaan. Kekuatan cerita dan penyutradaraan yang matang membuat film-filmnya selalu dinantikan penonton.
Nama Angga Dwimas Sasongko sudah lama melekat di dunia perfilman Indonesia. Ia telah berkarya di industri film Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Tak hanya berada di balik kamera, Angga juga dikenal sebagai produser serta pendiri rumah produksi Visinema Pictures yang melahirkan banyak film berpengaruh.
Sepanjang kariernya, Angga telah menghasilkan berbagai karya sebagai sutradara, produser, maupun penulis cerita. Kini, ia tertarik menjajal tantangan baru dengan mengeksplorasi film-film yang lebih sarat aksi. Ia ingin menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih dinamis bagi penonton, serta memperluas eksplorasi genre dan memperkaya perfilman Indonesia.
Dari puluhan film Angga Dwimas Sasongko, kira-kira mana yang paling populer? Yuk, intip daftarnya!
Film ini diadaptasi dari novel laris karya Dewi Lestari. Film ini menceritakan kisah dua sahabat penyuka kopi yang ingin mendirikan kedai kopi. Tak hanya bercerita tentang kopi, film ini juga menyoroti persahabatan antara dua karakter, Ben dan Jody, yang diperankan oleh Rio Dewanto dan Chicco Jerikho. Film ini membawa Angga meraih penghargaan sutradara terbaik Film Festival Indonesia 2015.
Sekuel ini dirilis 2 tahun setelah film pertamanya. Masih berkisah tentang Ben dan Jody dan dunia perkopian, namun ceritanya lebih berkembang. Keduanya berkeliling Indonesia demi membagikan “kopi terbaik”. Film ini turut dibintangi Luna Maya, Nadine Alexandra, dan Ernest Prakasa.
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini mengangkat kisah keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, khususnya tentang hubungan antar saudara. Angkasa, Aurora, dan Awan tumbuh dalam keluarga yang tampak harmonis, namun menyimpan rahasia dan luka yang tak terucap.
Film yang dibintangi Rio Dewanto dan Sheila Dara ini mencetak sejarah sebagai film pertama di 2020 yang menembus 2 juta penonton.
Film Keluarga Cemara merupakan adaptasi dari serial legendaris yang populer pada 1996. Versi layar lebarnya mengisahkan perjuangan sebuah keluarga kecil yang tetap bertahan di tengah berbagai masalah hidup.
Dengan cerita yang hangat dan menyentuh, film ini sukses menguras emosi penonton. Dibintangi Nirina Zubir, Ringgo Agus Rahman, dan Adhisty Zara, akting para pemainnya semakin memperkuat pesan kekeluargaan.
Terinspirasi dari kisah nyata pelajar Indonesia pasca-Gerakan 30 September 1965, film ini mengikuti sosok Larasati yang memenuhi wasiat ibunya untuk mengantarkan surat kepada seseorang di Praha.
Surat dari Praha merupakan salah satu karya terbaik dari Angga Dwimas Sasongko yang meraih banyak apresiasi. Film ini menuai prestasi di berbagai ajang penghargaan pada 2016, termasuk masuk nominasi Film Terbaik dan meraih penghargaan Film Terbaik serta Sutradara Terbaik.
Mencuri Raden Saleh merupakan film bergenre heist action yang terbilang langka di industri perfilman Indonesia. Dirilis pada 2022, film ini mengisahkan sekelompok anak muda yang merancang pencurian lukisan bersejarah “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh dari Istana Presiden.
Setiap tokoh memiliki peran dan tugas berbeda dalam menjalankan rencana berisiko tinggi tersebut, membuat alur cerita terasa dinamis dan menegangkan. Berkat konsep unik dan eksekusi yang kuat, film ini berhasil meraih satu juta penonton hanya dalam sembilan hari penayangan.


Di tahun 2026 ini, Angga sedang memproduksi dua film yang pasti akan mencuri perhatian. Nah, sebelum resmi dirilis, yuk cari tahu lebih dulu bocoran dua film baru Angga.
Ratu Malaka akan menjadi salah satu film aksi Indonesia yang menonjol karena seluruh tokoh utamanya adalah perempuan. Film ini menghadirkan ensemble sekaligus menawarkan perspektif baru dalam perfilman Indonesia.
Lewat Ratu Malaka, Angga ingin membangun dunia yang terinspirasi Asia Tenggara, namun belum banyak dieksplorasi dalam sinema. Ia mengangkat sisi gelap kejahatan di kawasan Selat Malaka, mulai dari perdagangan manusia, peredaran narkoba, hingga penyelundupan senjata, dalam balutan cerita aksi yang intens dan relevan.
Angga menegaskan bahwa Perang Jawa bukanlah film biopik tentang perjalanan hidup Pangeran Diponegoro. Film ini berfokus pada periode krusial lima tahun Perang Jawa (1825–1830), yang menjadi titik balik sejarah perlawanan terhadap kolonialisme.
Dalam proses produksinya, Angga menggandeng sejarawan Peter Carey, yang telah meneliti Babad Diponegoro selama lebih dari 40 tahun. Minimnya film perang epik di Indonesia juga menjadi salah satu alasan kuat di balik hadirnya proyek ambisius ini.
Ingin rewatch film-film terbaik Angga Dwimas Sasongko? Dengan Paket Movie Complete dari IndiHome, kamu bisa menikmatinya di Netflix dengan kualitas streaming yang lebih maksimal.
Ayo, langganan sekarang juga! Segera aktifkan paketnya lewat aplikasi MyTelkomsel. Duduk santai, nyalakan Netflix, dan rewatch film Angga Dwimas Sasongko dan film-film favoritmu dengan koneksi internet yang cepat dan stabil.
Short Video baru dan seru