Artikel ini membahas bacaan rukun tahiyat di rakaat terakhir. Yuk, simak selengkapnya agar ibadah shalatmu makin sempurna dan mendatangkan ketenangan hati!
Ingin menyempurnakan ibadah shalat, namun masih ragu dengan bacaan doa tahiyat akhir? Wajar saja, karena bagian penutup shalat ini membutuhkan ketelitian dan kekhusyukan agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Kamu harus tahu bahwa doa tahiyat akhir adalah salah satu rukun qauli (ucapan) yang wajib dibaca dan sangat menentukan sah atau tidaknya sebuah shalat [Sumber: Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Kemenag RI].
Secara esensi, bacaan doa tahiyat akhir berisi penghormatan agung dan pujian kepada Allah SWT, pengucapan dua kalimat syahadat yang mantap, serta sholawat penuh keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.
Berikut adalah daftar pembahasan yang akan membantumu memahami tata cara dan bacaan shalat. Kamu juga akan mendapatkan teks doa tahiyat akhir latin, panduan postur duduk yang tepat, hingga rangkaian zikir penyejuk hati sesudahnya.
Jangan sampai proses belajarmu terhambat! Gunakan aplikasi MyTelkomsel Basic (MTB). Ukurannya super ringan (di bawah 10 MB), lancar jaya meski HP kamu punya RAM kecil, dan sat-set banget buat beli paket data hemat.
Dalam artikel ini, kita akan menyediakan panduan doa tahiyat akhir lengkap sampai salam NU yang sangat ramah untuk pemula. Mari kita bahas satu per satu secara perlahan dan menenangkan!
Baca Juga: Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid, Muslim Harus Tau!
Membaca doa tahiyat akhir lengkap sampai salam merupakan sebuah kewajiban rukun yang tidak boleh ditinggalkan agar shalatmu tidak batal.
Bagi mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia yang mengikuti Mazhab Syafi'i, lafaz doa tahiyat akhir NU adalah versi yang paling umum diajarkan.
Berikut ini adalah lafaz Arab, doa tahiyat akhir latin, serta terjemahannya [Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, dilansir dari NU Online]:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ. السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ. فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. As-salaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullaah. Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa shollaita 'alaa sayyidinaa Ibroohiim, wa 'alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Wa baarik 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa baarokta 'alaa sayyidinaa Ibroohiim, wa 'alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.
"Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga keselamatan beserta engkau, wahai Nabi, juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Semoga keselamatan juga menyertai kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad. Sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad. Sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta ini, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa doa tahiyat akhir lengkap sampai salam NU memakai tambahan kata 'Sayyidina'?
Ulama Nahdlatul Ulama sepakat bahwa penambahan lafaz 'Sayyidina' (yang berarti "Tuan atau Junjungan kami") adalah bentuk adab, penghormatan, dan tata krama umat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW [Sumber: NU Online].
Penggunaan kata ini sangat dianjurkan sebagai ekspresi cinta kasih kita kepada sosok yang membawa risalah Islam.
Baca Juga: 10 Kumpulan Bacaan Doa untuk Orang Sakit Agar Disembuhkan
Dalam praktik sehari-hari, sering kali ada yang bertanya: doa tahiyat awal dan akhir dibaca kapan? Jawabannya sangat sederhana. Untuk doa tahiyat awal, bacaan ini dilantunkan pada rakaat kedua dalam shalat yang memiliki tiga atau empat rakaat.
Sementara itu, doa tahiyat akhir dibaca secara mutlak pada rakaat paling penutup sebelum kita mengucapkan salam. Pertanyaan selanjutnya: duduk tahiyat akhir seperti apa?
Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan posisi duduk doa tahiyat awal dan akhir yang wajib dipahami perbedaannya. Perhatikan perbandingan antara keduanya melalui tabel ringkas di bawah ini:
Kategori | Doa Tahiyat Awal | Doa Tahiyat Akhir |
Waktu Pelaksanaan | Di rakaat kedua (kecuali shalat Subuh) | Di rakaat terakhir sebelum salam |
Posisi Duduk | Iftirasy (Duduk di atas telapak kaki kiri) | Tawarruk (Pantat menempel ke lantai/sajadah) |
Batas Bacaan | Sampai sholawat kepada Nabi Muhammad SAW | Sampai sholawat kepada Nabi Ibrahim AS (Sholawat Ibrahimiyah) |
Hukum Jika Terlewat | Sunnah Ab'adl (Bisa diganti Sujud Sahwi) | Rukun Shalat (Shalat tidak sah jika ditinggalkan) |
Menurut pandangan Mazhab Syafi'i, postur tubuh saat membaca rukun ini dinamakan duduk tawarruk [Sumber: Fiqih Sunnah, NU Online].
Posisinya adalah menyilangkan telapak kaki kiri di bawah betis kanan, lalu membiarkan pantat langsung menempel ke lantai atau sajadah, sementara telapak kaki kanan ditegakkan.
Setelah menyelesaikan rukun utama dan mengucap salam, mungkin terlintas pertanyaan: apa doa setelah selesai shalat? Sangat disayangkan jika kita langsung beranjak pergi meninggalkan tempat shalat tanpa berdoa.
Ketahuilah bahwa momen setelah menyelesaikan doa tahiyat akhir adalah salah satu waktu yang paling mustajab.
Sebagai amalan tambahan yang luar biasa, sebelum kamu mengucapkan salam, sangat dianjurkan membaca doa pelindung dari empat fitnah besar, termasuk fitnah Dajjal [HR. Muslim no. 588].
Lafaznya berbunyi: "Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal".
Setelah salam penutup yang syahdu, biasakanlah duduk sejenak untuk melantunkan dzikir sesuai anjuran Rasulullah [Sumber: Panduan Zikir Kemenag RI].
Bacalah istighfar sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan Ayat Kursi, serta merangkai tasbih (Subhanallah 33x), tahmid (Alhamdulillah 33x), dan takbir (Allahu Akbar 33x).
Baca Juga: Kumpulan Doa Selamat Dunia Akhirat Beserta Artinya
Memahami dan melafalkan doa tahiyat akhir dengan benar, menguasai posisi duduk tawarruk, serta menyempurnakannya dengan zikir setelah shalat adalah kunci menuju ibadah yang berkualitas.
Jangan ragu untuk terus berlatih dan mempraktikkan panduan ini pada ibadah salat lima waktu kamu hari ini juga. Semakin sering diulang, bacaan dan gerakannya akan terasa semakin ringan.
Yuk, isi kuotamu pakai MyTelkomsel Basic biar proses belajar dan hafalan agamamu nggak pernah putus!
Short Video baru dan seru
Simak Tata Cara Sholat Tahajud dan Bacaannya Ini!
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat dengan 1 dan 2 Salam
Tata Cara Sholat Lailatul Qadar dan Bacaannya
Mendekati Lebaran, Ini Tata Cara Sholat Idul Fitri Selengkapnya!