Remote device kini menjadi bagian penting dalam mendukung fleksibilitas kerja, terutama ketika karyawan dapat bekerja dari mana saja, baik dari rumah maupun kedai kopi. Namun, penggunaan perangkat di luar kantor juga menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan, mulai dari menjaga keamanan data hingga mencegah ancaman siber.
Lantas, bagaimana cara mengelola remote device agar tetap aman dan mendukung produktivitas kerja?
Apa Itu Remote Device?
Remote device adalah perangkat yang dapat diakses, dipantau, atau dikendalikan dari lokasi berbeda melalui internet maupun jaringan tertentu. Dalam lingkungan bisnis, perangkat ini dapat berupa laptop karyawan, smartphone, tablet, server, perangkat IoT, hingga perangkat jaringan.
Kemampuan mengakses perangkat dari jarak jauh membuat pekerjaan lebih fleksibel. Tim IT tidak perlu selalu datang ke lokasi perangkat hanya untuk melakukan pembaruan, atau membantu menyelesaikan masalah.
Kenapa Remote Device Penting Bagi Bisnis Modern?
Kini semakin banyak perusahaan yang memperbolehkan karyawannya bekerja secara remote. Ada beberapa alasan kenapa model kerja seperti ini semakin penting bagi bisnis. Berikut beberapa alasannya:
1. Mendukung Fleksibilitas Kerja
Karyawan dapat mengakses perangkat dan aplikasi yang dibutuhkan tanpa harus selalu berada di kantor. Jadi di mana pun mereka berada, mereka tetap bisa bekerja.
2. Mempercepat Dukungan IT
Saat terjadi masalah, tim IT biasanya akan datang langsung untuk memeriksa perangkat atau aplikasi. Namun dengan remote access, mereka dapat melakukan pengecekan atau troubleshooting tanpa datang langsung ke lokasi pengguna.
3. Menghemat Waktu dan Biaya
Remote access mengurangi kebutuhan kunjungan teknisi ke kantor cabang atau lokasi perangkat. Waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk datang langsung ke lokasi juga bisa ditekan.
4. Menjaga Keberlangsungan Operasional
Perusahaan tetap dapat menjalankan aktivitas ketika karyawan atau perangkat berada jauh dari kantor.
5. Meningkatkan Efisiensi Tata Kelola Perangkat
Pembaruan aplikasi, konfigurasi, pemantauan, hingga penerapan kebijakan keamanan, semua dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.
Contoh Penggunaan Remote Device Dalam Operasional Bisnis
Penggunaan remote device sebenarnya dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Misalnya, karyawan mengakses komputer kantor dari rumah untuk mengambil file yang dibutuhkan.
Tim IT juga dapat menggunakan akses jarak jauh untuk membantu karyawan yang mengalami kendala aplikasi. Bagi perusahaan dengan banyak lokasi, aktivitas seperti memantau server, router, kamera keamanan, sensor, atau perangkat lain juga bisa dilakukan tanpa harus mengirim teknisi ke setiap lokasi.
Tantangan Dalam Mengelola Remote Device
Kemudahan akses jarak jauh tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan remote device management. Dalam banyak kasus, ketika jumlah perangkat bertambah, beberapa masalah justru mulai muncul.
1. Perangkat Sulit Dipantau
Perangkat yang tersebar di berbagai lokasi berisiko membuat tim IT kehilangan gambaran mengenai kondisi masing-masing perangkat. Mana yang sedang bermasalah? Mana yang belum mendapatkan pembaruan?
Tanpa visibilitas yang baik, masalah kecil bisa terlewat. Kondisi seperti ini tentu bisa mengganggu produktivitas.
2. Risiko Kehilangan Data
Saat laptop atau smartphone hilang, yang hilang sebenarnya bukan hanya perangkatnya. Jika perangkat tersebut menyimpan data perusahaan, dampaknya bisa jauh lebih besar. Karena itu, perusahaan perlu memiliki mekanisme untuk melindungi data bahkan saat perangkat berada di luar kantor.
3. Akses Tidak Sah
Remote device membuka akses dari lokasi yang lebih beragam. Jika autentikasi dan kontrol akses tidak diterapkan dengan baik, celah tersebut bisa dimanfaatkan pihak yang tidak berwenang.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan perlu menerapkan autentikasi yang kuat, enkripsi, dan pembatasan hak akses dari perangkat jarak jauh.
4. Penggunaan Aplikasi yang Tidak Sesuai Kebijakan
Karyawan mungkin memasang aplikasi yang tidak diperlukan atau bahkan tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan. Kondisi ini bisa menambah risiko keamanan. Lebih dari itu, konfigurasi perangkat bisa saja tidak seragam.
Cara Mengelola dan Mengamankan Remote Device
Pertanyaannya sekarang, bagaimana agar remote device tidak berubah menjadi pekerjaan tambahan bagi tim IT? Salah satu kuncinya ada pada pemanfaatan sistem manajemen perangkat yang terpusat. Daripada memantau dan mengatur perangkat satu per satu, perusahaan dapat menggunakan platform yang memberikan visibilitas dan kontrol melalui satu konsol.
1. Mendaftarkan dan Mengelompokkan Perangkat
Setiap perangkat perlu memiliki informasi yang jelas. Beberapa informasi yang harus ada di antaranya adalah nama pengguna, jenis perangkat, sistem operasi, dan statusnya.
2. Menerapkan Konfigurasi Standar
Untuk mengurangi kesalahan konfigurasi, buat pengaturan keamanan dan aplikasi menjadi lebih seragam.
3. Memantau Kondisi Perangkat
Perangkat remote juga perlu dipantau. Saat ada yang tidak wajar dengan status perangkat, tim IT bisa mencegah masalah sebelum berkembang menjadi lebih besar.
4. Mengelola Pembaruan Secara Otomatis
Atur pembaruan sistem dan aplikasi secara otomatis. Jadi, pengguna tidak perlu melakukannya secara manual.
5. Mengatur Hak Akses dan Kebijakan Keamanan
Tidak semua pengguna membutuhkan akses yang sama. Untuk itu, beri batasan berdasarkan peran. Ini dapat membantu mengurangi risiko akses yang tidak semestinya.
6. Mengunci atau Menghapus Data Perangkat dari Jarak Jauh
Saat perangkat hilang atau dicuri, harus ada prosedur untuk langsung mengunci atau menghapus data di perangkat. Perlu dicatat, tindakan cepat dapat membantu mencegah data perusahaan jatuh ke tangan yang salah.
Permudah Remote Device Management dengan MDM dari Telkomsel Enterprise
Untuk perusahaan yang banyak menggunakan perangkat mobile, Mobile Device Management (MDM) dapat menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan perangkat.
Mobile Device Management (MDM) dari Telkomsel Enterprise membantu perusahaan mengelola dan mengamankan perangkat secara terpusat melalui satu konsol. MDM memungkinkan perusahaan memantau perangkat, menerapkan kebijakan keamanan, mengelola aplikasi, hingga melakukan remote wipe pada perangkat yang hilang atau dicuri.
Dengan tata kelola perangkat yang terintegrasi, perusahaan bisa menjaga produktivitas karyawan yang bekerja secara remote tanpa mengorbankan keamanan data perusahaan. Segera konsultasi mengenai bagaimana MDM dapat mendukung keamanan aset perusahaan Anda bersama Telkomsel Enterprise.
FAQ
Apa itu remote device management?
Remote device management adalah proses mengelola perangkat yang berada di berbagai lokasi secara terpusat. Pengelolaan ini mencakup pemantauan kondisi perangkat, penerapan konfigurasi dan kebijakan keamanan, pengelolaan aplikasi dan pembaruan, hingga mengunci atau menghapus data perangkat dari jarak jauh ketika diperlukan.
Apa manfaat remote device management?
Remote device management dapat mempermudah pemantauan perangkat, meningkatkan keamanan perangkat, menghemat waktu dan biaya, mempermudah pembaruan perangkat, mengurangi risiko kehilangan data, hingga meningkatkan efisiensi tata kelola perangkat.
Apa perbedaan remote device management dan MDM?
Perbedaan utamanya terletak pada cakupan perangkat yang dikelola dan fokus fungsionalitasnya. Remote device management punya cakupan yang lebih luas, yakni mencakup seluruh infrastruktur remote endpoint. Fokus utamanya juga lebih ke kontrol dan pemeliharaan perangkat dari jarak jauh (termasuk PC, desktop, dan server).
Di sisi lain, MDM (Mobile Device Management) lebih fokus pada perangkat mobile (smartphone dan tablet). Cakupannya juga lebih spesifik pada ekosistem mobile dan aplikasi bisnisnya.